"fatamorgana" poems
Palembang, 7 Mei 2012
Gambaran indah wajahmu selalu terlukis di awan hidupku
Angin pun selalu membawa suaramu di melodiku
Lonceng bersuara merdu tak semerdu suaramu di benakku
Musim selalu berganti namun kau tak terganti
Akar ini bersarang di hatiku
Namanya pasti kau tahu, akar cintaku
Fatamorgana tak bisa ku temukan di sini
Rupamu tertinggal untuk ku nanti
Embun telah membangun sarangnya di hidup ini
Di dalam palung jiwa ini
Engkau fatamorgana ku
Riwayat hidupku
Indahmu, adalah
Cintaku
Kecintaanku akan kamu
Fase cintaku
Energi mutakhir yang diciptakan darimu
Rasa sakit selalu
Genangan air mata melulu
Ucapanku dulu
Setelah ku memberimu itu
Otakku mati, lidahku kelu
Nisanku, tak perlu kau tahu
May 19, 2012
May 19, 2012 at 8:56 AM UTC
Aku ikut tertawa
Aku ikut tersenyum
Tapi rasanya berbeda
Aku bersama mereka
Tapi aku tidak bisa menggapai
Dan tidak ada yang menggapai..ku
Ku kira aku air
Ternyata aku hanya embun
Ku kira aku cahaya
Ternyata aku hanya bayangan
Aku berada di kotak ilusi
Berdinding fatamorgana
Bersama tapi terpisah
Hanya aku
Hanya aku yang dipisahkan
Haruskah ku pergi?
Atau mereka yang ternyata berbeda?
Nov 3, 2018
Nov 3, 2018 at 12:10 AM UTC
Umur berpihak dengan raga
menahan gejolak membara jiwa
umur menggengam hati dan berdoa
"tuhan, jangan kau membuatnya buta
mengejar idealisme, terkekang fatamorgana.
kembalikanlah ia,
ke mana hidup menuruti realita."
umur makin takut melihatnya
mendobrak dinding bata
batasnya dengan dunia
"Tiada guna,
di luar sana
kau hanya akan binasa,
ku hanya memiliki cinta
dan ku tak ingin kau kecewa..."
"Bukan cinta bila tangisan
membanjiri mata,
bukan kasih jika wilayah ditempa
membatasi ruang bermuara
semua perilaku hina padaku tertimpa
ku terima dengan hati leluasa
tanpanya ku tak akan bermetamorfosa
jangan kau berlara-lara
melihat juangku yang remaja
kekacauan ini indah
membuatku merasakan untuk kali pertama
hidup tiada kesempatan kedua."
Nov 4, 2019
Nov 4, 2019 at 12:12 PM UTC
Akankah…
Kita akan terus begini?
Terpisah oleh jarak bermil – mil
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali ke sisi
Seperti saat kita bersama dahulu
Akankah…
Pertemuan pertama kita
Hanya tinggal kenangan?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan melinkupiku dengan sayapmu
Seperti saat kita pertama berjumpa dahulu
Akankah…
Janji kita
Hanya tinggal sebuah janji?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan kita saling mengkaitkan jari
Seperti saat kita berjanji dahulu
Akankah…
Cinta kita
Hanya tinggal sebuah kata?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan berkata
Walau jarak dan ruang memisahkan kita
Aku percaya jika hati t’lah bicara
Takkan ada yang mampu memisahkan kita
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 8:14 AM UTC
Coventry once I left behind and thee too;
But look: I wouldst sail the seas with thee alone!
Thee alone, Immortal, t'at other souls shall feel mocked;
Mine is the night ship and thine the dawn voyage;
Ah, t'at the blind earth knoweth our hearts are its enterprise;
T'at shall be empty not, even th' sun disappears and moonlig't dies.
To thee whom I once loved, and now still do;
To thee for whom t'is heart beats, and shall take revenge;
To thee for whom my soul was blown, and by whom I'th grown alone;
Ah, thee, bewildering me too much by thy passionate desire.
Ah, Immortal, talk me no love talk, but take my life-all of it;
As though all men's streams are but fused in thee, thee alone!
Ah, Immortal, t'at fierce scent of thy red summer skin,
Too is just one of tonight's rampage of flurry wind!
And t'ese lines of love hath thou laid onto me, within
The breath and warmth of so many pleasant places;
Immortal, Immortal, Immortal--and like the beauty of Sofia;
I believeth in thy loveliness, in thy kind and timeless fatamorgana.
Immortal, my mountain, my earth, my everything;
Immortal, the very birth yon icy oceans hath to sing!
Immortal, hath thou seen the decree of fate;
T'at love is still t'ere for us, for 'tis never late?
Thy eyes are like heavens' broad fields beneath, and ever rejoicing;
Ah, darling, for I canst but see all gold and silver--plain and honest in 'em;
A drama like a song, a stage play like a vanished poem;
But one t'at turns again brave and crimson;
Toward' th' very end of the dark season.
I'd love to see thee pry love into my hungry heart again;
To watch thee brutally scorn and defy peace t'at hath existed
Piercing such through thy lonesome heart; raised, but now denied.
Ah, Immortal, I blame th' sun for its gladness;
And raise my contempt toward' the unknowing skies;
Like blood flowers, my heart too is emptied with madness;
T'at one wonders why it exists still and cannot die.
I wanteth to take thee again through the city's old brakes;
And introduceth thee to the idle flames of my song;
As beautifully and vengefully as misty poetry by th' lake;
T'at none is to see--nor to steal from me, as t'ey may fly or pass along.
May 23, 2014
May 23, 2014 at 6:48 AM UTC
Dalam tidurku
Masih kucumbu bayang-bayangmu
Yang takk sopan datang bertamu tanpa beritahu dahulu
Pesona hitammu menghantui pikiranku
Rasa ingin menggenggam, mencium dan merasakan(mu)
Walau hanya bayang semu
Kali ini aku tidak ingin memikirkan apapun
Tidak juga tentang(mu)
Untuk apa memikirkan hal mustahil dimiliki
Kini setapak dua tapak terjajahi
Selalu menjadi penenang hanya kopi
Pahit,
Tapi aku lebih suka yang demikian,
Tanpa pemanis,
Sebab 50% kemanisan hidupku
Dibawa pergi bersama bayangan(mu) yang semu.
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:11 AM UTC