Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"lupakan" poems
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008 Dulu diary ku indah Sekarang telah ku ubah Tapi, saat gagal bertemu kau Ku satukan diary yang terpisah Sebagai bukti dariku Yang kan ku berikan untukmu Agar kau tau Seberapa besar cintaku Kasih ku t’lah tercurah Berdetik-detik, berjam-jam Bahkan berhari-hari lamanya Semoga dapat kau terima Meski terluka akhirnya Biar ku pergi saja Lupakan kenangan indah Dan yang paling menyakitkan Tapi, takkan ku biarkan Diary ku berubah indahnya
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:42 AM UTC
Diary
Terbayang akan wajah mu Saat pertama kau tersenyum kepada ku Tubuhku terasa diam terpaku Tak terucap sepatah kata dari mulutku Di hadapanmu dulu Ku sesali saat ku keluh Keinginan untuk bersamamu Kini hancur bagaikan debu Betapa hancurnya hatiku Berkeping-keping saat kau tinggalkan aku Yang ku mau kini selalu Jangan pernah lupakan aku
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:10 AM UTC
Jangan Lupakan
Jakarta Senin 7 Mei 2007 Suatu ketika tak sengaja Aku terbayang seseorang Yang indah dengan senyuman Sejak itu pun Aku mulai menulis kata-kata Dan aku rangkai Sehingga menjadi kalimat-kalimat yang indah Itulah puisi yang akan kupersembahkan Hanya untuk dirinya Di suatu tempat terindah di langit sana Betapa senangnya hati ku T’lah ku sampaikan isi hati ku Lewat puisi yang indah Yang tak pernah ku lupakan sepanjang waktu
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:49 AM UTC
PUISI
(Palembang, 28 Oktober 2015) Halo, Halo?? Aku bilang, Halo Lihat aku! Aku sedang berkemas. Kemas hati yang telah meleleh karena kata-katamu. Berantakan, Berceceran di lantai hingga menghalangi perasaan ini tuk hilang. Halo~~~ Aku cukup gagal memperbarui hati yang pernah bahagia. Hati yang pernah merona-rona ketika dekat denganmu. Hati yang selalu merindu ketika jauh darimu. Coba lihat hatiku sekarang ini! Rusak, Parah~ !! Tak bisa ku perbaiki. Halo lagi, Tanggung jawab atau kau akan aku lupakan selamanya! Tak percaya lagi denganmu. Halo, ini yang terakhir kali. Aku pergi tanpa membawa hati.
0
Jan 6, 2016
Jan 6, 2016 at 9:31 AM UTC
Halo
Jakarta, Rabu 2 Mei 2007 Suatu malam menghampiriku Menjadi malam yang indah bagiku Dihiasi taburan bintang di malam itu Tiada bisa ku lupakan hal itu Malamku penuh mimpi Terlihat manisnya wajahmu Yang menghiasi mimpi burukku Yang menghilangkan rasa takutku
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:51 AM UTC
Malam
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009 Tahun baru t'lah berlalu Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku Terasa sedih awal kehancuran Yang kan menimpa awal hidupku Bulan pertama t'lah berlalu Terlihat kesibukan dalam hidupku Hingga ku lupakan kewajibanku Amarah pun datang dari Ibu Ku merasa bersalah.. Tapi... Tak terasa ada salah Bulan ini penuh derita Februari sumber derita Ku harap di esok kelak Ku bisa terlepas dari derita Ku tak ingin menderita Ku rela awal ini saja menderita Created by. AP
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Awal Februari Derita
Siang ini, jam tidak berputar terbalik Angin juga memutuskan untuk Berhembus ke satu arah saja Burung jalak di hening mulai menyanyi Berlagak galak Dan merapal sebuah lagu Hanya rerumputan yang lupa Tajamnya kidung mentari Pikirnya, Sakit tak akan membakar borok Yang dimiliki Apabila tak dirasa Lupakan saja, Jangan buat lagu apapun lagi Untuk mentari Biarlah ia murka sepuasnya Siapa tahu rumput Barangkali sedang impikan hujan Yang tak kunjung lebur Dalam lubuk hatinya Aku ingat kau pernah Beralasan: Aku tak mungkin berdiri Di bawah mentari, Dalam nadi dan degupku Mengalir bulir hujan Terlampau Getir dan gelap
