Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"ketulusan" poems
*at the end of the ticking time that rushing .. i contemplate the expanse of despair that has passed .. at the junction of desire that embroider serene ... my hopes are pinned hard petrified .. as i trudged up the ladder of life .. you bolster me in order to stay ahead .. when i am tired to hit hardest desire .. you wash my sweat with exuberant embrace.. when i get wounded by the sharp of blade  of era .. you wrapped me with sincerity .. there's no string of words that look beautiful to me, i spit all over the rhymester while reading pen script from your conscience .. there's no shade of voice that sounded good to me, i throw up the whole commercial hypocritical preacher when  hear advice  from your sincerely .. if the shape of the grateful is exist, then i will chisel your figure in a stretch of horizon .. if a form of sincerity can be visible to the eye, then i will paint your smile in the court of canvas twilight .. my polite to my friend my angel, i ask god,  salvation for you .. i ask the cause of prime  substance , health for you.. because your happiness is an honor for me ..* -the poetry is dedicated to a sincere friend of mine, Ha- ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ sahabatku malaikatku dipenghujung waktu yang berdetak laju.. kurenungkan hamparan asa yang telah berlalu.. dipersimpangan keinginan yang menyulam syahdu... kusematkan harapan yang keras membatu.. saatku tertatih menapaki tangga kehidupan.. engkau papah aku agar selalu terdepan.. saatku lelah menghantam kerasnya keinginan.. engkau basuh peluhku dengan rimbunnya dekapan.. saatku terluka terhunus tajamnya pedang roda jaman.. engkau balur perihku dengan sejuknya ketulusan.. tiada untaian kata yang terlihat  indah bagiku, kuludahi seluruh pujangga  saat membaca  torehan pena aksara nuranimu.. tiada keteduhan suara yang terdengar merdu bagiku, kumuntahi seluruh pendakwah komersial nan fasik saat mendengar tausyah tulus darimu.. apabila bentuk dari  bersykur itu ada, maka akan kupahat figurmu dihamparan cakrawala.. apabila wujud ketulusan itu dapat terlihat mata, maka akan kulukis senyummu dipelataran kanvas senja.. santunku untuk sahabatku malaikatku, keselamatan bagimu kupintakan pada Penciptaku .. kesehatan bagimu kumohonkan pada Dzat penguasaku karena kebahagianmu merupakan kehormatan bagiku..
0
Dec 31, 2013
Dec 31, 2013 at 7:34 AM UTC
friend of angel
*at the end of the ticking time that rushing .. i contemplate the expanse of despair that has passed .. at the junction of desire that embroider serene ... my hopes are pinned hard petrified .. as i trudged up the ladder of life .. you bolster me in order to stay ahead .. when i am tired to hit hardest desire .. you wash my sweat with exuberant embrace.. when i get wounded by the sharp of blade  of era .. you wrapped me with sincerity .. there's no string of words that look beautiful to me, i spit all over the rhymester while reading pen script from your conscience .. there's no shade of voice that sounded good to me, i throw up the whole commercial hypocritical preacher when  hear advice  from your sincerely .. if the shape of the grateful is exist, then i will chisel your figure in a stretch of horizon .. if a form of sincerity can be visible to the eye, then i will paint your smile in the court of canvas twilight .. my polite to my friend my angel, i ask god,  salvation for you .. i ask the cause of prime  substance , health for you.. because your happiness is an honor for me ..* -the poetry is dedicated to a sincere friend of mine, Ha- ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ sahabatku malaikatku dipenghujung waktu yang berdetak laju.. kurenungkan hamparan asa yang telah berlalu.. dipersimpangan keinginan yang menyulam syahdu... kusematkan harapan yang keras membatu.. saatku tertatih menapaki tangga kehidupan.. engkau papah aku agar selalu terdepan.. saatku lelah menghantam kerasnya keinginan.. engkau basuh peluhku dengan rimbunnya dekapan.. saatku terluka terhunus tajamnya pedang roda jaman.. engkau balur perihku dengan sejuknya ketulusan.. tiada untaian kata yang terlihat  indah bagiku, kuludahi seluruh pujangga  saat membaca  torehan pena aksara nuranimu.. tiada keteduhan suara yang terdengar merdu bagiku, kumuntahi seluruh pendakwah komersial nan fasik saat mendengar tausyah tulus darimu.. apabila bentuk dari  bersykur itu ada, maka akan kupahat figurmu dihamparan cakrawala.. apabila wujud ketulusan itu dapat terlihat mata, maka akan kulukis senyummu dipelataran kanvas senja.. santunku untuk sahabatku malaikatku, keselamatan bagimu kupintakan pada Penciptaku .. kesehatan bagimu kumohonkan pada Dzat penguasaku karena kebahagianmu merupakan kehormatan bagiku..
Continue reading...
47
Aku telah buat kesalahan. Kusebut itu kau. Kau; kesalahanku, yang dengan sengaja kulakukan hanya demi keegoisanku. Setiap kata 'aku sayang kamu' yang kau terima, tak pernah ada dalam ketulusan. Setiap peluk yang kau rasakan, tak pernah ada dalam kenyamanan. Semua kulakukan hanya agar kau percaya bahwa rasaku itu nyata. Brengsek! Aku mengutuk diriku sendiri. Meski kau hidup dalam kebohongan, aku selalu berupaya. Membuka hatiku sedikit demi sedikit, hanya agar kau tak terluka. Namun Tuhan Maha Adil, dan aku hampir melupa. Saat aku berupaya, kau menggores luka. Kau bertindak suka-suka, dan aku diam saja. Sesekali kuangkat bicara, dan kau tutup telinga. "Terserah" kataku. Dan kuakhiri semuanya. Kini, berulang kali kau memintaku tuk kembali, tetapi enggan untukku mengulangi. Kita hanya akan sama-sama menyakiti, Dan menyayangi diri sendiri.
0
Jun 11, 2017
Jun 11, 2017 at 3:55 AM UTC
Untitled
TANDUS Ketika kamu sudah mulai terbiasa, apa yang bisa memaksa? Segala bentuk, bahkan segala hal yang buruk rupa Yang kau benci pada mulanya Sekarang kau menikmatinya, bukan? Apa yang tumbuh di dalam sana? Di tanah yang mati kelihatannya. Yang tak pernah berharap ada biji yang tumbuh disana Tak ada buah yang diinginkan Hanya tanah tandus tanpa harapan Betapa hebatnya waktu, bermain diatas hati manusia. Mencoret, daan sekenanya menghapus tanpa mengizinkanku untuk memilih. Kenapa tanah itu tak terus tandus saja? Entah dari mana datangnya biji emas itu. Yang hanya menimbulkan keserakahan dan kedengkian hati manusia. Cuma aku sekarang disini. Diatas tanah subur yang dulunya tandus Ditengah bunga bunga yang sedang merekah. Jadi gagak hitam yang mematuki biji emas. Antara berusaha mengukir emas dengan paruh tuanya Atau berpikir emaslah sisa hidupnya. Dua-duanya mustahil. Tanah yang tandus itu sendiri, tak juga bergeming dari bubungan harapan. Menanyakan ketulusan, dimanakah letaknya?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:26 AM UTC
Tandus