Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"membelai" poems
Palembang, 9 Juni 2012 Kau bagaikan embun di pagi hari Menyegarkan tubuhku dengan sejukmu Merasakan kamu di setiap ku hirup udaramu Kau bagaikan sinar mentari di siang hari Menyelimutiku dengan terikmu Berada di atasku setiap waktu Kau bagaikan udara di sore hari Menyentuhku tak disengaja Membelai rambutku dan aku bahagia Kau bagaikan gelap di malam hari Tak pernah melihat wajahmu Tak pernah bermimpi kamu Kau adalah nafasku untuk hidup Yang selalu ku ingat setiap waktu untuk ku hirup
0
Jun 9, 2012
Jun 9, 2012 at 12:41 PM UTC
Kau Bagaikan
Daniel, Waktu panorama nyata cerah merona Aku termenung dungu Malu, cemas tak pernah begini Atau entah pernah namun kulupa Kala aku berlari menuju hilang Cerah itu muncul, kupikir selesai semua Berpapasan sosokmu, membelai pipimu Ku tak becus Yang terasa dijiwa makin bermakna yang ada dihati makin berarti Tak harap lebih berjumpa denganmu Dimimpiku Dipelaminan Atau dirumah kita nanti Rasa cintamu sudah cukup Sungguh, Terima kasih Buatmu, 2017.
0
Sep 18, 2017
Sep 18, 2017 at 12:15 PM UTC
Buat sayangku, Daniel
Pernah aku melihat sebuah keikhlasan dari gugurnya daun pohon jati itu Relakah dia meranggas untuk menghargai waktu. Pernah aku melihat sebuah kerahasiaan dari kata-kata manis seorang ibu Matikah dia menangis untuk menjadi hantu. Tapi seumur hidup aku baru melihat sebuah kejujuran, dari ujung jarimu Yang membelai untaian benang biru kusut, tanpa keluh Berpeluh namun tak mengenal sendu Lalu apa artinya ikhlas tanpa rela ditengah rahasia tanpa kata dibasuh hujan air mata yang tak jatuh Membasahi rona merahmu *Doa kita sampaikan pada awan Nimbus dan bintang Polaris Berharap, berdua kita mendapati senyap Bersama nyala lilin.*
0
Oct 9, 2016
Oct 9, 2016 at 3:30 PM UTC
Merelakan Senyap
Aku butuh kau Ingin ku merengkuhmu Ingin ku membelai wajahmu Ingin ku menggenggam jemarimu Ingin ku mencium keningmu Merasakan hangat tubuhmu Nafasmu Senyummu Denyut nadimu Kehadiranmu menjadi narkotika untukku Ketergantunganku akan hadirnya dirimu Membuat pikiran ini kacau balau Sakau Hangat tubuhku untukmu Kupersembahkan nyanyian rindu untukmu
0
Jan 26, 2017
Jan 26, 2017 at 5:34 AM UTC
Narkotika ku
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
Hai kamu...ya kamu... Kucingku melihatku maju mengendus Hmmm....kamu mau disayang kah Kataku sambil mengelus-elus kepalanya Errrrr....tertanda gembira Baiklah sayang aku terus membelai Errrrr....kepalanya menengadah Baiklah ku cium kepalamu Hitam warnamu tapi tak sehitam hatimu Sungguh kau laksana anak yang baru Mengerti sedikit, bergerak sedikit Tidak marah atau membuat kesal Kucingku....bicara dari hati ke hati Mengerti mengapa aku menyayanginya Merasakah setiap usapan dan kata2 sayangku kepadanya....
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:23 PM UTC
Kucing hitamku
diamlah kali ini. kau tak perlu menjaga lisanmu agar tak melukaiku kau tak perlu susah payah menahan isi kepalamu agar tidak bocor atau berusaha berpikir, karena aku tau itu bukan hal yang kau lakukan. diam saja, itu saja karena malam ini aku tak akan mencacimu. aku hanya akan duduk. memandangimu membakar semua kecemasanmu diam saja, pejamkan mata. karena malam ini kau cuma butuh rasa yang kubutuhkan juga rasa saat jemari-Nya membelai kepalamu dan mengelus tengkukmu lebih dari rasa hangat. rasa dekat, dan rasa hadir rasa yang membuatmu tak ingin lagi mengangkat kepala.
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:54 AM UTC
Dekat