Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menangis" poems
mau sampai kapan kau begini? terpenjara dalam sangkar tersedu, merintih, menangis dalam hati mau sampai kapan kau begini? terkubur dalam tanah sesak, megap, gerah, tapi tak berani berteriak mau sampai kapan kau begini? bertopeng ayu nan rupawan padahal semuanya hanya polesan belaka mau sampai kapan kau begini? mulut ditutup kain, mata dibutakan langit mana dirimu yang katanya menjunjung kebebasan? mau sampai kapan? hidup ini takkan sampai seribu tahun
0
Nov 2, 2013
Nov 2, 2013 at 10:24 AM UTC
mau sampai kapan
3 Maret 1924.. Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam". [HR. Imam Ahmad ] Saudaraku, Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan, Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan, Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian.. Takbir !! Allahuakbar ! SalamPerjuangan! ‪#‎3RDMARCH1924‬ ‪#‎melawanLupa‬
0
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
#3RDMARCH1924
3 Maret 1924.. Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam". [HR. Imam Ahmad ] Saudaraku, Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan, Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan, Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian.. Takbir !! Allahuakbar ! SalamPerjuangan! ‪#‎3RDMARCH1924‬ ‪#‎melawanLupa‬
Continue reading...
23
Palembang, 25 Desember 2011 For my beautiful Mom: Mama, kamu cantik Tanganmu melentik indah saat mencuci baju kami Mama, kamu sungguh cantik Badanmu bagus melenggok saat memasak untuk kami Mama, kamu benar-banar cantik Sekalipun kamu sedang terlelap di tidurmu Mama, kamulah harta tak ternilai bagi kami Harta wajib yang harus kami bawa kemanapun kami melangkah Kamulah semangat pagi kami tuk menghadapi dunia Kamulah alasan kami bertahan hidup sampai sekarang Harapan kami adalah tuk membahagiakanmu selamanya Pikir kami kata Terima Kasih takkan pernah cukup tuk membalas kasih mu Mama, kamu cantik setiap hari Di mata kami kamulah hal yang terindah yang kami punya Di dunia ini tak ada pahlawan seikhlas dirimu Kamu terus bertahan meskipun kadang air mata menyertaimu Kamu terus menebarkan senyummu di waktu kami resah Mama, kamu tegar setegar batu karang Mama, kamu bersinar mengalahkan sinar Matahari Mama, kamu sejuk sesejuk embun di pagi hari Mama, kamu sehangat dekapanmu pada kami Mama, kami mencintaimu Mama, terima kasih atas cintamu selama ini Terima kasih atas pengorbanan mu kepada kami Maafkan kami yang pernah membuatmu menangis Maaf atas tingkah kami yang menjengkelkan hatimu Kami percaya dan tahu bahwa kamu tahu betapa kami mencintaimu, Mama
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:41 AM UTC
Mama I
Tangan ku kaku ketika menulis Kaki ku lumpuh ketika melangkah Mata ku buta ketika memandang Raga ku pun mati karena merindukan Langit amat luas Hidup bahagia bersama awan Tapi, langit tak berikan aku Aku pun menangis Air laut menampung kesedihan ku Meluap menjadi awan Dan menenggelamkan jagat raya Termasuk hati ku yang sudah rentan Rentan, karena terik mentari yang menyengat Raga ku roboh terhempas angin menjadi puing Jiwa ku lari saat takut desiran pasir Darah ku habis saat berlari mengejar semua Sumpah mati takkan tergapai Cinta sejati dalam hati yang tulus Dengan ocehan yang melukai Dan kata cinta yang omong kosong Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:48 AM UTC
Cinta Tak Tergapai
