"melupakanmu" poems
Kau datang di saat ku menginginkanmu
Kau bagaikan menerangi hidupku
Ku tersenyum di setiap waktu
Ku selalu memikirkanmu
Kau menjauh entah mengapa
Ku tersadar bahwa ku yang memulainya
Kau tak sedetikpun berbicara
Ku hanya bisa menyesal
Ku mulai belajar tuk melupakanmu
Ku buka hati ini tuk yang lain
Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata
Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku
Kau menyentuh hidup ku, lagi
Kau buat aku menginginkanmu, lagi
Kau buat aku salah tingkah, lagi
Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi
Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu
Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu
Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan
Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku
Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku
Kau yang menerangi hidup ku
Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu
Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku
Kau...
Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku
Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu
Yang ingin sekali mengecup bibir mu
Kau...
Yang selalu membuat aku gelisah
Yang membuat aku berusaha lebih baik
Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki
Kau...
Tak pernah habis kata-kata untuk mu
Selalu ku puji dirimu
Ku ingin bisa mengatakan bahwa
Aku sangat mencintaimu
I LOVE YOU
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini.
teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini,
selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu.
apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu.
tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik.
aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku.
aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya.
satu hal yang aku minta darimu.
berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah.
selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
Palembang, 30 September 2012
Aku sakit,
bukan karena meridukanmu
tetapi karena kehilanganmu
Aku sakit,
bukan karena kamu tak di sini
namun karena kamu bersamanya
Aku sakit,
bukan karena membencimu
melainkan rindu tuk mencintaimu
Aku sakit,
bukan karena melupakanmu
malah tambah mengingatmu
Aku sakit,
bukan karena foto mu yang ku buang
tapi karena wajah mu yang ku simpan
Aku sakit,
bukan karena menyuruhmu kembali
tetapi membiarkanmu pergi
Aku sakit,
di sini
mengingatmu
sendiri
Sep 30, 2012
Sep 30, 2012 at 2:02 AM UTC
Palembang, 9 Juni 2012
Kau kira aku ini apa?
Seenaknya menampar bayanganku
Mengoceh seakan aku tak pantas
Kau pikir aku ini siapa?
Manusia konyol yang sama sepertimu?
Bukan, aku ini hanya fans mu
Kau pikir aku seperti apa?
Seenaknya membaca pikiranku
Menulis kata yang kau kira tak bisa ku baca
Kau ini abstrak!
Berwujud tapi tak nyata
Ku mengenalmu bukan di dunia nyata
Kau bilang apa?
Ini hanya mimpi?
Tapi kau benar-benar ada
Hanya saja tak ada di sini
Aku ini apa?
Mencintaimu saja aku tak boleh
Tak berharap apapun tak boleh
Aku ini aku
Kamu itu kamu
Kita tak mungkin bersatu
Aku ini aku
Aku bukan kamu
Aku akan melupakanmu
Jun 9, 2012
Jun 9, 2012 at 12:27 PM UTC
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria berdasi merah
Yang mencintai perempuan berambut coklat
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria bertopi hitam
Yang hanya ingin merasakan cinta
Aku bukanlah siapa-siapa
Hanya seorang pria menyedihkan
Yang masih terjebak masa lalu kelam
Aku bukanlah siapa-siapa,
Hanya seorang pria yang masih mencintaimu
Yang tidak akan pernah bisa melupakanmu
Sep 10, 2018
Sep 10, 2018 at 12:29 PM UTC
dan aku kembali memikirkanmu lagi.
disela segala kesibukan yang mengekang jiwa
diantara tumpukan pekerjaan yang seharusnya lebih nyata
terselip dalam lamunan
terbayang di ujung tangan.
aku kembali memikirkamu.
Aku memang tidak seharusnya tinggal diam
kesibukan ini seperti candu
canduku untuk sejenak melupakanmu
walau pada akhirnya aku kembali memikirkanmu lagi.
Mar 9, 2016
Mar 9, 2016 at 4:04 PM UTC
Aku termenung pasrah
Menunggu lelah
Mendapat kabar tak indah
Membuat hati gundah
Waktu pasti akan mengobati hati
Hidup akan terus di jalani
Semakin pahit kehidupan
Semakin banyak perjuangan
Semakin panjang waktu kehidupan
Semakin dalam pengorbanan
Aku hanya akan menatap ke depan
Tanpa memperdulikan masalah kehidupan
Aku hanya akan terus melangkah maju
Tanpa menoleh lagi padamu, wahai masa lalu
Aku tidak melupakanmu
Aku hanya sedikit menapak satu langkah di depanmu
Aku hanya sedikit sibuk dengan dunia baruku
Bukan berarti melupakanmu, wahai masa lalu
Kau guru terbaikku
Mengajarkanku untuk lebih baik di masa depan
Memberiku pengalaman yang tak mungkin terlupakan
Membekaliku dengan keikhlasan dan kesabaran
Kata semoga dariku takkan pernah lekang untukmu
Walau mungkin kau takkan pernah tahu itu, wahai masa lalu
May 5, 2018
May 5, 2018 at 7:59 AM UTC
Pilu dibalik rindu kembali menggebu,
Hujan di bumi sama derasnya.
Kukira aku melupakanmu,
Ternyata hati ini kembali keliru.
Hati mana yang tidak berdetak,
Melihat dua pasang mata seindah samudra?
Ucapan membisukan dari bibirmu,
Sayang, rindumu mengusikku.
Kacau, Hati ini.
Sudah berapa kali disakiti?
Malam dan Siang berganti,
Lekaslah kau pergi.
Pilu dibalik rindu kembali menggebu,
Rintik hujan di bumi sama derasnya.
365 hari berlalu,
Sudahkah kau merindu?
Dec 18, 2019
Dec 18, 2019 at 9:57 AM UTC
Rindu ini terlalu besar,
kadang memberontak, tak tertahan.
Aku berusaha,
aku yakin aku sungguh berusaha.
Namun hingga kini,
suara tawamu masih mengalun merdu
di telingaku.
Bayangmu mengikuti hariku,
Selalu, tanpa jeda.
Melupakanmu merupakan hal yang rumit.
Memori indah terselubung dibalik kata benci.
Jun 24, 2019
Jun 24, 2019 at 4:36 AM UTC