"getar" poems
I use to have a friend but my she is DEAD
dyed with 16 butterflys in her head
she was starved and skinny
bleached and blond
but she NEVER smiled...
Her brother was a gansta WANNABE
when ever I saw her, he looked at me
I never knew why she hated him
I never understod why he call her MAGOT
or why being her friend ment i shall
NEVER look at him...
Her mom left 1 week after her was birth
she wished she was barried in the dirt
I guess she never held her
I guess she never loved her
all I know it is she ONLY called her *****
and only saw her 1 time
the 2 of them and crystal in there lungs...
Her dad was kinda scary
he drove a big big truck
he was a big big ****
he showed her how to play getar
and how to fight
he showed her how LOVE him
and how to HATE gerself...
But now this girl is dead
choked on her blood
drowned in her tears
cut in to SO meny pices
broken like she allways was and now to Roth...
I had a friend so beautiful
so fun and so alive
and the truth is she is not really dead
we only wish she was...
Jan 2, 2011
Jan 2, 2011 at 8:27 PM UTC
Matanya yang kalap di kotak
menghampas debur debu dari atap ke puncak dahan. Menutup temaram lampion.
Berusaha menampik getar di dada yang telanjang. Itu-kini
sampai kesekian lintas kelokan. Terlewati.
Enam uang logam terbuai lendir lintah saat kududuki kursi tak ubahnya senjakala & engkau sadar. Berdiam & terus bungkam
menunggu henti nyanyian puan nun sumbang
berkaca daku yang terpasung, itu di abu
letupan yang mencandu hujam asam &
melulu jadi bisu-kita. Di renda setengah tertutup/ semua orang sudah tahu.
Perihal hening yang memang tak pernah membuah harap.
Hilangnya alkisah kemuning pala kambing yang enggan memerah.
Walau bertumpu akan cita dalam almanak musnah-karam
/ tiada henti di jaga oleh wajah-wajah muram;
di garis vertikal
di persegi dua dimensi/ hitam
pun segitiga/ jajar genjang
& semut kita mengerubung oval. Seraya penonton menyilang dua lengan di dada
di lingkar rafia sementara ini semakin terasa di Kursi. Meja. Cangkir. Jendela. Cat. Kuas & Tv. Lentera. Buku. Radio. Senter
/beringin di jiwa.
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 3:46 PM UTC
Sederas arus di musim tengkujuh
Sedentang guruh jantungku berdentung
Tak getar semangatku bertaruh
Nyawa diancam, azam dijunjung
Apr 18, 2015
Apr 18, 2015 at 11:55 AM UTC