Jakarta, 10 Mei 2008 Lirik lagu tentang cinta itu Buatku seakan dia ciptakan untukku Padahal dia ciptakan untuk yang lain Tapi kenapa harus dia Yang indah buatku luluh Angin bawakan sejuk untukku Karenanya suara lirik itu terdengar Aku pun menangis Begitu indahnya sampai ku bermimpi Tak henti mimpi sampai saat ini Yang tak ingin ku akhiri Percuma, dia takkan tahu aku di sini Meski ku kuras s’luruh air mata Ku ucapkan seluruh kata cinta Hingga tak tersisa lagi Berulang kali angin bawakan lagu itu Sekali lagi untukku, dari dia yang indah Selamanya sungguh ku cinta Karna sampai kini tak pernah ku lupa
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 9:18 AM UTC
Dia Yang Indah
Perasaan ini terus bergelung Bersembunyi di dalam relung. Seakan mencoba tuk keluar, namun keadaan tak mendukung. Ia pun lelah akan waktu yang terus berjalan namun berbanding terbalik dengannya Yang hanya duduk beralaskan rasa percaya Menatap langit kelabu menunggu turunnya rintikkan hujan pertama. Walau kerinduannya semakin lama semakin bertambah, Ia tak pernah bosan untuk membendungnya Dan menunggu, Menunggu datangnya hujan. Karena ia percaya bahwa seberapa besar kerinduannya, seberapa dalam rasa sakitnya, dan seberapa lama ia menanggung deritanya, hujan yang turun akan menyapu bersih luka di relungnya. Bagaikan obat penawar yang selalu ia temukan saat penyakitnya kembali datang. Ia tak pernah bosan bercerita kepada langit, yang dengan setia mendengar celotehannya. Sambil menunggu turunnya hujan, ia bercerita akan lika liku yang ia alami. Mendongak menatap langit, dan bercerita. Sejenak ia dapat mengalihkan perhatiaannya dari hingar bingar sekitar dan menemukan ketenangannya sendiri. Yaitu bersama langit, saat menunggu hujan. Rintikan pertama menerpa wajahnya. berhasil mengangkat sudut-sudut bibirnya. Ia tersenyum. Yang ditunggu memang tak pernah datang terlambat. Diikuti dengan rintikan lainnya dan kemudian hujan turun dengan deras. Inilah kebahagiaannya. Namun juga kesedihannya. Saat rintikan hujan yang turun berhasil membuatnya tersenyum sekaligus menangis. Karena dapat membawa ketenangan dan penghapus luka, namun juga dapat membawa kerinduan yang turun disetiap rintikannya. “Jika hujan tidak dapat membuatku seutuhnya bahagia, lantas kemana lagi aku harus mengadu?”
0
Mar 9, 2016
Mar 9, 2016 at 3:15 AM UTC
Hujan Pembawa Rindu
Perasaan ini terus bergelung Bersembunyi di dalam relung. Seakan mencoba tuk keluar, namun keadaan tak mendukung. Ia pun lelah akan waktu yang terus berjalan namun berbanding terbalik dengannya Yang hanya duduk beralaskan rasa percaya Menatap langit kelabu menunggu turunnya rintikkan hujan pertama. Walau kerinduannya semakin lama semakin bertambah, Ia tak pernah bosan untuk membendungnya Dan menunggu, Menunggu datangnya hujan. Karena ia percaya bahwa seberapa besar kerinduannya, seberapa dalam rasa sakitnya, dan seberapa lama ia menanggung deritanya, hujan yang turun akan menyapu bersih luka di relungnya. Bagaikan obat penawar yang selalu ia temukan saat penyakitnya kembali datang. Ia tak pernah bosan bercerita kepada langit, yang dengan setia mendengar celotehannya. Sambil menunggu turunnya hujan, ia bercerita akan lika liku yang ia alami. Mendongak menatap langit, dan bercerita. Sejenak ia dapat mengalihkan perhatiaannya dari hingar bingar sekitar dan menemukan ketenangannya sendiri. Yaitu bersama langit, saat menunggu hujan. Rintikan pertama menerpa wajahnya. berhasil mengangkat sudut-sudut bibirnya. Ia tersenyum. Yang ditunggu memang tak pernah datang terlambat. Diikuti dengan rintikan lainnya dan kemudian hujan turun dengan deras. Inilah kebahagiaannya. Namun juga kesedihannya. Saat rintikan hujan yang turun berhasil membuatnya tersenyum sekaligus menangis. Karena dapat membawa ketenangan dan penghapus luka, namun juga dapat membawa kerinduan yang turun disetiap rintikannya. “Jika hujan tidak dapat membuatku seutuhnya bahagia, lantas kemana lagi aku harus mengadu?”
Continue reading...
