Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kenal" poems
Kau ini siapa? Aku berbicara seakan sangat mengenalmu Menyebut namamu penuh kerinduan, seakan dua sahabat yang sudah lama tak bertemu Aku serius bertanya, Kau ini siapa? Menceritakanmu ke teman-teman ku di sekolah, seakan kau ini seseorang yang ku kenal di dekat rumah Aku sekali lagi bertanya, Kau ini siapa? Tahukah kamu aku mencintaimu tidak sengaja, mengenalmu memandangmu hanya dari kata-kata Kau ini terbuat dari apa? Mencintaimu sungguh menyakitkan Ingin rasanya aku mati saja Terkubur bersama rasa ini Rasa sakit yang entah mengapa, sakit karena mencintaimu terlalu dalam
0
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 3:01 AM UTC
Kau Ini Siapa?
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
0
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Dunia, Seni, Koruptor
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
Continue reading...
39
Palembang, Kamis 6 Januari 2011 Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya? Jatuh cinta... Cukup umurkah aku tuk mengenalnya? Aku takut itu akan berujung penyesalan Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri? Cinta... Cinta... Cinta... Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini? Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti Dan mudah-mudah lainnya... Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku Supaya penyesalan, penantian, semuanya! Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas Cepat katakanlah cintamu Mungkin itulah yang ku tunggu Mungkin? Ya, bisa iya Bisa juga tidak I'm waiting all alone here
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 1:52 AM UTC
Tentang Cinta 1
Kenapa sulit bagi ku Menulis puisi dengan namamu? Tersesat selalu aku di sini Menulis namamu tertulis yang lain Ingin ku bakar diri ini Tak bisa dicintai oleh mu Ku yakin kau tak di sini Membawa cinta yang ku harapkan Karena ku tahu ku tak indah Dari Dewi lain yang pernah kau kenal Tapi, semua tak punya hati Meninggalkanmu dan tak setia Ku berjanji kan setia Tapi, kau tak mau juga tak apa Namun, izinkan aku sekali saja Ucapkan cinta pertama tuk selamanya Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:46 AM UTC
Cinta Setia
*i remember  you more than you know, then don't ever hesitate  to leave me.. and i missing you, then please don't ever hesitate to hide away.. i could lost myself later.. because of you, the teenage girl  that  first i know.. who is close,  will definitely caught by me.. because of you, the princess of hearts.. dare to steal mine.. until i forgot myself.. love me softly, for me,  you are sweet popcorn.. the phantom  heart who makes me  jealous... love me tender, for me,  you are a ripe mango.. the villain of love which makes me so mad...* ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈ Siratu pundung aku mengenangmu lebih dari yang engkau tahu, maka jangan segan untuk meninggalkanku... aku kehilanganmu , maka jangan sungakn untuk bersembunyi.. aku dapat menyasarkan diri.. karena kamu, gadis terhebat yang pertamaku kenal.. yang mendekat pasti akan ketahuan olehku... karena kamu, sang ratu hati.. beraninya mencuri... hingga aku lupa diri.. kasihi aku dengan lembut, bagiku, engkau berondong manis.. sang siluman hati yang membuatku cemburu... sayangi aku dengan tulus, bagiku, engkau adalah mangga yang ranum.. sang penjahat cinta yang membuatku jadi gila.. heu.. :O  mengapa begitu lebay dan tendensius tulisan ini, ahahay.. =))
0
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 1:43 PM UTC
the queen of cranky
Pertengahan tahun aku kenal dia Tepat saat kenaikan kelas 9 Ku berteman dengan nya Hingga kami menjadi sahabat Ku beri dia segalanya Termasuk contekan Saat ada masalah sama guru Aku membelanya Hingga awal bulan tahun kedua Kami terus bersama Seiring waktu berjalan Ku masih baik dengannya Ku selalu menjaga perasaannya Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua Aku konflik dengannya Ternyata sahabatku selama ini Seorang munafik yang berkata lebay Ku sedih, ku kecewa, ku marah! Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi SELAMANYA
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:10 AM UTC
CURHAT
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
0
Jan 18, 2019
Jan 18, 2019 at 8:53 AM UTC
Akan Ku Peluk Apa yang Berantakan Darimu
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
Continue reading...
