"jaga" poems
*Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain
Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain*
**Towards whom they raise their glance
His resting destiny they awaken in a trance**
*Teri Duzdeeda Nigahon Ko Dua Dete Hain
Jitne Chubte Hain Yeh Teer Utna Maza Dete Hain*
**For your peeking gazes, I pray
The more these arrows wound, the more delighted I lay**
*Jab Se Dekha Hai Unhein Apna Mujhe Hosh Nahin
Jane Kya Cheez Woh Nazroon Se Pila Dete Hain*
**Ever since them I saw, senseless I have become
What they pour from their glances, a mystery it has become**
*Takht Kya Cheez Hai Aur Laal-o-Jawahir Kya Hai
Ishq Wale To Khudai Bhi Loota Dete Hain*
**What is a throne and what are lustrous jewels?
Lovers surrender divinity against the rules**
*Aik Din Aisa Bhi Ata Hai Mohabbat Mein Zaroor
Khud Ko Ghabra Ke Naqab Apna Uttah Lete Hain*
**There is one such moment in love, indeed!
With nervousness, they raise their veil**
*Apni Barbadi Pe Khush Hoon Yeh Suna Hai Jabse
Woh Jisse Apna Samajhte Hain Mitta Dete Hain*
**Happy with my own ruin I am, ever since I have learned
Who they consider their own, obliterated have turned**
*Apne Daman Ko Zara Aap Bacha Kar Rakhna
Sakhat Aahon Se Bhi Hum Aag Laga Dete Hain*
**Your own hem a little, you save and claim
With deep sighs, we set the fire aflame**
*Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain
Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain*
**Towards whom they raise their glance
His resting destiny they awaken in a trance**
— Translated by Jamil Hussain, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
Oct 26, 2016
Oct 26, 2016 at 8:34 AM UTC
Rang laayi dua , mojajaa ** gya
jo nahi tha mera, wo mera ** gya *2
rang laayi dua mojajaa ** gya *2
Iss kadar mat sataa, laut aa laut aa
fir na kahna koi, bewafa ** gya *2
rang laayi dua mojajaa ** gya *2
Ki aisa lagta hai tumko nazar lag gyi
tum to aise naa the, tumko kya ** gya *2
rang laayi dua mojajaa ** gya *2
Meri ankho me sota raha dewta
man ke mandir me fir, rat jaga ** gya *2
rang laayi dua mojajaa ** gya *2
Teri kurbat tera aasara chahie
mujhko isske siwa, or kya chahie *2 *2
manzile khud pe khud, paas aa jayengi
dil me chalne ko bas hausala chahie
Rang laayi dua mojajaa ** gya *2
Jul 31, 2016
Jul 31, 2016 at 12:07 PM UTC
If Nigeria was a book,
It will be as big as an oxford English dictionary
Cause, our problems alone will be too many to write down
There won’t be any table of contents
Just like that old song goes, “everywhere jaga jaga”.
If Nigeria was a book,
Readers will never be leaders
Instead, they become cheerleaders when it’s election season flaunting brooms and umbrellas over their heads.
If Nigeria was a book,
The book itself will be imported
Each word will be written in red
If you get to read in between the lines you will find corruption on every single page.
If Nigeria was a book,
You wouldn’t want to read it, you would say “nothing come out”
But yet
The book defines us
It is our home
It is our pride
Our remedy is still in the book.
