"februari" poems
Senja masih terasa sama , ia hadir menyapa seakan menghadirkan sejuta tanya ?
kemudian tak lama 'anganku mulai bermain , berhalusinasi akan sebuah daun yang jatuh kemudian terbang bersama angin .
hidup tanpa senja seakan berjalan tiada tulang , tak berdaya , rentan dan rapuh .
appapun yang ingin aku sampaikan melalui goresan ini , adalah bukti bahwa aku tidak pernah mengingkari janji Allah ,
bahwa senja akan terus menemuiku setiap ia akan pulang .
meskipun terkadang ia hadir bersama rintikan hujan yg terus menerus membasahi tanah jakarta
Dan aku tak tau lagi , kapan aku bisa menyaksikan senja tenggelam di pinggir pantai lengkap dengan deburan ombak .
Senja engkau berhasil membuat rekaman itu selalu berputar memplay memori ku bersama bapak . memori dan kenangan di masa kecil itu .
aku tidak pernah memikirkan apakah yg harus ku cari esok hari
Feb 11, 2015
Feb 11, 2015 at 5:04 AM UTC
(Palembang, 9 Februari 2015)
Hatiku ini rapuh, kamu tau?
Aku sendiri pun tak mampu menyentuhnya dengan perkataan
Aku selalu membungkusnya dengan kebahagiaan
Hatiku ini istimewa, kamu mengerti?
Aku menjaganya agar selalu bersih dan suci
Aku menyimpannya untukku bagi dengan orang-orang yang sedih
Dimana hatimu?
Kamu berlagak semua baik saja dan meninggalkan hatiku terluka
Kau menorehkan pecahan beling di hatiku dan menganggapnya tak terluka
Dimana akalmu saat ini?
Kamu membuat hatiku sedih, hatiku tak mampu berikan kebahagiaan bagi orang lain
Kamu tak punya hati hanya memikirkan dirimu sendiri
Hatiku ini bukan barang yang bisa kamu banting saat kamu marah
Hatiku ini bukan pisau tumpul yang kamu tusukan ke dalam tanah
Hatiku ini hanyalah air yang masih dibutuhkan orang lain
Hatiku ini hanyalah udara yang tak terlihat namun memberikan kehidupan
Hatiku ini bukanlah gabus yang bisa kau cabik-cabik, hanya untuk membuat hatimu senang
Hatiku hanyalah hati yang bisa mati
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 10:35 AM UTC
dibalik jendela pesawat terbang, ada bulan purnama
bulat dan terangnya sempurna
malam ini saya mengarungi awan
yang bentuknya jelas karena pantulan cahaya bulan
bergumpal, halus, keemasan
indah
terpantul pada retina mata, menakjubkan
lalu saya tertidur
dalam mimpi saya berkereta menuju cahaya bulan
saya akan sampai disana, dibulan
turbolensi membangunkan saya tepat pukul 11.42 malam
diluar bayangan samudra masih gelap, tidak terlihat
1 jam lagi saya akan sampai di negeri cina, kata seseorang dengan pengeras suara
tidak jadi kebulan?
tak apa, berbeloklah dahulu
baru ke bulan
Diatas awan, 26 Februari 2013
Mar 10, 2013
Mar 10, 2013 at 1:34 AM UTC
Palembang, 2 Februari 2011
Yang mereka tahu, aku hidup enak.
Yang mereka tahu aku tak ada masalah.
Yang mereka tahu juga, aku selalu bersenang-senang.
Tapi tahukah mereka bahwa aku terluka?
Bahwa aku sakit, tak berdaya?
Saat aku jatuh, saat aku sendiri?
Tahukah mereka?
Tahukah mereka aku ingin menangis?
Tahukah mereka aku selalu terpaksa tersenyum?
Yang mereka tahu hanya aku selalu diam melamun
Tapi tahukah mereka apa yang aku pikirkan?
Mereka tak tahu apa-apa
Tetapi mengapa mereka menghujaniku kritikan yang tidak benar?
Semua yang mereka tahu hanya bagaimana mengkritik seseorang
Tanpa tahu apa yang menimpa orang tersebut.
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 7:36 AM UTC
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009
Tahun baru t'lah berlalu
Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku
Terasa sedih awal kehancuran
Yang kan menimpa awal hidupku
Bulan pertama t'lah berlalu
Terlihat kesibukan dalam hidupku
Hingga ku lupakan kewajibanku
Amarah pun datang dari Ibu
Ku merasa bersalah..
Tapi... Tak terasa ada salah
Bulan ini penuh derita
Februari sumber derita
Ku harap di esok kelak
Ku bisa terlepas dari derita
Ku tak ingin menderita
Ku rela awal ini saja menderita
Created by. AP
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Palembang, 6 Februari 2013
Aku bagai jeruk yang diperas hingga kering sarinya
Tak berguna
Terbuang
Aku bagai pensil yang diserut kayunya
Hanya berguna di saat tajam
Menghilang
Aku bagai es yang mencair di atas tanah
Terserap
Tak Tampak
Aku adalah orang yang terabaikan
Tak dianggap
Tak pernah ada
Feb 6, 2013
Feb 6, 2013 at 8:57 AM UTC
Palembang, 6 Februari 2013
Aku ini pohon muda yang ditebang
Roboh
Aku ini kursi rotan yang patah
Rapuh
Aku ini daun hijau yang jatuh
Gugur
Aku ini aku yang Rapuh
Tak tersentuh
Feb 6, 2013
Feb 6, 2013 at 9:09 AM UTC
20th of Janury
21th of Februari
22th of March
23th of April
24th of May
25th of
This is time
measured by humans life.
rushing at the speed of girls
flattering theirs oversized eyelashes
and boys crashing into
fence from bikes,
the first word "mammy", which dad
did not record
It expires at the speed of the ran-out shelf life
of your beloved biscuit and hated milk
that you're allergic to.
down on the way to round-the-clock shop
the world seems fragile
like the handle of a plastic bag
dropped cookies decompose in the white sea
of lactose
time is slowing down
May 1, 2020
May 1, 2020 at 5:08 AM UTC
Tak ada yang lebih tabah
dari akhir bulan Februari,
disandarkannya tubuh rindu
kepada rak buku di pojok kamar itu.
Feb 27, 2023
Feb 27, 2023 at 12:07 PM UTC