11
berdiri aku di tengah sibuk pasar kelihatan ragam manusia -bermacam ada yang berpaut berpegangan tangan aku tahu rasanya indah dan sentiasa selamat di kedai kecil sana ada anak menangis meminta untuk dibelikan --umpama masalah dunia, paling besar tersenyum aku hai anak, andai kau tahu apa itu resah remaja dan getir si tua pandangan aku terkunci pada yang keliru ditangan nya penuh dengan pilihan dan aku kenal rasa itu dimana cuma mahu yang sempurna sekali lagi aku tersenyum --mana mungkin ada yang cukup keluh aku pada dunia pentas paling besar dan ramainya pemain pentas ini ada yang yakin dengan watak nya yang biasa sahaja juga ada aku? aku cuma memerhati dan syukur kerana masih punya nikmat untuk rasa riuh pasar -f 611am 3rd oct
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 8:21 PM UTC
bising dan riuh
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
0
May 17, 2015
May 17, 2015 at 10:37 PM UTC
Fatayat NU Jatim Gelar Fashion Show Batik Muslimah
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
Continue reading...
12
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
0
Jul 17, 2017
Jul 17, 2017 at 4:38 PM UTC
Hari di mana kau memutuskan untuk pergi.
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
Continue reading...
36
Palembang, 19 Juni 2012 Oh Tuhan, siapakah dia? Laki-laki yang rendah hati Garis senyumnya selalu terlukis di bibir Amat mulia hatinya membantu orang lain Sentuhan hatinya terjatuh di pipi Yang berbentuk air mata suci Amal ibadahnya pastilah tinggi Putra Adam yang sangat rendah hati Utamakan orang lain daripada diri sendiri Tak kenal siapa yang ia kasihi Rasa sayang dicurahkannya setiap hari Allah menciptakannya sebagai penolong di Bumi
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:01 PM UTC
OLGA SYAPUTRA
Palembang, 1 Oktober 2010 Kemerdekaan t'lah diraih Indonesia bebas dari penjajah Tiap tahun mari kita rayakan 'Tuk mengingat jasa para Pahlawan Pahlawan Kemerdekaan Yang tak kenal balas jasa Hanya harap akan kejayaan bangsa 17 Agustus yang bersejarah Di 65 tahun lalu yang menguras darah Created by. AP
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:41 PM UTC
Dirgahayu RI
Palembang, 17 Maret 2013 Kamu tahu? Bagiku, kamu itu Orang Asing Orang Asing pertama yang aku kenal Orang Asing pertama yang aku kagumi Orang Asing pertama yang aku cintai Orang Asing pertama yang aku sayangi Orang Asing pertama yang aku tangisi Orang Asing pertama yang aku gilai Kamu tahu? Hahaha Sepertinya tidak
0
Mar 17, 2013
Mar 17, 2013 at 2:14 AM UTC
Kamu Tahu?
Aku adalah sang waktu Pejalan klise dari masa lalu Aku adalah sang waktu Tak pernah terbayang apalagi tersentuh Aku adalah sang waktu Hujan dan badai tak pernah hentikan laju Aku adalah sang waktu Sering dilupakan namun tak kenal pilu Aku adalah sang waktu Langkah tak berdaya siap membunuhmu Aku adalah sang waktu Menggerus detik yang kian rapuh Aku adalah sang waktu Tak diharapkan namun seketika membelenggu
0
Jan 18, 2019
Jan 18, 2019 at 9:39 AM UTC
Sang Waktu
Lucu sekali Hari ini bisa menjadi sedekat nadi Hari esok berbalik menjadi sejauh matahari Saat ini terlihat peduli Esok nanti tak kenal diri Skenario kita palsu Yg kita lakukan abu-abu Terus begitu
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 5:15 PM UTC
Funny
Kini aku diam ditemani suntuk Ingin aku bergerak bebas di balik rindu Dipeluk sendu Diwarnai kelabu pilu yang merdu Lalu bergerak Tak kenal arah Satu kotak kosong Yang hampa Tanpa goresan warna; aku seorang.