Fortune Maine
Nov 23, 2018
Nov 23, 2018 at 7:11 AM UTC
Palembang, Rabu 26 Juli 2011
Aku sayang dia
Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya
Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah
Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya
Dia selalu ada di setiap ku butuh
Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku
Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku
Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun
Yang pertama, tak bisa terganti
Sekali sayang, dan akan terus selamanya
Perasaanku tak tercurah tanpanya
Berhari-hari aku bersamanya dengan setia
Namun di hari itu aku kecewa
Yang aku sayang yang terus aku jaga
Dia mati di kala waktunya belum tiba
Aku kecewa ketika mereka membunuhnya
Aku marah, aku kesal
Aku minta mereka mengembalikannya
Tapi yang ku dapat hanya heningan
Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa
Aku sudah tahu jawaban mereka
Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak
Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan
Mereka tidak peduli dengan perasan orang
Ku hanya ingin pertanggungjawaban
Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku
Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang
Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang
"Pena Ungu ku tinggal kenangan"
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:40 AM UTC
Waktu adalah sahabatku
Jarak adalah musuhku
Bersamamu adalah saat kesukaanku
Berjarak denganmu adalah keengananku
Terlintas di benak ingin membuat mesin waktu
Melintasi waktu
Teleportasi menuju duniamu
Menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu
Berbicara segala hal
Mendengarkan segala hal
Mencintai segala hal tentangmu
Bersenggama selamanya denganmu
Tuhan telah menurunkan malaikat di hidupku
Setiap malam kubisikkan doa-doa ku kepadaNya agar diriku layak
Setiap hal di dirimu membuat segalanya sempurna untuk menjadi layak
Tuhan, jaga malaikat ini untuk tetap disisiku.
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 11:56 AM UTC
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu.
jangan pernah melihat mata mereka,
karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik
ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak,
karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta,
simpan di lubang kesepianmu
yang dalam
ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol.
jangan pernah berbicara jujur.
jangan pernah.
karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu.
kalau mereka melepas tanganmu,
dan menjatuhkan mu,
dan kau jatuh…
kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang
bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa..
kau tahu….kadang..
tawa tersedih adalah yang terkeras.
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:19 AM UTC
Palembang, 31 Mei 2012
Maaf
Aku hanya bisa bilang maaf
Hanya itu yang tersisa
Maaf
Tlah ku ungkapkan cinta
Tak sanggup lagi ku jaga
Maaf
Aku kekanak-kanakan
Aku memang masih sangat muda
Maaf
Aku tak bisa menurutimu
Kau bilang ini bukan cinta
Maaf
Hidupku aku yang jalani
Kau lah yang aku cintai
Maaf lagi
Aku harus pergi
Tak ingin terjerumus lebih dalam lagi
May 31, 2012
May 31, 2012 at 12:24 AM UTC
Bapak, aku ingin pulang
Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah
Tapi kau telah mempunyainya.
Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu
Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak.
Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan
Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan.
Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang
Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu;
yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini
Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini.
Kau tak akan menemukannya disana
Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu
Kau adalah rumahmu
Tapi kau adalah bukan tempat singgah
Badanmu bak ruang luas tak terbatas
Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja
Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka
Ribuan pintu tersebut tertutup adanya
Terkunci dengan rapat
Namun kuncinya telah kau telan
Dibalik pintu itu,
Lagi-lagi ribuan misteri
Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran
Tersimpan terlalu aman
Jiwamu adalah fondasi
Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang
Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang
Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama
Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan
Namun parasmu, anakku sayang,
Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap
Hati-hati dalam memberi izin
Jaga rumahmu
Bersihkan
Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 1:23 AM UTC
koi fikar unko nahi meri,
aur na hi mujhko meri kadar rah gayi,
vo ** gaye jis din paraye,
jindagi meri jis din kisi gair ki bahon me aa gayi...
na toofan koi aaya,
na koi hui halchal,
bas raat bhar jaga,
aur subah sab taraf mayusi cha gayi,
vo ** gaye jis din paraye,
meri maut ki tasdeek ** gayi....
koi sitam na kar sake vo mujhpe,
na kabhi ek najar pyar se dekh mujhko,
khud hi khud me nafrat ki,
aur le liya na chahkar badla meri mohabat ka,
ek dam se choda sath mera,
vo kisi aur ki mahbooba ** gayi,
vo ** gaye jis din paraye,
meri saanson se tauba ** gayi....
na manga kabhi koi hak ,
na koi khatir kar saka,
bewajah rota raha,
tadapta raha bas pyaar me,
chah kar bhi kuch na mila ,
bas jindagi tabaah ** gayi,
vo ** gaye jis din paraye,
unki aadat hi bas,
mera ant muqarrar kar gayi.....
