Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"logika" poems
Opgedra aan ‘n kind wat gebliksem moet word. Deur: Desperaatheid en vrees Jy klim in en uit die ***** van bestaan, beide die rede vir liefde en die kind wat sy baar. Jy is ‘n drievoud van godelike hervertellings , want wie kan regtig liefde in ‘n enkel sin verhaal? Geminag , die seun van liefde en haat - jou einste bestaan ,van die vroegste paradoksale meesterstukke. Verewig , verewig tot ‘n kind tussen die Groottes wat blindlings onder jou boogpunt swik. Vir elke nasie ‘n ander droom Vir elke geloof ‘n ander naam en Vir elke mens ‘n ander god. Amor , oh Amor! Die sinnebeeld van liefde wat die mendsom verbly , maar Eros jou ramkat jou hupse hygelbek! Jou erotiese aanraak! (die begeer ek) En ek? Met my koker van lig en van goud, wat hulde blyk en bou en bring maar bestorwe le voor my Laurel oor ‘n lood-stomp pylpunt vir haar ‘n treuerlied sing! Amor, Amor word wakker! My son le liefdeloos in my bros hart , wat instaan teen logika – sterk op die oorlogspad! Jy wat na my heuning reik -met honger hande vieslik gryp en ek wat jou met angel steek in desperaatheid jou nat vel breek… “Oh moeder”, roep die wetter na bo vir die planete om aan te **** “Oh moeder, Oh liefde “ ,spat die sot se treur, “ *** kan so bietjie , so klein – so seer!” En die heumel druis soos die moeder lag haar humor eg , maar haar woorde sag: “ My naakseun, my hinksperd My fallus met vlerke! Jy ,nog ‘n roosknop. gaan ook so te werke! Aanvaar die poëtiese justitie Stil nou liefstetjie Lamtietie Damtietie …” Amor, Amor! Weerstaan tog skoonheid se wieggelied en wees my genadig! Begunstig my ten einde laaste , selfs vader tyd is verveeld met die son se enkelpad! *** lank nog wil jy sluimer? Amor, Amor! Tel weer op jou leisels en bring liefde op die wind my wereld lê in afwagting vir die dolfyn en sy kind! Wees my genadig, Amor! Deurboor my leemte met goud, ,want die bringer van lig is slapeloos en my hart is droewig en koud. Oh Amor, Amor! Ek weet jys nog jonk, maar *** speel jy dollos met lewe se vonk… Amor, Amor! Word wakker! Amor…
0
Dec 22, 2014
Dec 22, 2014 at 2:56 AM UTC
Amor, Amor!
Opgedra aan ‘n kind wat gebliksem moet word. Deur: Desperaatheid en vrees Jy klim in en uit die ***** van bestaan, beide die rede vir liefde en die kind wat sy baar. Jy is ‘n drievoud van godelike hervertellings , want wie kan regtig liefde in ‘n enkel sin verhaal? Geminag , die seun van liefde en haat - jou einste bestaan ,van die vroegste paradoksale meesterstukke. Verewig , verewig tot ‘n kind tussen die Groottes wat blindlings onder jou boogpunt swik. Vir elke nasie ‘n ander droom Vir elke geloof ‘n ander naam en Vir elke mens ‘n ander god. Amor , oh Amor! Die sinnebeeld van liefde wat die mendsom verbly , maar Eros jou ramkat jou hupse hygelbek! Jou erotiese aanraak! (die begeer ek) En ek? Met my koker van lig en van goud, wat hulde blyk en bou en bring maar bestorwe le voor my Laurel oor ‘n lood-stomp pylpunt vir haar ‘n treuerlied sing! Amor, Amor word wakker! My son le liefdeloos in my bros hart , wat instaan teen logika – sterk op die oorlogspad! Jy wat na my heuning reik -met honger hande vieslik gryp en ek wat jou met angel steek in desperaatheid jou nat vel breek… “Oh moeder”, roep die wetter na bo vir die planete om aan te **** “Oh moeder, Oh liefde “ ,spat die sot se treur, “ *** kan so bietjie , so klein – so seer!” En die heumel druis soos die moeder lag haar humor eg , maar haar woorde sag: “ My naakseun, my hinksperd My fallus met vlerke! Jy ,nog ‘n roosknop. gaan ook so te werke! Aanvaar die poëtiese justitie Stil nou liefstetjie Lamtietie Damtietie …” Amor, Amor! Weerstaan tog skoonheid se wieggelied en wees my genadig! Begunstig my ten einde laaste , selfs vader tyd is verveeld met die son se enkelpad! *** lank nog wil jy sluimer? Amor, Amor! Tel weer op jou leisels en bring liefde op die wind my wereld lê in afwagting vir die dolfyn en sy kind! Wees my genadig, Amor! Deurboor my leemte met goud, ,want die bringer van lig is slapeloos en my hart is droewig en koud. Oh Amor, Amor! Ek weet jys nog jonk, maar *** speel jy dollos met lewe se vonk… Amor, Amor! Word wakker! Amor…
Continue reading...
