Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"dimiliki" poems
Kau datang di saat ku menginginkanmu Kau bagaikan menerangi hidupku Ku tersenyum di setiap waktu Ku selalu memikirkanmu Kau menjauh entah mengapa Ku tersadar bahwa ku yang memulainya Kau tak sedetikpun berbicara Ku hanya bisa menyesal Ku mulai belajar tuk melupakanmu Ku buka hati ini tuk yang lain Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku Kau menyentuh hidup ku, lagi Kau buat aku menginginkanmu, lagi Kau buat aku salah tingkah, lagi Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku Kau yang menerangi hidup ku Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku Kau... Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu Yang ingin sekali mengecup bibir mu Kau... Yang selalu membuat aku gelisah Yang membuat aku berusaha lebih baik Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki Kau... Tak pernah habis kata-kata untuk mu Selalu ku puji dirimu Ku ingin bisa mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu I LOVE YOU
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
Semua Tentang Kau
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
0
May 17, 2015
May 17, 2015 at 10:37 PM UTC
Fatayat NU Jatim Gelar Fashion Show Batik Muslimah
Acara dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Ke-65 PW Fatayat NU itu diikuti hampir 38 peserta se-Jatim yang meliputi perwakilan seluruh pimpinan cabang Fatayat NU. Hasil desain peserta diperagakan model andalan mereka. Tak kalah dengan model profesional, para model Fatayat NU ini juga tampak percaya diri berlenggak-lenggok di atas caltwalk. Dalam lomba fashion show ini, peserta dari PC Fatayat Bojonegoro meraih juara pertama, sedangkan pemenang kedua diraih oleh peserta dari Nganjuk dan pemenang ketiga dari Fatayat Bangil. Menurut desainer muslimah yang dinobatkan jadi juri lomba ini, Ana Farhasy, ada beberapa poin dimiliki peserta Bojonegoro sehingga meraih juara. "Kendati bertemakan busana pesta muslimah, namun desainnya simpel dan elegan. Itu menjadi kelebihan sendiri daripada peserta lain yang banyak menonjolkan aksesoris sehingga tampak berlebihan," katanya. Selain itu, peserta dari Bojonegoro menampilkan tema gold kayu jati. "Batik yang digunakan asli Bojonegoro," jelas Ana. Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan selain lomba fashion show, kegiatan lain juga digelar dalam rangkaian harlah Fatayat NU itu. "Ada lomba menulis artikel, lomba menjadi presenter, dan bazar produk unggulan (handycraft) kreasi kader Fatayat di seluruh cabang Fatayat se-Jatim," katanya. Ia menambahkan, puncak peringatan Harlah Fatayat NU dilaksanakan di kantor PWNU Jatim pada Minggu, 17 Mei 2015. Rencananya, acara puncak dihadiri Menpora Imam Nahrawi, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Ketua DPRD Jatim. "Ketua Umum PP Fatayat NU Hajah Ida Fauziyah tidak bisa hadir karena berbarengan dengan acara prakongres Fatayat di Bandung," katanya. Mbak Hikmah, sapaan akrabnya, mengemukakan tema yang diambil harlah kali ini adalah "Ikhtiar Fatayat NU menuju Indonesia Berkeadaban". "Karenanya kita akan terus berusaha untuk melakukan berbagai karya nyata, tentu kita bangun ulang keadaban kita dengan Islam ahlussunnah wal jamaah atau yang kita kenal dengan Islam Nusantara," katanya.Read more here:www.marieaustralia.com/mermaid-trumpet-formal-dresses | www.marieaustralia.com/one-shoulder-formal-dresses
Continue reading...
