Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"kejang" poems
kau masih melukiskan jingga di kepala bertanya pada sudut jalan yang tak pernah sepi “seperti apa senja di kota?” ya seperti ini tak dingin oleh kabut tak terasa oleh waktu kau akan sibuk menyeberang jalan sebelahmu akan mati kejang – kejang dan mereka masih akan meliput gedung metromini memainkan dendang dengan kencang selagi pengamen berteriak minta makan “dan kamu?” mataku ini akan merah berair “kenapa?” apa beda aku dengan senja di kota?
0
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:54 AM UTC
serpihan senja di jakarta