Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"lukisan" poems
voice over: Atlas Ketika langit mengubah rupanya menjadi senja sewarna matahari tenggelam, kuajak Venus duduk di kafe tak jauh dari stasiun. Perjalanan hari ini cukup lelah, meskipun pengamatan kami berjalan lancar. Tapi, aku selalu berharap anggota kelompok kami lainnya lebih sering ikut bergerak agar kami tidak selalu pergi berdua. Museum yang kami kunjungi kali ini adalah museum seni, yang kuduga salah satu hal yang amat Venus hargai. Ia penikmat karya seni. Matanya terus memandang takjub karya-karya yang kebanyakan orang tak pahimi apa maknanya, namun Venus menatapnya seolah barang yang dilihatnya ialah nyata. Kau tahu, memandangi seorang perempuan berambut gelombang sepunggung, yang bertinggi badan hanya sehidungmu, rahang tegas, alis yang tebal, memandangi karya-karya seni di hadapannya dengan tatapan antusiasmenya; bukankah ia definisi seni yang sesungguhnya? Yang paling nyata di depan mataku? Dan, kemudian ia menoleh, tersenyum saat sadar aku memandanginya dari belakang. Ia mengatakan sesuatu, "Atlas, lihat sini! Lukisan yang satu ini benar-benar indah." Dan, setelah 3 bulan meragukannya, sekarang aku yakin; aku menyukainya, sangat menyukainya, saat kurasakan Venus adalah seni yang lebih indah, terindah.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:51 AM UTC
daydreaming part 1: keajaiban seni yang paling nyata
*Mata biru tersinggung Ia berputar berkali-kali Bibir berucap tidak nyaring namun pasti Bergetar, konstan Gerak geriknya menandakan ada sesuatu "Hari ini selesai," katanya Aku lega beranjak dari kursi Menatap lukisan mata biru sendu aku merintih Ia menyalang berpihak Katanya ingin mengemongku Nian tak enak hari ini Tidak cukup panas untuk berjemur Juga tak cukup dingin tuk tidur Seakan ini waktu yang sempurna untuk bekerja Enaknya membaca buku atau menyanyikan lagu Namun Tetap saja Kemanapun aku pergi Sejauh apa aku melangkah lukisan mata birulah kian kutuju*
0
Oct 8, 2016
Oct 8, 2016 at 11:43 AM UTC
Lukisan mata biru
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
Kuharap ingatanku tidak Berjalan mundur perlahan Dengan keteguhan Lalu berdiam Melebur Hancur Seperti Jam Jam Di Ran Ting Ranting Lukisan Dali Kuharap aku Disalib Melayang Tanpa Lihat Duka Mu Hantu-hantu Vermeer Dalam Ruang Ter Tutup Menjelma Meja Menopang Detik Demi Detik Dali, Mungkin begitu Seru dunianya Tanpa kau di dalam sana
0
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 9:06 AM UTC
Ingatanku Bukan Salvador Dali
Sepenuh rasa Hati ingin berbicara Bahwa mencintaimu Rahasia terbesar yang kumiliki Kerah bertegak dirimu hadir Sempurna ciptaan Tuhan Memanjakan kedua mata Membungkam mulut dari perlakuan liar Hakikat kemurnian yang sangat dijunjung Bicara keindahan Meluangkan ruang imajinasi Bunga - bunga mawar berterbangan Lukisan manisnya Tersenyum dalam lamunan nya Sudikah engkau mengetahui isi hati Lebih dari yang kau tahu selama ini.
0
Dec 16, 2017
Dec 16, 2017 at 10:37 AM UTC
Lebih Dari Yang Kau Tahu.
Di antara lukisan itu ada matamu Mengejek keji debu seronoh Yang tutupi keabadianmu Tanpa sewujud tubuhpun Di antara lukisan itu ada matamu Mencoba lupakan rasanya Haus ratapan Tanpa air mata Di antara lukisan itu ada kasihku Tercampur dengan bebatuan Yang menghamburkan diri Tanpa rasa malu Diantara lukisan itu ada rambutmu Yang terlihat indah dalam diam Membungkam derita Tanpa sepatah hati Di antara lukisan itu, tangismu lah Yang kugambar dalam tawa Sisanya kuumpat dalam mimpi Tanpa secercah harap
0
Dec 22, 2015
Dec 22, 2015 at 12:00 AM UTC
Pada Lorong Sepi Galeri
Denganmu Seakan kenyataan berlari - lari Imajinasi menghanyutkan diri Membuat mimpi sempurna Menjadi diriku yang sebenarnya Membuat dirimu tempat ku berpulang Seakan dunia berhenti sejenak Memberiku kesempatan untuk melihatmu Suatu keindahan yang mampu merajut rindu Lukisan yang berharga akan dirimu Lagu romantis yang merdu Menjadikan arti dari dirimu.
0
Oct 21, 2017
Oct 21, 2017 at 11:04 AM UTC
Denganmu.
Rasa rindu yang membunuh. Indah kononnya. Pernah aku berhenti mendongak ke langit. Melihat indahnya sana. Lukisan dunia bukan buatan manusia. Namun, aku lupa. Sesungguhnya cinta manusia itu tak kekal mana. Aku alpa akan rindu aku padaNya, Yang satu itu, Pemberi Cinta.
0
Nov 27, 2014
Nov 27, 2014 at 3:04 AM UTC
Cheenta
Tubuhmu seperti lukisan abstrak— Tapi aku ingin tetap melihat. Disana, mungkin aku bisa menemukan sesuatu; Sesuatu yang membuatku singgah Seperti memori indah.
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:07 AM UTC
Kamu