29
Jakarta, 10 Mei 2008 Suara gitar mu indah Sayang… Lirikmu pun buat ku menangis Bagaimana aku bisa memeluk mu? Ucap kata cinta untukmu Atau cium kening mu… Dengan penuh rasa cinta Karena kau ciptakan lirik indah Bagai Untukku Selamanya Kau tak perlu tau Sayang… Aku di sini inginkan kamu Sungguh lagumu cerminanmu Meski tak seindah kamu Lirik lagumu luluhkan hati ku Sampai kapanpun ku tetap sayang kamu Tak perlu kau jawab bahwa kau sayang aku Dengar lagumu di sini pun Hati ku s’lalu tersenyum untukmu
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:00 AM UTC
Sayang . . .
Kudengar adzan berkumandang Ah! Subuh datang Membangunkanku dari istirahat malam Mengecoh mimpi indah malam itu Belum, kubelum siap bangun Tapi semesta mendoktrinku Kuharus bangun dan terjaga Kuiyakan saja mereka Sesaat pagi tiba Kelembutan angin memuaskanku Segar aroma udara memenuhiku Pipit mericau ramai Sesal tak ada dalam benakku Hanya puas dan sentosa Kutak menyesal bangun subuh Aku ingin pagi ini bujur Tiba-tiba sengat datang Tolong! Tolong aku Siang datang mencuri pagiku Aku mulai belingsatan Panas matahari mengantup Aku bergidik Meratap Siang jahat! Aku kutuk siang Namun ia tak mau pergi Ia malah semakin menjadi-jadi Aku hilang kendali Aku marah Kembalikan pagiku! Aku memohon pada siang Aku menangis Bahkan aku bersujud "Siang, aku rindu pagiku" Aku rindu ricauan pipit pagi itu Aku kehilangan angan-angan Novita Olivera.
0
Apr 30, 2016
Apr 30, 2016 at 1:19 PM UTC
Selamat Tinggal Pagi
Sifat jahat kembali lagi Hancur hidup ku saat ini Karena ucapan kali ini Dan aku pun menangis Gerah rasanya hidup ini Aku di sini hanya lirih Apa yang bisa aku akhiri Bila semua takkan terakhiri Akankah ku pergi lagi? Diam tanpa harus bicara lagi? Menangis di malam lagi? Dan mendengar lagunya kembali? Aku kangen Arlonsy lagi Aku ingat Arlonsy lagi Aku menangisi Arlonsy lagi Dan aku mimpi Arlonsy lagi Aku dengar suara dia Aku dengar melodi dia Aku dengar detak jantung dia Dan aku dengar segala tentang dia Aku menangisi dia lagi Aku rindu dia lagi Aku kenang dia lagi Dan aku ingin dia kembali
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:19 AM UTC
Aku Ingin Dia Kembali
Palembang 2 Januari 2012 Mark, Kamu adalah satu-satunya orang yang buat ku kesal sepanjang akhir tahun Membuatku selalu ingin menangis, Bila ku dengar suaramu, Bila ku lihat raut wajahmu Tetapi Mark, Kamu juga orang pertama yang hadir di awal tahun baru Membuatku tersenyum bahagia Membuatku menangis haru
0
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:54 AM UTC
Untuk Mark
Aku tersenyum bukan karena aku sedang senang Aku tersenyum bukan karena aku tak bisa menangis Aku tersenyum karena aku harus terus melihat kedepan Aku tersenyum karena aku sudah tak mampu meneteskan air mata Dan dari senyuman itu kalau kau tahu Akan terlihat beribu rasa sakit yang tak bisa lagi ku gambarkan.
0
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 10:20 AM UTC
Senyum Senja
Palembang, 19 Juni 2012 Apa yang salah pada diriku? Membuka lembaran lama, mengenangmu Menangis lagi, mengingat kamu Membayangkan wajahmu Mengingat raut senyum indahmu Apa yang salah pada diriku? Mencuri bagian hidupmu Menyimpannya di memoriku Apa yang salah pada diriku? Bergerak pun enggan Berjalan pun aku tak mampu Pikiran ini tak terfokus Karena tergenangi kenangan yang lalu Apa yang salah pada diriku? Menunduk bersandar dagu pada lutut Berdoa, meminta pada-Nya Apa yang salah pada diriku? Berucap pun aku tak sanggup Hanya bisa mendengar lagu, dan aku ingat kamu Untuk berbaring lagi punggungku hampir runtuh Duduk pun tak bisa lagi Apa yang salah pada diriku? Melototi layar putih Hanya ada putih Apa yang salah pada diriku? Mata ini tak mau tertutup, tak bisa tidur Terjaga siang dan malam Aku bernafas seakan tak ada lagi udara Aku melihat seakan tak ada lagi hal yang nyata
0
Jun 18, 2012
Jun 18, 2012 at 3:36 PM UTC
Apa Yang Salah Pada Diriku?