12
Siang ini, jam tidak berputar terbalik Angin juga memutuskan untuk Berhembus ke satu arah saja Burung jalak di hening mulai menyanyi Berlagak galak Dan merapal sebuah lagu Hanya rerumputan yang lupa Tajamnya kidung mentari Pikirnya, Sakit tak akan membakar borok Yang dimiliki Apabila tak dirasa Lupakan saja, Jangan buat lagu apapun lagi Untuk mentari Biarlah ia murka sepuasnya Siapa tahu rumput Barangkali sedang impikan hujan Yang tak kunjung lebur Dalam lubuk hatinya Aku ingat kau pernah Beralasan: Aku tak mungkin berdiri Di bawah mentari, Dalam nadi dan degupku Mengalir bulir hujan Terlampau Getir dan gelap
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 3:38 AM UTC
Harap Dapat Memperindah Borok
Dengarlah gemuruh hujan pada malam hari ini; Dengan irama tetesannya kebisuan dicurahkan; Dalam kegelapan jua para pencari melangkah; Menyusuri persimpangan jalanan yang basah; Mungkinkah sudah keraguan mereka terhapuskan? Ataukah praduganya telah menjadi satu bentuk prasangka, Yang sekiranya kembali menolak untuk lagi-lagi berbicara? Dengan satu sapuan halusnya kembalilah dikau sunyi menjadi hening, Hening menjadi tiada, seperti tiada memunculkan hampa; Lalu hampa pergi meninggalkan luka yang menganga pada dikau; Hanya kesembuhan dari hujan yang dinanti mereka yang terluka; Seperti juga berkat yang dinantikan dikau yang tak lelah menanti; Memegang erat setiap butiran yang mungkin tak mampu dimiliki; Mendengar irama yang selamanya tak mampu dimengerti; Bersabdalah hujan pada semesta di malam hari ini; Hanya kesunyian yang terus ia ajak bicara dalam isyarat; Hanya kegelapan yang selamanya tak mampu ia lihat; Pengheningan resah telah menjadi gundah sang hujan; Seperti gundah itu sendiri menjadi gulana dikau; Seperti dikau yang hadir dan hilang dalam rimbanya hujan, Kembali dicari namun tak mampu dihilangkan.
0
Jun 24, 2017
Jun 24, 2017 at 5:56 AM UTC
Perbincangan Dengan Sang Hujan
memang aku tak pantas aku bukan yang bisa dimiliki memiliki pasangan jiwa yang bisa yang mampu.. selalu kuingat kamu malam ini yang penuh dengan hati gegana.. aku sekarang percaya kamu adalah bisa.. berbohong bukanlah pilihanku hati ini berteriak seolah berkata ..bahwa memang tidak ada yang layak setelah setahun berlalu sudah kulihat yang ada.. tidak ada dan tidak ada aku tak mengerti mengapa hati ini terus berteriak.. seolah tidak ingin tidak ada kamu disini hati memang membutuhkanmu hati memang tidak bisa menolak ..karena hanya kamu yang mampu berjalan hingga kiamat nanti dan hanya dirimu yang mampu menyakiti jiwa dan ragaku takkan ada yang bisa takkan pernah.
0
Oct 7, 2016
Oct 7, 2016 at 2:27 PM UTC
takkan pernah (wouldn't ever) // [bahasa]
Pada dasarnya, langit bukan tempat untuk bulan bersandar dan bulan bukan satu-satunya tempat untuk berbagi. Mereka hebat dengan karismanya masing-masing dan takluk dengan kehebatan satu sama lain, saling membutuhkan. Bersama menghasilkan keindahan yang terkesan tidak diperdulikan dikala hilang. Menciptakan sekitar damai dihiasi sunyi malam yang tenang. Cerita sama yg dimiliki matahari.
