Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mawar" poems
Hidup dengan segala problematikanya sejenak senang sejenak tenang sejenak buram sejenak suram Matahari bawaku cahaya Tapi aku kepanasan Hijab bawaku perlindungan Tapi aku tertutup Pohon bawaku udara Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi Ini baik tapi ini buruk. Lalu hadir kerutan ditengah keningku Melengkapi lipatan hitam mata ini Hasil semua akar-akar pikiran Bola matapun sekarang berfilter Kuingat mawar pemberiannya Gambar persembahan mereka Seluruh tumpahan merah muda itu Tapi tetap saja kabut dari belakang datang Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali - - - Mengapa begini? Terlalu banyak tapi Mengindahkan kebingungan Terbawa kelelahan
0
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Kontradiksi
Diawali dengan udara pukul setengah empat sore yang hangat dan suasana hati yang sedang bagus, aku melihat perempuan itu berada di tamannya yang berantakan. Ya, berantakan kataku. Tamannya, bukan dirinya. Ia duduk di sana, dengan anggun dan cantiknya membibiti bunga bakung dan menyirami bunga krisan. Di sekelilingnya terdapat semak bunga mawar liar dan pohon pinus tua. Pohon itu berbatang tebal dan tampak kukuh, kini ia duduk menyila di bawahnya, berbincang dengan semak lavender di sebelahnya. Ia tidak gila, tapi tampak penyayang dan sangat lembut. Rambutnya yang berwarna gelap itu diterpa angin senja, di atasnya secerah sinar matahari menyeruak dari balik dedaunan membuat wajahnya tampak berkilau. Lihat bagaimana cara matanya mengerling dan lihat bagaimana caranya tersenyum; manis sekali. Itu dia, Qinaani. (Mahesa)
0
Nov 28, 2014
Nov 28, 2014 at 1:53 AM UTC
Bagian I: Bunga Kertas
Sekuntum mawar yang kau berikan Mawar merah dengan segenap tumpahan perasaanmu Hanya sekuntum, tetapi cukup untuk melumpuhkan Cukup untuk melambangkan rasamu Tak ku mengerti, sebenarnya untuk apa kau memuji? Tak ku mengerti, sejujurnya untuk apa kau bermanis-manis? Sungguh, tak ku mengerti untuk apa? Sekuntum mawar yang kau berikan Mewakili perasaan yang membutakan Meskipun rasa dan pikirmu tersampaikan, Hei, tak semua hal memiliki jawaban, bukan?
0
May 10, 2014
May 10, 2014 at 10:55 AM UTC
Jawaban Untukmu
Sepenuh rasa Hati ingin berbicara Bahwa mencintaimu Rahasia terbesar yang kumiliki Kerah bertegak dirimu hadir Sempurna ciptaan Tuhan Memanjakan kedua mata Membungkam mulut dari perlakuan liar Hakikat kemurnian yang sangat dijunjung Bicara keindahan Meluangkan ruang imajinasi Bunga - bunga mawar berterbangan Lukisan manisnya Tersenyum dalam lamunan nya Sudikah engkau mengetahui isi hati Lebih dari yang kau tahu selama ini.
0
Dec 16, 2017
Dec 16, 2017 at 10:37 AM UTC
Lebih Dari Yang Kau Tahu.
Bagi anda sekalian Yang meranggas merana Di pintu sesal, sesegukan, Saya menjual mawar merah meradang; Khusus ditanam untuk menebus dosa-dosa. Hanya dengan seisak air mata dan kepalsuan Anda bisa mendapatkan: 1. Sekuntum bunga jelita 2. Semaksiat dusta terulang 3. Seampun tangis di ujung mata Silahkan memilih salah satu yang Paling ingin di sia-siakan. Semoga memuaskan.
0
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 8:49 AM UTC
Tawaran Untuk Sekeping Dosa
ia membuatku bahagia harusnya aku usah mengeluh ia pernah mencintaiku bagai aku mawar tanpa duri
0
Oct 5, 2014
Oct 5, 2014 at 11:22 AM UTC
apa daya
Setangkai mawar merah Kupersembahkan untukmu Kekasih hati Pujaan hati Dambaan hati Malam hari, suasana yang indah Bintang bertebaran di langit yang menerangi dirimu, kekasih. Alam yang menjadi saksi Bahwa kuungkapkan Cintaku Kepadamu Seorang wanita dipelukan alam. Cinta, kesetiaan, hidupku Kupersembahkan untukmu.
0
Sep 24, 2017
Sep 24, 2017 at 7:44 AM UTC
Dirimu, Kekasihku.
Dari mana kau tahu mawar itu merah Dan melati itu putih? Dari mana kau tahu ruby itu merah Dan kapur itu putih? Dari mana kau tahu api itu merah Dan awan itu putih? Dari mana kau tahu berani itu merah Dan suci itu putih? Darimana kau tahu darah itu merah Dan tulang itu putih? Dari mana aku tahu hatimu merah Jika tiada hitam diatas putih?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:30 AM UTC
DARI MANA MERAH