Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"jaga" poems
*Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain* **Towards whom they raise their glance His resting destiny they awaken in a trance** *Teri Duzdeeda Nigahon Ko Dua Dete Hain Jitne Chubte Hain Yeh Teer Utna Maza Dete Hain* **For your peeking gazes, I pray The more these arrows wound, the more delighted I lay** *Jab Se Dekha Hai Unhein Apna Mujhe Hosh Nahin Jane Kya Cheez Woh Nazroon Se Pila Dete Hain* **Ever since them I saw, senseless I have become What they pour from their glances, a mystery it has become** *Takht Kya Cheez Hai Aur Laal-o-Jawahir Kya Hai Ishq Wale To Khudai Bhi Loota Dete Hain* **What is a throne and what are lustrous jewels? Lovers surrender divinity against the rules** *Aik Din Aisa Bhi Ata Hai Mohabbat Mein Zaroor Khud Ko Ghabra Ke Naqab Apna Uttah Lete Hain* **There is one such moment in love, indeed! With nervousness, they raise their veil** *Apni Barbadi Pe Khush Hoon Yeh Suna Hai Jabse Woh Jisse Apna Samajhte Hain Mitta Dete Hain* **Happy with my own ruin I am, ever since I have learned Who they consider their own, obliterated have turned** *Apne Daman Ko Zara Aap Bacha Kar Rakhna Sakhat Aahon Se Bhi Hum Aag Laga Dete Hain* **Your own hem a little, you save and claim With deep sighs, we set the fire aflame** *Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain* **Towards whom they raise their glance His resting destiny they awaken in a trance** — Translated by Jamil Hussain, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
0
Oct 26, 2016
Oct 26, 2016 at 8:34 AM UTC
Glance
*Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain* **Towards whom they raise their glance His resting destiny they awaken in a trance** *Teri Duzdeeda Nigahon Ko Dua Dete Hain Jitne Chubte Hain Yeh Teer Utna Maza Dete Hain* **For your peeking gazes, I pray The more these arrows wound, the more delighted I lay** *Jab Se Dekha Hai Unhein Apna Mujhe Hosh Nahin Jane Kya Cheez Woh Nazroon Se Pila Dete Hain* **Ever since them I saw, senseless I have become What they pour from their glances, a mystery it has become** *Takht Kya Cheez Hai Aur Laal-o-Jawahir Kya Hai Ishq Wale To Khudai Bhi Loota Dete Hain* **What is a throne and what are lustrous jewels? Lovers surrender divinity against the rules** *Aik Din Aisa Bhi Ata Hai Mohabbat Mein Zaroor Khud Ko Ghabra Ke Naqab Apna Uttah Lete Hain* **There is one such moment in love, indeed! With nervousness, they raise their veil** *Apni Barbadi Pe Khush Hoon Yeh Suna Hai Jabse Woh Jisse Apna Samajhte Hain Mitta Dete Hain* **Happy with my own ruin I am, ever since I have learned Who they consider their own, obliterated have turned** *Apne Daman Ko Zara Aap Bacha Kar Rakhna Sakhat Aahon Se Bhi Hum Aag Laga Dete Hain* **Your own hem a little, you save and claim With deep sighs, we set the fire aflame** *Jis Ki Janib Woh Nazar Apni Uttha Lete Hain Uss Ki Soyee Hui Taqdeer Jaga Dete Hain* **Towards whom they raise their glance His resting destiny they awaken in a trance** — Translated by Jamil Hussain, Sung by Nusrat Fateh Ali Khan
Continue reading...