0
Oct 5, 2019
Oct 5, 2019 at 1:14 PM UTC
Malam
Ahh, judul... Kuliat ia akhir-akhir ini begitu menyebalkan Begitu merangah, berusaha mencolok Aku tidak yakin dia melakukannya dengan tidak sadar Aku tahu dia menginginkan sesuatu Kuasa! Aha, itu sudah pasti kuasa Kuliat ia begitu sombong hanya karena posisinya yang sedikit diatas Memandang rendah kata-kata serumpun yang ada di bawahnya Acuh melihat titik dan koma yang baginya tak ada apa-apanya Hanya karena font yang sedikit tebal dan size yang agak besar Membuat masyarakat kata memilihnya untuk mewakili suara mereka Pun merasa tak sebanding dengan apa yang dimiliki ‘Si Congkak’ itu Kata merasa rendah, titik koma tak berdaya Dan mereka... Kalah atas kedaulatannya sendiri Padahal judul hanya tak sadar Bahwa kuasa yang dimilikinya itu bukan karena dirinya sendiri Ia lahir karena keresahan kata Yang terombang-ambing bagai kapal di ganasnya lautan Menggantung bagai kepompong, terpenjara dalam ketidaksempurnaan Melayang-layang bak daun jatuh ditiup angin, tak tentu arah Mendambakan hidup yang bahagia dan tenteram untuk merdeka Karena ketakutan kata-lah Judul hadir sebagai jawaban Agar kata dilirik pembaca Agar kata digunakan dalam ruang diskusi Agar kata hidup dalam kepala Mengakar kokoh dan menjadi abadi Judul adalah cerminan pemimpin di negeri ini Seperti kacang yang acuh pada kulit, lupa diri Bahwa dirinya ada untuk mendengar keresahan Bukannya malah menjadi dalang kerusuhan Bahwa dirinya ada untuk mengerti suara yang dimarjinalkan Bukannya malah membuang muka, lalu lantas pergi meninggalkan Lihatlah ibu yang telah melahirkan Yang terpinggirkan mengandung harapan Yang menanti dengan merapal doa disetiap malam Anak baik jadilah baik Wahai kalian yang duduk manis di kursi tahta Bangkitlah! Kata-kata dan rakyat jelata yang dipandang sebelah mata Mendengarlah! Wahai judul "Si Congkak" juga para pemimpin negeri yang berlagak sok kuasa
0
Feb 27, 2021
Feb 27, 2021 at 11:55 AM UTC
JUDULNYA ADALAH JUDUL
Ahh, judul... Kuliat ia akhir-akhir ini begitu menyebalkan Begitu merangah, berusaha mencolok Aku tidak yakin dia melakukannya dengan tidak sadar Aku tahu dia menginginkan sesuatu Kuasa! Aha, itu sudah pasti kuasa Kuliat ia begitu sombong hanya karena posisinya yang sedikit diatas Memandang rendah kata-kata serumpun yang ada di bawahnya Acuh melihat titik dan koma yang baginya tak ada apa-apanya Hanya karena font yang sedikit tebal dan size yang agak besar Membuat masyarakat kata memilihnya untuk mewakili suara mereka Pun merasa tak sebanding dengan apa yang dimiliki ‘Si Congkak’ itu Kata merasa rendah, titik koma tak berdaya Dan mereka... Kalah atas kedaulatannya sendiri Padahal judul hanya tak sadar Bahwa kuasa yang dimilikinya itu bukan karena dirinya sendiri Ia lahir karena keresahan kata Yang terombang-ambing bagai kapal di ganasnya lautan Menggantung bagai kepompong, terpenjara dalam ketidaksempurnaan Melayang-layang bak daun jatuh ditiup angin, tak tentu arah Mendambakan hidup yang bahagia dan tenteram untuk merdeka Karena ketakutan kata-lah Judul hadir sebagai jawaban Agar kata dilirik pembaca Agar kata digunakan dalam ruang diskusi Agar kata hidup dalam kepala Mengakar kokoh dan menjadi abadi Judul adalah cerminan pemimpin di negeri ini Seperti kacang yang acuh pada kulit, lupa diri Bahwa dirinya ada untuk mendengar keresahan Bukannya malah menjadi dalang kerusuhan Bahwa dirinya ada untuk mengerti suara yang dimarjinalkan Bukannya malah membuang muka, lalu lantas pergi meninggalkan Lihatlah ibu yang telah melahirkan Yang terpinggirkan mengandung harapan Yang menanti dengan merapal doa disetiap malam Anak baik jadilah baik Wahai kalian yang duduk manis di kursi tahta Bangkitlah! Kata-kata dan rakyat jelata yang dipandang sebelah mata Mendengarlah! Wahai judul "Si Congkak" juga para pemimpin negeri yang berlagak sok kuasa
Continue reading...
43
Dalam tidurku Masih kucumbu bayang-bayangmu Yang takk sopan datang bertamu tanpa beritahu dahulu Pesona hitammu menghantui pikiranku  Rasa ingin menggenggam, mencium dan merasakan(mu) Walau hanya bayang semu Kali ini aku tidak ingin memikirkan apapun Tidak juga tentang(mu) Untuk apa memikirkan hal mustahil dimiliki Kini setapak dua tapak terjajahi  Selalu menjadi penenang hanya kopi  Pahit,  Tapi aku lebih suka yang demikian, Tanpa pemanis,  Sebab 50% kemanisan hidupku  Dibawa pergi bersama bayangan(mu) yang semu.
0
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:11 AM UTC
Fatamorgana Candu Kopi