Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"gersang" poems
Jika aku berdosa Tuhan Hati tak ingin disalahkan Karena jiwa yang serakah Telah terbelah menjadi dua Ingin hati terbang ke Surga Apadaya terbelenggu senja Mentari panasi dunia Bagai raga ku yang mulai gersang Tuhan... Tolong... Teriakan ku memohon Hujanilah raga ku yang gersang ini Beri tanda jiwa yang asli Jiwa keras bagai karang Terhempas ombak baru mengalah Jiwa lembut bagai awan Terhempas angin baru tersadar Sadar akan 2 jiwa yang terbagi Begitu berbeda bagai langit dan bumi Amat berbeda bagai air dan api Ku sadari, aku manusia yang Munafik Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:39 AM UTC
Munafik
jangan amuk datang di sela hening, hujan resah masih melaut di tengah jalan jangan angin bisikkan hina, hujan pijak hawa kenyang makan terpaan burung tak bisa terbang jadi makanan hewan atap masjid berhamburan masih kumandang azan jangan rintik sendiri di atas pasang cari sampai gersang tak dapat sayang deras tepi jalan teduh sendiri linang sampai malam ditinggal mati
0
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:53 AM UTC
senandung hujan
Jauh aku datang, Singgahan sementara, Ribut pasir di padang gersang, Menari di sanubari hati, Cahaya matahari menemani sunyi, Bulan menghiasi langit yang gelap, Harapan seperti menanti hujan, Keras hatiku timbul rekahan, Badan aku membara keseorangan, Jarum detik sudah behenti, Tetapi aku masih berjalan lagi, Peluh bersilang ganti, Nafas ku semakin pendek, Persoalan berhimpun di minda, Sampai bila, sampai bila. Namun, getaran tenaga menjadi kudrat terakhir. Hingga badan aku rebah dan tenaga aku gersang..
0
Jun 7, 2022
Jun 7, 2022 at 12:10 AM UTC
Padang Pasir
*Ini aku, gambaran hatiku Kusertakan padamu, kusisipkan untukmu* Sejenak aku rebah, luka tanpa daya Aku didera puluhan cabikan Aku kalah dalam perang Perang melawan hatiku Gersang namun hujan Tandus namun ranum Itulah hatiku Malam demi malam kulalui Dengan mata terjaga Hari demi hari kulewati Ditemani gundah gulana *Aku yang hanya menunggu, bagaikan menantang murka laut* Tiang layarku patah dihantam ombak Kain layarku robek diterjang badai Aku terombang-ambing antara suka dan duka Ombak bergulung-gulung menanti di depanku Aku menoleh ke belakang, Menimang untuk merubah haluan Kutak rela
0
Aug 29, 2017
Aug 29, 2017 at 1:47 PM UTC
Gambaran Hatiku
Kerak dinding merapuh Menyapuh bata, menyangainya Alamat hujan atas gersang Laksana injil bagi pemeluknya ---------------------------------------------- Ngengat dan sesak beraduk Alasan bagi kuda putih yang tak lagi berlari Hari ini ia merangkak Kesakitan atas luka entah dimana Sakit tampak dari air matanya Tetesan berawai dan putus asa
0
May 28, 2016
May 28, 2016 at 12:28 PM UTC
Saksi kepahitan
rindu berarti merangas, kehausan akan tubuh itu mulut ku gersang lalu bisu, tidak dapat mengucapkan bahwa tubuhku ini haus akan tubuhmu yang sudah berpaling berjalan jauh. Lalu, harus diguyur air apa raga yang sudah kering ini? Atau, biarkanlah saja rindu merangas menggerogoti raga hingga tubuh tak berdaya Ya sudah, biarkanlah mati dan di kubur hingga kau bersedia kembali membasahi lagi di atas tanah saat semua sudah sia-sia.
0
Jan 9, 2019
Jan 9, 2019 at 11:56 AM UTC
Merangas, kering tak berdaun
Palembang, 6 Mei 2012 Aku ini terbuang Dari lahan gersang ke oasis kering Jauh dari keramaian, Jauh dari kehidupan Aku ini terbuang Melawan angin yang menerjang Memilin tambang, Dibunuh torpedo yang menyerang Aku ini terbuang Tak dikenal Terbelakang Angan tertinggal
0
May 25, 2012
May 25, 2012 at 2:40 AM UTC
Terbuang
Bukannya ingin melupakan Tapi langitmu biru Milikku selalu hijau abu-abu Diwarnakan kecewa yang tak kusesali Lama sudah roda waktu kuputar Namun kudapati kau hanya sebentar Kau dan waktu adalah ilusiku Namun kertas dan tintaku takkan menipu Matamu sepekat langit malam Berkilat menantang walau tanpa bintang Menggali semua amarah dan kecewa Saat kau bertukar tatap denganku Ambil semua bintang-bintangku Rebahkan diriku ke jalan yang gersang Retak merana, kering oleh sang waktu Mata itu tak lagi sama di hadapanku Bintang tidak jatuh setiap hari Namun kali ini ia jatuh di antara kita Maaf telah kusembunyikan darimu Cepat atau lambat kau akan mulai berlari Tanpa bisa kukejar kembali Luapkan semua amarah dan kecewamu Padaku, pada dunia, pada yang tak kau pahami Karena kau yang paling tahu Batas waktuku untuk bersama dirimu
0
Apr 4, 2018
Apr 4, 2018 at 12:44 PM UTC
Kutahu Saatnya Tiba
Tenang namun menghanyutkan Nyaman dengan gelap namun menerangi Dia yang senyap menyaksikan badai Seperti malam-malam yang dicintainya Mengumbar senyum namun terluka Gersang tandus namun menjamu tamu Dia yang kering namun melepaskan dahaga Seperti khianat yang ditanggungnya Lelah raga namun selalu terjaga Menahan perih namun membalut luka Dia yang tersengat namun menawar racun Seperti kecewa yang ditintakannya
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 11:32 AM UTC
Setelah Gelap