"kucoba" poems
Tulisan tanganmu
Surat darimu
Membuat ku terbangun dari mimpi indah yang panjang
Kutarik simetris bibir ini
Tak sanggup
Ketika kucoba menampakkan raut bahagia
Tak bisa
Hati ini terus menjerit
Menangisi segalanya
Menerjang batas logika
Emosi seorang wanita
Jan 5, 2017
Jan 5, 2017 at 3:00 PM UTC
Maafkan aku suka
Lembut namun menggoda
Senyum manis kutatap lama
Ingin kumiliki walau sementara
Maafkan aku suka
Tak biasa dan tanpa sengaja
Indah walau sedikit memaksa
Beda tipis cinta dan keras kepala
Maafkan aku suka
Harumnya membuat terlena
Kucoba lupa namun tak kuasa
Wanginya mengajak berdansa
Maafkan aku suka
Sosoknya menjadi candu seketika
Selalu kucari entah ke mana
Selalu terbayang kapan saja
Maafkan aku suka
Di atas kertas tampak nyata
Kalian tak mengerti tak mengapa
Walaupun menyiksa
Dia tak perlu membalas suka,
Apalagi cinta
Feb 7, 2018
Feb 7, 2018 at 12:36 PM UTC
Terlalu banyak yang ingin tumpah
kucoba baris tapi tetap saja membuncah
berusaha aku memendam
tapi ada legam yang tak mau redam
entah wujudnya apa
tak ada sengaja kuminta adanya
kuingin dingin tapi yang kubuat malah api
tetiba lupa pada semua hangat jemari
sampai angin malam menumpuk rindumu lagi
dan mendera napasku lagi
pantaslah kau marah, mungkin saatnya ini aku bebenah
mencari maaf sebelum senja memerah
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:36 AM UTC
lagi, ingin ku menyalahkan takdir yang menyeretku kaki demi kaki
saat kusadari, kaulah hening yang tercipta di setiap kata sunyi.
ku harap kau yang ada di sini, jiwa dari tempat yang tiap hari kita datangi.
kali ini hanya ada suara jangkrik yang kegirangan
karena aku mulai terhanyut sepi.
kucoba abaikan tapi ada kosong yang selalu mengajakku kembali
“sini menangis lagi, aku tau kau tak sekuat ini”
tak apa, malam nanti kita akan bersua
dalam malam yang enggan berdusta
kuharap aku sedang mati,
tapi hanya terdengar ejekan raungan knalpot mobil yang tak peduli.
-“Aquarium kaca”, 17 April 2017
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:45 AM UTC
penuh sesak dan sakit,
yang kini kucoba hadapi ternyata bukan sekedar itu.
bukan sekedar melepaskan diri dari cinta duniawi,
tapi perihal sebuah kerelaaan.
perihal menciptakan ruang kosong penuh kepasrahan dalam hati.
yang memang, tak akan ada yang mengerti
kecuali Dia, Ilahi Rabbi
bukan pula sekedar siksa rindu yang kurasakan sekarang
tapi untuk bisa berjumpa, dan bersama di waktu mendatang
karena visioner bukan hanya mampu menyusun apa yang ada didepan
tapi dimulai dari bisa membedakan, mana yang sementara mana yang dibawa ke bilik kuburan
dan karena kaya bukan hanya perihal harta
tapi seluas apa hati kita bisa ikhlas hingga lapang
dan pasrah bukan cuma perihal kata
tapi seberapa ingat kita berserah tiap kali cobaan datang.
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:52 AM UTC