Aku berdosa, Telingaku bunuh diri. Sudah baru-baru ini Aku sepenuhnya tuli Aku tak tahu lagi   Apa kata dedaunan Pada tanah yang terantuk lemas dibawah Atau ceracau yang diteriakkan Bunga keparat Untuk mayat dingin si kumbang. Bahkan di restoran tua Yang setiap sela kayunya berdarah dingin, Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan Semuanya hanya tertawa hening lalu mati begitu saja. Dan meskipun duduk menghadapmu Aku masih tak dapat mendengar Suara mengaji jam setengah mati Yang kerap menceritakan Dongeng gelap kita Dari lampau sampai me— La lala la la       lala la lala La la la la la lala            La la la lalala la la La —Lampaui Pemakaman hati yang mati dipancung Di pekarangan rumah tiap senja gulana Yah, baru-baru ini aku tuli Bisu lagi, Mampunya cuma mengumpat dalam tulis. Dan dihadapkan denganmu, Sesekali dalam terkadang Aku anehnya dapat mendengar Serintikan isak tangis yang Sama sekali tidak kita cucurkan Lalu ini semua salah siapa, Kalau aku baru tuli Lalu kamu sudah bisu? Apa memang ini dosaku? Di palangnya tertulis; Nama: Siapapun yang menangis Di sela-sela pengakuan dosa Kematian telinga gila Dan kelumpuhan bibir hambar Kita tiba-tiba melongo, Tuhan tertawa Sabar lagi bahagia, Mengisyaratkan untuk Sudah, ya, Simpul mati saja senyum satu sama lain.
0
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Pengakuan Dosa Penyair Tuli Pada Sebuah Film Bisu
Aku menangis, padahal tak ada yang harus ditangisi Aku tertawa, padahal tak ada yang harus ditertawai Aku berjanji... Tanpa tahu akankah ku tepati Aku bersumpah Tanpa tahu azab apa yang akan ku dapati Keinginan hati hanya mimpi Hati munafik padahal baik Mangapa jiwa ku terbagi? Selalu hadir bergant-ganti Jiwa keras hadir, terluluhkan oleh dia Sesal pun menghampiri Air mata curahan hati Jiwa lembut hadir, tertegur perkataan "MUNAFIK" Mengucap kata meyakini Inilah aku yang asli Mengapa jadi serba salah? Hati ku keras, hati ku lembut Selalu berakhir air mata Bertanya, dosakah aku pada Tuhan? Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:44 AM UTC
MUNAFIK
Palembang, Selasa 29 November 2011 Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan ku Terus menerus berfikir apa pantas tuk mendapatkan itu Bila berdoa saja pun aku selalu bolos Aku yang kata orang tak sadar diri Selalu dan selalu membela diri Memang iya, aku melakukannya sendiri Aku yang sedang-sedang saja Tak pintar, tak menarik pun tak beruang Masih mau bersedekah untuk batin ini juga Aku yang segalanya Segalanya bohong, malas, bodoh Hanya bisa menangis ataupun acuh seperti orang hilang Aku yang masa depannnya suram Tak berani berucap mau jadi apa Kalau mengadu pada-Nya saja aku sungkan Aku yang hidupnya menyedihkan Duduk memangku harapan Menunggu keajaiban Tuhan
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 7:44 AM UTC
Aku Yang Menunggu Keajaiban Tuhan
Hari ku tak tenang Tanpa alun lagu terindah Di pantai sana Bagai tempat ku merana Jeritan ombak bagai mewakili Hati ku yang sedang menangis di sini Risauan burung tanpa henti Bagai raga ku yang terancam Tak akan melihatmu lagi Saat cahaya mentari redup Bagai mimpi ku yang telah berakhir Begitu menyesalnya aku Tak dapat cinta nya Yang pasti akan indah sampai ku mati Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:38 AM UTC
Nuansa Pantai