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 3:38 AM UTC
Harap Dapat Memperindah Borok
Dahulu ku punya cerita Tentang aku dan juga dirinya Ingin ku akhiri saja Meski menyakitkan Hati ku selamanya Baik ku lupakan saja Kau bahagia dengan nya Tak usah bertemu kita berdua Meski menyakitkan Hati ku selamanya Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:36 AM UTC
Akhir Cerita
Di antara lukisan itu ada matamu Mengejek keji debu seronoh Yang tutupi keabadianmu Tanpa sewujud tubuhpun Di antara lukisan itu ada matamu Mencoba lupakan rasanya Haus ratapan Tanpa air mata Di antara lukisan itu ada kasihku Tercampur dengan bebatuan Yang menghamburkan diri Tanpa rasa malu Diantara lukisan itu ada rambutmu Yang terlihat indah dalam diam Membungkam derita Tanpa sepatah hati Di antara lukisan itu, tangismu lah Yang kugambar dalam tawa Sisanya kuumpat dalam mimpi Tanpa secercah harap
0
Dec 22, 2015
Dec 22, 2015 at 12:00 AM UTC
Pada Lorong Sepi Galeri
Lupakan luka itu Memori usang telah berubah menjadi debu Aku memang pernah merasa kecewa Semesta bahkan tahu Tapu Sadarilah bahwa ada sesuatu yang hilang Sekarang aku jatuh ke dalam perasaan abstrak Aku tak tahu kemana takdir akan membawaku Sampai akhirnya kamu mendekat Aku tak bisa menjadi kekasihmu Jujur pada diri sendiripun aku tidak mudah Karena aku terlalu sibuk, Sibuk untuk pura pura tidak mengenalmu Mencoba terus mengabaikanmu Sebenarnya kali ini aku tidak bisa mengenali diriku sendiri Tapi aku tidak butuh bantuanmu Aku memilih untuk terjebak dalam kegelapan, di tempat persembunyianku Menyembunyikan perasaan rahasiaku Aku sama kuatnya dengan egoku Aku memang pengecut, aku cukup tahu itu Aku tak tahu sampai sekarang atau nanti Sampai sekarang atau nanti
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:36 PM UTC
Rasaku
Kini kamu bukan hanya berdiri di atas kaki sendiri Melampauinya- kamu berani berdiri di atas permukaan laut yang hitam dan muram Menyelaminya dalam-dalam tersedak-sedak air asin mendesak-desak ruang dengan gelagat cemas sambil menderit-derit seperti mesin berdesing Dan aku bangga melihat mu mampu bahkan mulai menantang batas-batas ruang dalam waktu yang berkelebatan Maka terbanglah, kawan ku! Terbanglah-- karena luas laut tak mampu membendung derai hasratmu Terbanglah jauh karena dunia taksabar menantimu Terbanglah dan lupakan lautan itu Lautan yang selalu kau kutuk: Sialan bila malam datang dan pagi enggan kau jumpai Maka lupakan ia lalu Terbanglah sekarang juga!
0
Sep 18, 2019
Sep 18, 2019 at 8:57 PM UTC
Terbang
Lari dan lompatlah setinggi yang kau bisa, agar kau jatuh di tempat yang layak kau perjuangkan. Bahkan jika bumi menarikmu dengan gravitasinya, jangan ragu melawan, teruslah melompat. Selama harapan masih bersemayam di dada, tak ada yang terlalu sepele untuk diperjuangkan. Terlebih, jika itu membawa kebaikan, maka berlarilah, melompatlah dengan keyakinan. Lewati batas, tantang ketinggian, namun ingat, kita manusia, tak selamanya di ketinggian. Karena itu, jangan lupakan daratan, tempat di mana kaki berpijak, dan diri menemukan keseimbangan.
0
Mar 27, 2025
Mar 27, 2025 at 2:23 PM UTC
Melompati Ketinggian
Perasaan terkadang kamu anggap mainan Seperti bola yang dioper pada kawan Kamu memberi ruang agar tenang Iya, kamu yang tenang dan senang Dapat mendekati siapapun tanpa peduli Perasaan yang pernah kamu titipkan Atau sekedar kamu jatuhkan Untuk melihat dan membohongi dia Dia yang sungguh-sungguh ingin hatimu Kalau kamu masih ingin bermain Ayo kita lakukan Aku masih ingat caranya Berapa lama pun itu, ayo bermain saja Jadi hatimu tidak akan kupertanyakan lagi Kita lupakan rasa Kita lupakan tentang kenangan
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:50 AM UTC
Bermain dengan rasa