72
Gadis itu pulang dengan kepingan jiwanya Berusaha untuk menahan segala rasa sakit Semua ia simpan rapat-rapat walau tersirat dari matanya Ia menghempaskan badan diatas tempat tidur Sambil sesekali memijat keningnya, berharap rasa sakit tak akan hinggap kesana. Lalu ia berusaha tak mengingat-ingat semuanya Berharap entah bagaimana caranya agar ia mematikan perasaannya Dalam hati ia bertanya "kapan terakhir kali kau bahagia?" Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan itu Ia hanya menatap langit-langit kamar  sambil tersenyum pahit. "Yah, begitulah realita hidupmu. Tersiksa karena jatuh berkali-kali untuk orang yang salah" Otaknya berbicara pada hati yang masih kukuh membela perasaan yang ia punya Ia tak bisa lagi menampik bahwa kepala dan hatinya setelah ini tak akan pernah ada di kubu yang sama Karena kelalaian hatinya lah ia berada disini sehingga logika menghukum hati itu, menutup pintunya rapat-rapat dan menenggelamkan kuncinya kedalam samudera pemikirannya. Suara hujan mengiringi gadis itu Tak terasa satu demi satu tetes air mata mengalir Ia hanya bisa memejamkan mata dan berkata "Aku sudah tak punya hati lagi"
0
Dec 14, 2015
Dec 14, 2015 at 7:09 AM UTC
Hujan Desember
ia telah berusaha menjadi sesuatu yang berguna bagi orang-orang terdekatnya ia membasuh kepalanya yang penuh dengan keringat dan menuangkannya di sebuah mangkuk, dan ia menyuruh orang yang ia sayangi untuk meminumnya ia meminum air kebahagiaan, sebuah benda cair yang sangat ia tunggu. ia kembali pergi untuk melakukan tugasnya menemukan logika dan akal pikiran. ia akhirnya temukan di tengah lautan. ia lepaskan jangkarnya kedalam air. ia melompat dari perahu kecilnya, menyelam ke dalam lautan jiwa. dari jauh ia temukan sebuah cahaya kecil. cahaya tersebut tersenyum. ia yang bersemangat berenang semakin cepat. hingga akhirnya ia temukan logika dan akal pikirannya hanya sebuah…. cinta.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:41 AM UTC
Selami Logika
Pernahkah kau bertanya, seakan kau benar-benar ingin tahu? Apa itu resah? Mengapa ada salah? Dimanakah tuan rumah? Siapakah pemilik masalah? Kapankah semua musnah? Atau, Kau benar-benar peduli soal logika? Dan berhenti percaya? Soal keajaiban Yang dulu kau harapkan? Kudengar darimu hanya dusta-dusta Tentang mitos orang tua Kau gigih bertapa, atau apalah namanya Cobalah renung dalam dungumu Yang kau sembah dengan ragu Inilah aku, sang atheis Bertuhan tanpa rengek, dan tangis
0
Apr 8, 2016
Apr 8, 2016 at 7:42 PM UTC
Atheis
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
bilanya cinta rebut logika pun buah mengkudu dikata tebu bilanya cinta rasuki jiwa sepiring nasipun selalu ada bayang dirimu
0
Aug 24, 2019
Aug 24, 2019 at 9:08 PM UTC
iyakah ?
Tulisan tanganmu Surat darimu Membuat ku terbangun dari mimpi indah yang panjang Kutarik simetris bibir ini Tak sanggup Ketika kucoba menampakkan raut bahagia Tak bisa Hati ini terus menjerit Menangisi segalanya Menerjang batas logika Emosi seorang wanita
0
Jan 5, 2017
Jan 5, 2017 at 3:00 PM UTC
RASA
Hal terindah yang akan kau kesali Sakit terperih yang akan kau rindui Tragedi yang akan kau ulangi Irama merdu yang akan kau benci Buku suci yang akan kau nistai Dosa besar yang akan kau tekuni Logika yang akan kau tinggali Emosi yang akan kau hamburi
0
Mar 9, 2020
Mar 9, 2020 at 2:26 PM UTC
Apa itu Cinta?
Terhampar dan berserakan ke segala penjuru, harap dan segala bentuk kejahatan yang diperbuatnya. Begitu berani, konyol dan tak tahu malu. Mengambil tempat semaunya di ruang hati—tanpa permisi, menebas nyawa logika. Menuntun karsa menuju pemakaman terakhirnya. Mengubur rasa hingga lagi 'tak mampu mencercah cahaya. Sikap harap begitu manis, sampai 'tak sadar ada kuasa diri yang teracuhkan dan teraniaya. Sifat harap adalah antagonis, manusia-lah yang menolak percaya.
0
Feb 22, 2021
Feb 22, 2021 at 10:45 AM UTC
ADIKSI AMBISI