Kepada Kamu. Kita terlalu sama. Suka menangis diam diam. Kelihatan tegar di luar, padahal hancur di dalam. Ketika kini kulihat tawamu yang terlalu keras, aku tahu bahwa kau sedang tidak baik baik saja. Kau memang ahli bermain peran, tapi tidak di hadapanku. Cobalah hidup jujur terhadap apapun yang kau rasa. Tuhan tidak menciptakan apapun untuk sia-sia. Hidup tidak melulu soal bahagia, tapi juga sebaliknya. Itu kemutlakan yang tak bisa kau tolak. Seperti sekarang, jangan selingkuhi perasaanmu sendiri, menangislah. Sungguh, tidak ada yang salah dengan jatuhnya airmata. Airmata bukan penanda lemah, sebaliknya itu pertanda agar kau tidak lengah. Setiap kita memiliki lukanya sendiri sendiri. Juga, memiliki cara sendiri sendiri untuk memulihkannya. Airmata adalah cara lain kau berbahasa dan mengungkap rasa, ketika kau tak sanggup mengolah kata. Biarkan luka terbawa oleh setiap tetes airmata yang menitik sukarela. Terkutuklah mereka yang percaya ‘anak hebat tidak menangis’ lalu menurunkan kebijakan yang tidak bijak itu pada anaknya. Mereka pasti mati rasa. Izinkan aku menemanimu, tanpa banyak bicara, memberi petuah yang menjemukan, atau bertingkah konyol agar kau tertawa. Aku hanya akan duduk di sampingmu, menemani selama kau mau. Dan sesekali memberi genggaman, untuk menguatkan. Note: bahkan airmata adalah buah tawa, saat aku bahagia bisa menemanimu dan mendengar cerita kegiatanmu seharian.
0
Mar 4, 2015
Mar 4, 2015 at 2:40 AM UTC
Tear
Palembang, 3 November 2011 Aku bersabar . . . Tetap berusaha dengan penuh harap Supaya bisa melihat wajah mereka Mendengar suara mereka Menyaksikan kekompakan mereka yang sangat aku cinta Aku tidak menangis . . Hampir, tetapi ku hapus air mata dan ku pasang senyum bahagia ku tersenyum sesekali, tertawa bersama mereka Aku tidak mengerti bahasa mereka Tapi aku mengetahui yang mereka bicarakan Aku tidak pernah bertemu mereka Tapi aku bisa merasakan mereka sangat dekat Aku tidak mengenal mereka Tapi aku sangat mencintai mereka Dari dulu hingga sekarang rasa ini tak akan berubah Meskipun aku belum beruntung Doa membantuku memberitahu-Nya Bahwa aku sangat merindukan mereka Sekarang,,, Aku sedang memandang mereka Merekam setiap kata, gerak, dan ekspresi mereka Hal terindah yang pernah aku rasakan Terima Kasih Tuhan, , , Hadiah ku datang Created by. Aridea P
0
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 11:57 AM UTC
Hadiah Ku Datang :)
Palembang, 25 Juli 2011 Ketika kita sangat mencintai seseorang, kita akan melakukan apa saja untuk dia. Ketika kita tak bisa bertemu orang yang kita cinta, rasanya sedih sekali hati kecil kita. Ketika yang kita miliki terluka atau diambil orang lain, pasti kita akan merasa sangat marah. Ketika orang-orang yang kita cintai sedih, kita pasti ikut menangis. Ini bukan tentang mencintai satu orang saja. Tetapi semua orang dan benda juga. Perasaan itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang memahami arti cinta sesungguhnya dan orang yang mencoba mengerti arti hidup sebenarnya
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 7:09 AM UTC
Perasaan
Sejak lama ku memulainya Mengotori kertas dengan sebercak tinta Menciptakan puisi yang amat indah Penuh makna akan liriknya Dengan goyangan tangan Jari-jari ku memegang tinta Melukiskan suara hati ku Yang menangis ditinggalkannya Hati ku merintih kesakitan Tergores luka dan tertusuk panah Mengaku hati ku masih mencintanya Meninggalkan puisi cinta hingga menutup mata Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:50 AM UTC
Puisi Cinta
Palembang, 3 November 2011 Sunyi . . . Di luar hujan mereda tinggal rintik Aku duduk terlemas terpaku Otak ku berputar "mengapa ini selalu terjadi kepada ku?" Aku menangis... Aku menyesal... Aku meronta... Di dalam hati Aku bertanya. . . Apa salah ku? Ya, andai aku bisa lebih sabar Allah pasti kan memberiku hadiah Namun tadi aku belum beruntung Aku kecewa . . . Pada diriku sendiri Mengapa tak ku dengar kata hatiku? Seakan inilah takdir ku Tidak pernah beruntung Baiknya, Allah selalu mendengar doa ku "Maafkan aku, boleh ku minta hadiah ku?"
