Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"letupan" poems
Ketika kerinduan mengumpul jadi satu Menciptakan letupan bernada Berdesir mengikuti melodi hati Mencari tahu siapa gerangan yang dirindukan Bulan menemani dalam sunyi Dewi malam memetik harpa Memainkan lagu kerinduan Jantung ini milikmu Hati ini untukmu Tak kan kubiarkan kau berpaling Wahai gerangan yang kurindukan
0
Dec 24, 2016
Dec 24, 2016 at 10:38 PM UTC
Merindu
Matanya yang kalap di kotak menghampas debur debu dari atap ke puncak dahan. Menutup temaram lampion. Berusaha menampik getar di dada yang telanjang. Itu-kini sampai kesekian lintas kelokan. Terlewati. Enam uang logam terbuai lendir lintah saat kududuki kursi tak ubahnya senjakala & engkau sadar. Berdiam & terus bungkam menunggu henti nyanyian puan nun sumbang berkaca daku yang terpasung, itu di abu letupan yang mencandu hujam asam & melulu jadi bisu-kita. Di renda setengah tertutup/ semua orang sudah tahu. Perihal hening yang memang tak pernah membuah harap. Hilangnya alkisah kemuning pala kambing yang enggan memerah. Walau bertumpu akan cita dalam almanak musnah-karam / tiada henti di jaga oleh wajah-wajah muram; di garis vertikal di persegi dua dimensi/ hitam pun segitiga/ jajar genjang & semut kita mengerubung oval. Seraya penonton menyilang dua lengan di dada di lingkar rafia sementara ini semakin terasa di Kursi. Meja. Cangkir. Jendela. Cat. Kuas & Tv. Lentera. Buku. Radio. Senter /beringin di jiwa.
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 3:46 PM UTC
menggiling mesin-mesin
Andaikan aku dirimu Akan kulangkahkan kakiku keluar pintu Melayang seringan bunga kertas Kan kupenuhi hari-harimu dengan warna indahku Andaikan aku dirimu Akan kujelajahi setiap sudut kota Kutelisik namamu di papan-papan pengumuman Kucari wajahmu dalam setiap poster iklan Kan kuceritakan padamu hargamu bagiku Sambil mengantarmu pulang ke rumah Andaikan aku dirimu Aku akan berkawan dengan malam Kutangisi bintang-bintang jauh yang berpendar lemah Kemudian kupeluk rembulan dengan erat Kurayu agar ia mau menyinari jendela kamarmu Dan sinar lembut sewarna perak menerpa wajahmu Indah menemani kau yang terlelap Andaikan aku dirimu Jikalau nanti kau tak melihat diriku Aku sedang mencari pulau yang tak dikelilingi air Biar kuisi dengan lautan kembang api Agar kau menyaksikan letupan-letupan rindu penuh warna Merasakan jarak indah yang menyiksa
0
Jan 31, 2018
Jan 31, 2018 at 10:21 AM UTC
Teori Galaksi