0
Nov 19, 2017
Nov 19, 2017 at 7:44 AM UTC
; aku seorang
Aku kenal wajah itu Pipinya merah merona Saat kutanya mengapa Biarlah dunia penuh warna Aku suka senyum itu Dari jauh penuh rahasia Kudekati manis menggoda Biarlah dunia tersenyum untuknya Aku setia pada malam dan bintang-bintangnya Izinkan aku berlama-lama menatap matanya Kelap-kelip langit malam di kala siang Biarlah kau dan malam Menjadi milikku
0
Mar 17, 2018
Mar 17, 2018 at 1:58 PM UTC
Sesungguhnya, Dirimu
"Jika benar kurangnya dia bisa sempurnakan kamu Apa kurangku tak cukup?" Kita di kamarmu malam ini Membahas apakah semesta masih maukan kita? Apakah alam masih setuju... . . . . 10 tahun berlalu pantas Kita masih belum dewasa tentang soal ini... Seperti ada sesuatu yg menahan Tapi tak kau luahkan... Dan saat itu tak ku kenal lagi permintaanmu Permintaan yg polos, tapi menghancurkan... Tapi aku pasti itu mmg benar kamu Yg susah tuk ku duga Keras kepala Amarahmu tak pernah reda Sayangmu tak kau nampakkan... Dan mau mu yg tak jelas... Kamu berantakkan Halusku sebut namamu... lalu, "Dunia takkan pernah habis kau jelajahi Kelak kau kan pertemukan apa yg tertulis buatmu Semesta juga harus setuju jika itu sudah kehendaknya Jadi tak usahlah kau risau" Semakin jauh Kita tak bertemu lagi.
0
Sep 25, 2021
Sep 25, 2021 at 3:29 PM UTC
Selamat jalan
Lapar, kantuk, dan rindu semuanya sama saja. Sama-sama tidak tahu waktu, tidak kenal tunggu.
0
Feb 13, 2023
Feb 13, 2023 at 1:03 PM UTC
Tidak Kenal Tunggu
Untaian yang kusut Saat sedang belajar mengenalimu Kembali terurai dengan sendirinya Bersama perasaan yang pernah berharap Kini berganti seiring waktu Karena aku tau Aku bukan sosok yang kamu mau Aku juga tidak ingin jadi sosok itu Dan aku sudah tidak mau berjuang sendirian lagi Bukannya tidak mau kenal denganmu Menghindar darimu Karena takut timbul rasa lagi Hanya itu yang hinggap di pikiranku Dan aku tidak mengharapkan kamu kembali, sayang Jadi tolong untuk kali ini saja, mengertilah
0
May 31, 2019
May 31, 2019 at 2:10 PM UTC
BENANG MERAH
apa rasanya dalam diam menghilang datang kembali rupanya ada puisi buat kamu. semoga ada ayat yang bisa jelaskan rasanya kerna aku tak kenal. tak tahu. salam rindu
0
Sep 14, 2021
Sep 14, 2021 at 9:57 AM UTC
Untitled
Kali ini tentang rasa Rasa yang kehilangan maknanya Entah ini putus cinta Atau patah hati Aku sudah tidak tahu Perhatianku tidak ada harganya Nyamanku mengganggunya Rasaku dipertanyakan Sifatku disalah artikan Entah harus mundur atau pura pura jatuh Agar dipedulikan Sakitnya sama saja Entah menghapus atau mengulang Apa bedanya dengan tidak mengenalnya Kabar bukan lagi prioritas Hanya sebuah kata yang diciptakan semesta Sekedar untuk merindukan luka dari salah satu mahluk bumi Untuk apa memperjuangkan sesuatu yang diam Sesuatu yang tak berjiwa Sesuatu yang tidak peduli Sesuatu yang kamu bahkan tidak kenal Bodohnya, setelah semua ini Aku masih belum menyerah
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:35 AM UTC
Hampir punah