"makar" poems
May these cold waves be bygones,
May the crops be ripened & harvested,
May your family be full of health.
Happy Lohri to North Indians,
Happy Pongal to South Indians,
Happy Makar Sankranti to all.
Come let us all sit encircling the bonfire,
Come let us all pray by offering peanuts,
Come let us all be blessed with sunlight.
Jan 12, 2014
Jan 12, 2014 at 10:33 PM UTC
3 Maret 1924..
Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu
Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu
Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu
Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti
Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya
Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya
Nabi saw bersabda,
"Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.
Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".
[HR. Imam Ahmad ]
Saudaraku,
Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan,
Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan,
Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian..
Takbir !!
Allahuakbar !
SalamPerjuangan!
#3RDMARCH1924
#melawanLupa
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
Pokloni mi bijelog slona
Bar jednom zavaraj mi intuiciju;
neka došeće crvenim tepihom.
Pokloni mi bijelog slona
U kutiji s balerinom,
neka opjeva joj melodiju pokreta.
Pokloni mi bijelog slona
Makar ne znala što bih s njim,
neka stoji na polici - kraj srca.
Ne poklanjaš mi bijelog slona.
Tvoji su slonovi sivi.
Apr 26, 2015
Apr 26, 2015 at 3:13 PM UTC
mila sedi na wc solji. prebira dlacice po brezuljku. nekako odvratno ali radoznalo trazi one pod zemljom
gusto groblje-guste misli:
dve prodavacice prodaju sok od sargarepe, na smenu- jedan dan jednoj plati jednu cenu drugi dan drugoj drugu. cuti. zakopa to u zeludac. guta vazduh namazan budalom. cuti. plati. popije samar i sok.
na ulici razmazano oker govno, kao kanapei na srebrnom tanjiru.
preskace, obilazi ga ona. preskace, obilazi ga i pas. kisa pada, oker krem gubi gustinu, pas nece pod kisobran juri senke i zapisava skupocene alo tepsije onih kojih se i pauk plasi.
zanoktica o vrh narandzastog jezika- rekapitulacija popisanosti i pogresno usmerene finoce. krv stedljivo iz nokta curi natapajuci nepce a mrmlja da sledeci put ce...
ali verovatno nece. jer ne razume tu gadnu nepravicnost. jer to je samo princip. mozda i hoce. jer princip je i sve.
dopire krik playback narodnjaka- komsija stigao sa posla, investitor umesto izloacije sigurno je kupio dzipa.
masina se centrifugom lansira u orbitu svake sekunde- privezala bi se za nju toaltet papirom....
aman, idi uci.
bolje ces se osecati.
kraj prozora cuje se ono dete sto svira trubu.
makar jos ne moras da trazis posao. eto imas vremena da smislis sta zelis da budes.
na kraju krajeva nemas urasle dlake. i da, auto ti je parkiran divlje pokupice ga pauk sigurno. i nemas dozvolu. kese za govna su u gepeku.
trebas psa izvesti.
sutra kupices sok od sargarepe, po ne zna se kojoj ceni.
rekla bi imas princip a i lenja si.
Feb 5, 2015
Feb 5, 2015 at 4:01 AM UTC
Surya Lights the blazing candle in the sky
and our day begins
on a pillow of clouds my spirit
bows at His vast blue altar
In fact, gods, goddesses, earthlings
and all the inhabitants of the Cosmos
kneel and prostrate at His glorious, life giving Feet
Today Lord Surya ascends to His northernmost
temple in the heavens
Courtly tablas boom, traditional Indian trumpets blare
Sweet sticky aroma and flavors of
sesame and jaggery confection
overflow in banquet halls on earth and in Kailasa
Colorful kites, bits of starry confetti
drift downward from the celestial celebration
David and I, our hands folded in prayer
stand on the front lawn offering our salutations
to the Golden Lord
By Serendipitous good fortune, my brother Chris just happens
to pass by at this moment and stops to join
us in our Sun worship
Happy Makar Sankranti
May Surya Deva's auspicious saffron rays
bless you with Peace, Love and Prosperity
Jan 15, 2019
Jan 15, 2019 at 6:44 PM UTC
Pemerintah Indonesia secara terang-terangan melakukan pemerasan dan perampasan terhadap sumber kekayaaan di tanah Papua. Masyarakat Papua kerap dihalangi dalam menentukan taraf hidupnya, mereka dibenturkan dengan kebijakan yang justru bertentangan dengan kebiasaan hidup masyarakat Papua. Bentuk menghalan-halangi masyarakat Papua untuk bertanggung jawab dan menentukan kehidupannya sendiri merupakan sebuah bentuk penindasan yang ditutupi dengan iming-iming kesejahteraan palsu.
Hal ini hendak menggambarkan campur tangan pemerintah Indonesia dalam mencampuri fitrah ontologi penentuan nasib masyarakat Papua. Hingga kini pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang semakin memperlihatkan penindasan terhadap masyarakat Papua. Mereka dituduh makar, ditakuti-takuti, diteror bahkan hingga dibunuh!
Pemerintah Indonesia layak menyandang julukan "si kejam" atas tindakannya selama ini kepada masyarakat Papua. Pemerintah Indonesia yang dengan kekuasaannya melahirkan orang - orang yg terhempas dari kehidupannya sendiri.
Bagaimana bisa masyarakat Papua memulai kehidupan yang bebas, sedangkan mereka adalah hasil dari kekejaman itu sendiri?
Bagaimana mungkin mereka mendukung suatu tindakan yang membawa mereka kepada kehidupan yang terindas?
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:18 PM UTC
Apa yang terjadi ketika
minyak tanah bertemu api?
Kebakaran.
Itulah yang terjadi pada kami
Saling menghabisi sampai terlalu sering.
Tapi terkutuklah!
Tiada habis-habisnya sumber daya kami,
mungkin baru habis kala reyot nanti!/
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Saat-saat kami melebur
menghasilkan bunga api yang berkobaran—
saling mengadu tinggi lidah api,
hingga disembur air mata
dari mulut sang jawara,
itu lebih berharga dalam sarekat ini
dibandingkan bercokol bagai sahaya di kelas./
Sungguh absurd.
Sepertinya kami harus jauh-jauh
dari lahan gambut,
biar tak ada lagi karhutla bersengkarut.
Sebab Lautan pun
membara dekat-dekat kami./
Tapi
Jangan serius-serius betul lah
Kami lucu benar, percayalah.
Kami lebih suka berkelakar,
daripada diciduk karena jadi makar.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
#ReformasiDikorupsi
Sep 27, 2019
Sep 27, 2019 at 9:23 PM UTC