33
Rang laayi dua , mojajaa ** gya jo nahi tha mera, wo mera ** gya   *2 rang laayi dua mojajaa ** gya   *2 Iss kadar mat sataa, laut aa laut aa fir na kahna koi, bewafa ** gya   *2 rang laayi dua mojajaa ** gya   *2 Ki aisa lagta hai tumko nazar lag gyi tum to aise naa the, tumko kya ** gya   *2 rang laayi dua mojajaa ** gya *2 Meri ankho me sota raha dewta man ke mandir me fir, rat jaga ** gya *2 rang laayi dua mojajaa ** gya *2 Teri kurbat tera aasara chahie mujhko isske siwa, or kya chahie *2 *2 manzile khud pe khud, paas aa jayengi dil me chalne ko bas hausala chahie Rang laayi dua mojajaa ** gya *2
0
Jul 31, 2016
Jul 31, 2016 at 12:07 PM UTC
Mojajaa ** Gya
If Nigeria was a book, It will be as big as an oxford English dictionary Cause, our problems alone will be too many to write down There won’t be any table of contents Just like that old song goes, “everywhere jaga jaga”. If Nigeria was a book, Readers will never be leaders Instead, they become cheerleaders when it’s election season flaunting brooms and umbrellas over their heads. If Nigeria was a book, The book itself will be imported Each word will be written in red If you get to read in between the lines you will find corruption on every single page. If Nigeria was a book, You wouldn’t want to read it, you would say “nothing come out” But yet The book defines us It is our home It is our pride Our remedy is still in the book. Fortune Maine
0
Nov 23, 2018
Nov 23, 2018 at 7:11 AM UTC
IF NIGERIA WAS A BOOK
Palembang, Rabu 26 Juli 2011 Aku sayang dia Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya Dia selalu ada di setiap ku butuh Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun Yang pertama, tak bisa terganti Sekali sayang, dan akan terus selamanya Perasaanku tak tercurah tanpanya Berhari-hari aku bersamanya dengan setia Namun di hari itu aku kecewa Yang aku sayang yang terus aku jaga Dia mati di kala waktunya belum tiba Aku kecewa ketika mereka membunuhnya Aku marah, aku kesal Aku minta mereka mengembalikannya Tapi yang ku dapat hanya heningan Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa Aku sudah tahu jawaban mereka Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan Mereka tidak peduli dengan perasan orang Ku hanya ingin pertanggungjawaban Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang "Pena Ungu ku tinggal kenangan"
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:40 AM UTC
Pena Ungu
Waktu adalah sahabatku Jarak adalah musuhku Bersamamu adalah saat kesukaanku Berjarak denganmu adalah keengananku Terlintas di benak ingin membuat mesin waktu Melintasi waktu Teleportasi menuju duniamu Menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu Berbicara segala hal Mendengarkan segala hal Mencintai segala hal tentangmu Bersenggama selamanya denganmu Tuhan telah menurunkan malaikat di hidupku Setiap malam kubisikkan doa-doa ku kepadaNya agar diriku layak Setiap hal di dirimu membuat segalanya sempurna untuk menjadi layak Tuhan, jaga malaikat ini untuk tetap disisiku.
0
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 11:56 AM UTC
Ruang lintas.
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu. jangan pernah melihat mata mereka, karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak, karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta, simpan di lubang kesepianmu yang dalam ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol. jangan pernah berbicara jujur. jangan pernah. karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu. kalau mereka melepas tanganmu, dan menjatuhkan mu, dan kau jatuh… kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa.. kau tahu….kadang.. tawa tersedih adalah yang terkeras.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:19 AM UTC
Hidup yang sama saja
Palembang, 31 Mei 2012 Maaf Aku hanya bisa bilang maaf Hanya itu yang tersisa Maaf Tlah ku ungkapkan cinta Tak sanggup lagi ku jaga Maaf Aku kekanak-kanakan Aku memang masih sangat muda Maaf Aku tak bisa menurutimu Kau bilang ini bukan cinta Maaf Hidupku aku yang jalani Kau lah yang aku cintai Maaf lagi Aku harus pergi Tak ingin terjerumus lebih dalam lagi
0
May 31, 2012
May 31, 2012 at 12:24 AM UTC
Maaf Lagi
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 1:23 AM UTC
RUMAH
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
Continue reading...
36
koi fikar unko nahi meri, aur na hi mujhko meri kadar rah gayi, vo ** gaye jis din paraye, jindagi meri jis din kisi gair ki bahon me aa gayi... na toofan koi aaya, na koi hui halchal, bas raat bhar jaga, aur subah sab taraf mayusi cha gayi, vo ** gaye jis din paraye, meri maut ki tasdeek ** gayi.... koi sitam na kar sake vo mujhpe, na kabhi ek najar pyar se dekh mujhko, khud hi khud me nafrat ki, aur le liya na chahkar badla meri mohabat ka, ek dam se choda sath mera, vo kisi aur ki mahbooba ** gayi, vo ** gaye jis din paraye, meri saanson se tauba ** gayi.... na manga kabhi koi hak , na koi khatir kar saka, bewajah rota raha, tadapta raha bas pyaar me, chah kar bhi kuch na mila , bas jindagi tabaah ** gayi, vo ** gaye jis din paraye, unki aadat hi bas, mera ant muqarrar kar gayi.....
