"mahluk" poems
Poligami itu hukumnya mubah (QS. An Nisa 3) tidak ada thalab (seruan) disana secara jazm (yang menguatkan) untuk disebut berhukum sunnah, ataupun wajib. Dan tidak ada illat ataupun syarat yang menjadikannya wajib ataupun sunah.
Di ayat tersebut ada frase "ma thoba" (yang kalian senangi), jadi disitu Allah memberi pilihan (atas keMahatahuannya Allah atas mahluk-Nya), karena memang mubah itu statusnya "pilihan"
Kalau dianalogikan, seperti orang makan lauk kerupuk. Ada yang suka/memilih makan pake kerupuk, ada yang nggak suka. Bukan berarti yang suka makan kerupuk, lebih terpuji, dan yang tidak suka makan kerupuk, tidak terpuji. Atau sebaliknya.
Dan 'adil' bukanlah illat atau syarat, dibolehkannya seorang laki-laki (suami) untuk berpoligami (menikah lagi)...
Sederhananya begitu cara memahami 'hukum Allah' yang satu ini. Jangan sampai suka dan ketidaksukaan kita terhadap sesuatu membuat kita salah persepsi tentang hukum yang satu ini... Wallahu'alam
========================
Semoga yang baca nggak salah persepsi ya...
Mar 19, 2015
Mar 19, 2015 at 12:57 AM UTC
Mahluk Tuhan yang begitu murni
Menutup diri untuk tak terlihat
Melihat hanya dengan doa
Menggincu disisi akhlaknya
Dusta bahwa dia tiada lain dari sempurna
Dia lah arti kata sempurna
Dusta bahwa dia tidak berjalan dengan arahanNya
Dia lah jalan untuk diriku berpulang
Rajutan luka perih di jiwa
Penyembuh kesepian
Reinkarnasi seorang malaikat
Permata yang paling berharga
Kau adalah jantungku
Berdetak di setiap detik kematianku
Kau adalah darahku
Berjalar renang disekujur tubuhku
Membuatku merasa hidup.
Dec 4, 2017
Dec 4, 2017 at 7:52 AM UTC
Kata itu, sebuah aksara yang dapat tertuliskan hanya dengan tatapan. Dari hati sebuah mahluk yang manusiawi. Tanpanya hati ini mungkin tak berisi. Tak memiliki arti, juga kegembiraan yang selalu ku-nanti
- Aulia Rifqi Ramadhan
Sep 19, 2016
Sep 19, 2016 at 6:58 AM UTC
Imitasi cinta yang disenandungkan dari mulutmu
Ilusi yang kau tanamkan layaknya biopori
Intimidasi yang kau lakukan atas kebebasanku.
Kamu..
Sebuah Monster yang menjadi mimpi terburukku
Mengingatmu..
Memberiku penderitaan dari memori - memori gelap
Kamu..
Adalah mahluk Tuhan yang mampu menghancurkan jiwa para umatNya.
Engkau datang dengan senyum manis
Memelukku
Lalu meremuk diriku
Datang disambut cerah
Menetap disambut gelap.
Kamu
Adalah sebuah
Kutukan bagiku
Sep 27, 2017
Sep 27, 2017 at 1:31 AM UTC
Ketika Allah sudah menjadi ilah
Kepala terasa penuh
Dengan dengki dan amarah
Kepada siapa entahlah
Berpacu hati dan kepala
Kedua bersatu menjadi petaka
Bila tidak segera dicegah
Bencanalah yang berkuasa
Hai...sekalian mahluk
Hiduplah rukun dan merunduk
Supaya Tuhan yang dipercaya
Makin sayang kepada kita
Dec 2, 2016
Dec 2, 2016 at 5:26 AM UTC
Kali ini tentang rasa
Rasa yang kehilangan maknanya
Entah ini putus cinta
Atau patah hati
Aku sudah tidak tahu
Perhatianku tidak ada harganya
Nyamanku mengganggunya
Rasaku dipertanyakan
Sifatku disalah artikan
Entah harus mundur atau pura pura jatuh
Agar dipedulikan
Sakitnya sama saja
Entah menghapus atau mengulang
Apa bedanya dengan tidak mengenalnya
Kabar bukan lagi prioritas
Hanya sebuah kata yang diciptakan semesta
Sekedar untuk merindukan luka dari salah satu mahluk bumi
Untuk apa memperjuangkan sesuatu yang diam
Sesuatu yang tak berjiwa
Sesuatu yang tidak peduli
Sesuatu yang kamu bahkan tidak kenal
Bodohnya, setelah semua ini
Aku masih belum menyerah
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:35 AM UTC
Tentang kamu yang sedang tenggelam dalam ambisimu
Aku disini masih menunggu kabar
Sejenak aku tak ingin memaksa
Tapi hati ini butuh kepastian
Jawab panggilan semesta ini ya
Karena aku tahu batasku
Tidak punya hak untuk meminta
Tidak punya cerita untuk diprioritaskan
Hanya menonton sandiwaramu dari jauh
Bilang bahwa kamu mencoba
Tapi hatimu bahkan tak beranjak
Aku bingung harus bagaimana
Hujan ini terlalu deras untuk diteduhkan
Tolong cepat kembali
Beri hati ini kabar
Ada mahluk yang akan mencurinya
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:33 AM UTC