Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mengantar" poems
Mata itu membiru duka lama yang menderu Badai dan lindu mengantar jasad tubuhku Terbilang sudah berapa kali kau dan aku berjanji Diantara pagi haru dan sedikit isak tangis merdu Aku suka kala kau menangisi canda tawa terbawa pula hawa panas diantara kata berlalu Rapat-rapat tak ada dalam bisik-bisik mayat Sedepak dari liang lahat berpijak, jemari kaki peti-peti mati digusur pergi Lelah lelaki itu bertelingkah Membuang gelas yang telah dituang Meracau melampau dari batas kewarasan Disana dia merumput maut, meraut ribut Pergi pulang membaur diantar lalu lalang kabut
0
Nov 16, 2016
Nov 16, 2016 at 12:39 PM UTC
Diantar Pulang Kabut
Tentang kopi pekat yang baru mengantar ku pulang dengan mata setengah terpejam Lalu, dirimu yang mulai hilang diantara inginku yang terlalu dipenuhi angan serta kalimat-kalimat basi yang datang pelan dan ringan Dan jarak, Jarak menjelma menjadi tubuh yang menggantikan diriku di lenganmu gadis bermata terang yang bersandar malas di dadamu
0
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:31 AM UTC
Malam Minggu
Ucapanmu membisukan mengantar banyak tafsir secara simultan membuat nalarku rentan dengan sakaunya khayalan Kepalaku dulu mengambang di tengah awan dan kini kau meluncurkannya ke bulan
0
Sep 5, 2019
Sep 5, 2019 at 11:48 AM UTC
Kau
Awan lara bersayapkan derita Diselimuti kabut tersenyum manis Tak perlu senyum itu kau balas Sebentar lagi menuju terang Kabut sirna melayang-layang Apa kabar... Tanyakan padaku Berikan sedikit suaramu Tak kuasa lagi mengharap cahaya Namun aku ingin melangkah Walau tanpa cahaya Mungkin ada suara Aku baik-baik saja... Sampaikan padaku Dari tepian jauh aku melihat Jangan coba kau menggapai Cukup doa yang mengantar Tanpa perlu kembali lagi
0
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 12:28 PM UTC
Sampaikan Nanti
Tepat di hari kedua sebelum akhir Agustus, entah repetisi yang keberapa kali--aku bertanya pada aku. Sedang aku meninggalkan apa yang aku tunggu, sebagian lain dari aku membiarkan apa yang datang menuju. Tepat di peralihan pagi dan khotbah Jumat, ia datang lagi. Yang harusnya kubiarkan pergi sendiri dengan maunya Ntah akan kusambut kembali atau nanti menjadi babak tercanggung. Ntah, kali ini jawaban entah telah ditolak sepersekian lebih awal sebelum ditanyakan. Aku menolak mengikhlaskan apa yang aku sendiri tidak tau apa inginnya. Melalui percakapan rutin beberapa kali sehari, seminggu dan sudah masuk separuh tahun. Tepat menuju penghujung hari, aku membiasakan apapun ia boleh lakukan. Aku biarkan semaunya menghirup-hirup apa yang sudah dilewati. Agar jika pada bagian akhir yang awal nanti ia tak salah langkah, kembali kesini atau mengantar kabar lain yang lebih ia senangi. 30 Agustus 2019 B_A
0
Aug 30, 2019
Aug 30, 2019 at 1:17 AM UTC
-
Dik, Pada bagian mana Oktober tidak menyenangkan? Bukankah ia yang mengantar kita sampai ke ujung toko buku? Ntah sudah berapa buku fiksi yang kini bergelayut dipuncak pikiran Padahal ntah apa yang ingin aku ketahui di dalamnya Mungkin bait? Barangkali juga sesunggukan senyum kecil-kecil yang dibiarkan lepas Maka pada bagian mana Oktober tidak menyenangkan, Dik? _BA (30 JULI 2018)
0
Dec 14, 2018
Dec 14, 2018 at 3:11 AM UTC
Siklus Oktober