0
May 12, 2019
May 12, 2019 at 8:23 AM UTC
unko meri fikar nahi
Han vo ** tum, Jagah thi khali, jo kisi ne bhar dali Han vo ** tum, Khamosh rehta tha, na kisi se kuch kehta tha, Achanak se aake, ye chuppi todne pr majbur sa kr diya, Akela tha, thi tanhaiya bht, laga jaise kisi ne dastak di ** dil me, vo dastak dene vali, Han vo ** tum, Ajnabi se eshaas ko apna sa bana liya, Kho raha tha tanhaiyo me, muje zindagi se mila diya, Gehri neend me tha, muje firse jaga diya, Han vo ** tum, Abh jab a gyi ** to fir na jana Tut jayega ye dil, iss abh na behkana, Judne ki taqat abh fir nhi mil payegi, Tu fir chali gyi to shayad ye jaan bhi chali jayegi. Yeh jaan bhi chali jayegi...
0
Jan 3, 2019
Jan 3, 2019 at 1:20 PM UTC
Han vo ** tum
Matanya yang kalap di kotak menghampas debur debu dari atap ke puncak dahan. Menutup temaram lampion. Berusaha menampik getar di dada yang telanjang. Itu-kini sampai kesekian lintas kelokan. Terlewati. Enam uang logam terbuai lendir lintah saat kududuki kursi tak ubahnya senjakala & engkau sadar. Berdiam & terus bungkam menunggu henti nyanyian puan nun sumbang berkaca daku yang terpasung, itu di abu letupan yang mencandu hujam asam & melulu jadi bisu-kita. Di renda setengah tertutup/ semua orang sudah tahu. Perihal hening yang memang tak pernah membuah harap. Hilangnya alkisah kemuning pala kambing yang enggan memerah. Walau bertumpu akan cita dalam almanak musnah-karam / tiada henti di jaga oleh wajah-wajah muram; di garis vertikal di persegi dua dimensi/ hitam pun segitiga/ jajar genjang & semut kita mengerubung oval. Seraya penonton menyilang dua lengan di dada di lingkar rafia sementara ini semakin terasa di Kursi. Meja. Cangkir. Jendela. Cat. Kuas & Tv. Lentera. Buku. Radio. Senter /beringin di jiwa.
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 3:46 PM UTC
menggiling mesin-mesin
Angaray, Shamma-n kay aagay Yun dikhtay hain, Jaisay shola bujh sa jayy kissi udaas shaam main Aur kuch nahin Yay ehsaas ki maut hai Jiss Kay Kafan main paiwasta chaid Najanay kuen sakoot orhay baithay hain..... Insaan ka wajood itna aarzi kuen hai Kay jab roay tou bulbulay ki manind phatt jay Aur jab ** saakan, tou kainaat naan chalay..... Kia karna aisay **** ka Jo khud ko jaga naan sakay Har simt hai bass hoo Haq hoo Ya hoo ka alam Har lafz main bass hoo.... Anbaar hai kay uthaya nahin jata Har baar sulaya nahin jata Bass chain aur roh ki ikk jang hai Aur uss jung ka haara ikk thakka insaan......
0
Dec 12, 2019
Dec 12, 2019 at 5:31 PM UTC
Kafan ki maut.....
Mein khoya Chand bhi khuch Kam dikhne Laga Phir ek mehfil e khwaab liye Najane sote sote kitne Baar jaga Ghor andhera Aur mein bas sapne dekhta raha Pagal si nadiyon ke Chaaro taraf ghumta Raha ghumta Raha ek Kahaani me jo khud ne hi jaise banayi ** jaise!!!
0
Feb 22, 2018
Feb 22, 2018 at 1:02 PM UTC
Kahani khud ki !