May 12, 2019
May 12, 2019 at 8:23 AM UTC
Han vo ** tum,
Jagah thi khali, jo kisi ne bhar dali
Han vo ** tum,
Khamosh rehta tha, na kisi se kuch kehta tha,
Achanak se aake, ye chuppi todne pr majbur sa kr diya,
Akela tha, thi tanhaiya bht, laga jaise kisi ne dastak di ** dil me, vo dastak dene vali,
Han vo ** tum,
Ajnabi se eshaas ko apna sa bana liya,
Kho raha tha tanhaiyo me, muje zindagi se mila diya,
Gehri neend me tha, muje firse jaga diya,
Han vo ** tum,
Abh jab a gyi ** to fir na jana
Tut jayega ye dil, iss abh na behkana,
Judne ki taqat abh fir nhi mil payegi,
Tu fir chali gyi to shayad ye jaan bhi chali jayegi.
Yeh jaan bhi chali jayegi...
Jan 3, 2019
Jan 3, 2019 at 1:20 PM UTC
Matanya yang kalap di kotak
menghampas debur debu dari atap ke puncak dahan. Menutup temaram lampion.
Berusaha menampik getar di dada yang telanjang. Itu-kini
sampai kesekian lintas kelokan. Terlewati.
Enam uang logam terbuai lendir lintah saat kududuki kursi tak ubahnya senjakala & engkau sadar. Berdiam & terus bungkam
menunggu henti nyanyian puan nun sumbang
berkaca daku yang terpasung, itu di abu
letupan yang mencandu hujam asam &
melulu jadi bisu-kita. Di renda setengah tertutup/ semua orang sudah tahu.
Perihal hening yang memang tak pernah membuah harap.
Hilangnya alkisah kemuning pala kambing yang enggan memerah.
Walau bertumpu akan cita dalam almanak musnah-karam
/ tiada henti di jaga oleh wajah-wajah muram;
di garis vertikal
di persegi dua dimensi/ hitam
pun segitiga/ jajar genjang
& semut kita mengerubung oval. Seraya penonton menyilang dua lengan di dada
di lingkar rafia sementara ini semakin terasa di Kursi. Meja. Cangkir. Jendela. Cat. Kuas & Tv. Lentera. Buku. Radio. Senter
/beringin di jiwa.
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 3:46 PM UTC
Angaray, Shamma-n kay aagay
Yun dikhtay hain,
Jaisay shola bujh sa jayy kissi udaas shaam main
Aur kuch nahin
Yay ehsaas ki maut hai
Jiss Kay Kafan main paiwasta chaid
Najanay kuen sakoot orhay baithay hain.....
Insaan ka wajood itna aarzi kuen hai
Kay jab roay tou bulbulay ki manind phatt jay
Aur jab ** saakan, tou kainaat naan chalay.....
Kia karna aisay **** ka
Jo khud ko jaga naan sakay
Har simt hai bass hoo
Haq hoo
Ya hoo ka alam
Har lafz main bass hoo....
Anbaar hai kay uthaya nahin jata
Har baar sulaya nahin jata
Bass chain aur roh ki ikk jang hai
Aur uss jung ka haara ikk thakka insaan......
Dec 12, 2019
Dec 12, 2019 at 5:31 PM UTC
Mein khoya
Chand bhi khuch Kam dikhne Laga
Phir ek mehfil e khwaab liye
Najane sote sote kitne Baar jaga
Ghor andhera
Aur mein bas sapne dekhta raha
Pagal si nadiyon ke Chaaro taraf ghumta Raha ghumta Raha
ek Kahaani me
jo khud ne hi jaise banayi ** jaise!!!
Feb 22, 2018
Feb 22, 2018 at 1:02 PM UTC