0
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 10:55 AM UTC
Kuhilangkan Hadiah Ku
sore itu dingin. kupandangi tetes-tetes air yang perlahan hinggap di atas permukaan kaca jendela secangkir teh dalam genggaman, berbalut tabahnya menahan rindu. kutunggu kabar namun tak juga kunjung datang duduk di atas kursi teras, menanti suaramu hadir di ujung pesawat. teleponku lagi-lagi kau abaikan, seperti tak pernah sekalipun terlintas minat untuk kau angkat. terlalu sibuk atau apa? biar kunanti lagi bersama rintik hujan. semenit lima menit sepuluh menit dua puluh menit lima puluh menit kutunggu telepon balasanmu namun belum juga kau izinkan aku mendengar suaramu aku diam bersama alunan musik yang dimainkan hujan, air mataku turun biarkan! aku letih berpura-pura merasa tidak sakit hati bersama lantunan rintik hujan, serta guntur yang belum pula lelah bersahutan, pada dunia mereka seolah mengatakan; alam pun bisa menyuarakan air matanya, dan memiliki jeda jujur yang panjang, berhenti berusaha ceria. kemudian aku sadar; seperti alam yang sedang menangis, aku benar-benar letih berpura-pura.
0
May 22, 2016
May 22, 2016 at 7:20 AM UTC
untuk segala hal yang letih berpura-pura
Cinta dulu ku terindah Telah hadir di hadapan ku Dengan lagu indah lirik terdasyat Wajahnya... Suaranya... Membuat roboh semua yang ku topang Badan ku ambruk Air mata ku bocor Dan khayal ku meninggi Lagu di malam ini Sumpah sangat menyentuh qolbu ku Ku rindu lagi... Ku tersenyum lagi Ku menangis lagi... Seperti dulu lagi
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:37 PM UTC
(Minggu, 20 April 2009)
Palembang, Senin 7 November 2011 Bagaikan berharganya air mataku Hanya terjatuh bagi para berlian hatiku Yang sangat berarti bagiku Yang sangat dekat dengan ku Bagaikan rapuhnya hati ini Terasa sesak setiap mengingat dia Serasa ingin mati saja Tak mau lagi hidup jika ada dia Doaku tak sering ku panjatkan Hanya bisikan hati yang sering terngiang Rasaku sudah cukup tak perlu diberitahu Toh orang pun tak mau tahu Selalu minta yang terbaik Sungguh aku menginginkannya Agar tak lagi aku menangis sepi Supaya tak perlu aku berpura-pura Bagaikan tak terjadi apa-apa Padahal hati ini penuh luka
0
Nov 7, 2011
Nov 7, 2011 at 10:30 AM UTC
Air Mata Ku
Jakarta, Minggu 15 Mei 2008 Di sini hanya sesal Ku tak melangkah kepada mu Yang berdiri di padang rumput Tersilau cahaya di pagi hari Meski tak kulihat kamu Mata hati ku menyusuri Tak ingin ku kehilangan mu Walau harus terpisah jauh Tuhan mendengar doa ku Saat petunjuknya hadir untukku Ku hindari tak sengaja Karena dua pilihan menerkam ku Apakah jalan ini salah? Ku menangis penuh sesal Tak bisa melihat kamu yang indah Padahal, hanya satu langkah aku kan sampai
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:43 AM UTC
Sesal