"candu" poems
We're mostly gregarious and polite,
Like most of you.
We too have our diplomatic trips 'n bumps;
We never cozied to Dicky;
But welcomed ex-pat refugees
For safe and sound reasons.
After the jimmy-rigging, how many re-pated?
And we gagged on the impeachables, all fuzzy and bitter.
He called the father *that ******* in Ottawa;*
And Pierre wore that moniker like The Order of Canada.
When you're not liked by one, you're a dove.
You should visit CANDU.wow
It has it all.
How is Supreme Leader managing?
Are his...
Are my people... sitting at attention.
We could real news a bomb a la Kim Jong,
Or flip a stone down at Port Huron.
We won't.
But we could if we weren't
The Great White North, so accommodating, so polite,
So Coo loo coo coo coo coo coo cooo! nice...
(for now)
Jun 18, 2018
Jun 18, 2018 at 11:27 AM UTC
A is for atom
Rotten to the core
Melting down
below the ground
just outside the door
Where presidents and statesman
continue to play
with hot core rods
in a box of sand
forgetting where they've buried them
From Kazakhstan to New York
they walk away and wipe their hands
Now all young boys like hot apple pie
but uranium cake is hotter
and those who've tasted such elation
will tell you that it's nearly sinful
the way the warmth slowly infil-
-trates you to the bone
Hear! Hear! A noble cheer
for the best warm dish
served in years...
Soviet meltdown in hot sause
There's a piece for brother and sister and you
There's a piece for mom and dad
who chatter in the parlour
like a geiger counter going mad
Now the nuclear family
eats plutonium pie
and triple scoop reactor splits
melt and drip
from every bodies spoon
Cheer noble! Good men! Cheer noble!
Please stand tall solicit applause
Cheer noble!!
You'll get your rewards
and your just deserts
with a noble cheer
CANDU!!!
Roosty
Feb 2, 2017
Feb 2, 2017 at 10:07 AM UTC
rindu adalah candu
membawa nyeri kala terlalu lama dipendam
hanya diladeni oleh orang penyakitan
rindu adalah candu
wewangian dari yang dirindu
yang menyesakkan tapi ditunggu
rindu adalah candu
canduku untuk kamu.
May 1, 2017
May 1, 2017 at 12:16 AM UTC
dan aku kembali memikirkanmu lagi.
disela segala kesibukan yang mengekang jiwa
diantara tumpukan pekerjaan yang seharusnya lebih nyata
terselip dalam lamunan
terbayang di ujung tangan.
aku kembali memikirkamu.
Aku memang tidak seharusnya tinggal diam
kesibukan ini seperti candu
canduku untuk sejenak melupakanmu
walau pada akhirnya aku kembali memikirkanmu lagi.
Mar 9, 2016
Mar 9, 2016 at 4:04 PM UTC
Aku candu kesedihan
seperti perokok candu nikotin;
segan berhenti
namun menyakiti
Oct 28, 2018
Oct 28, 2018 at 2:37 PM UTC
Maafkan aku suka
Lembut namun menggoda
Senyum manis kutatap lama
Ingin kumiliki walau sementara
Maafkan aku suka
Tak biasa dan tanpa sengaja
Indah walau sedikit memaksa
Beda tipis cinta dan keras kepala
Maafkan aku suka
Harumnya membuat terlena
Kucoba lupa namun tak kuasa
Wanginya mengajak berdansa
Maafkan aku suka
Sosoknya menjadi candu seketika
Selalu kucari entah ke mana
Selalu terbayang kapan saja
Maafkan aku suka
Di atas kertas tampak nyata
Kalian tak mengerti tak mengapa
Walaupun menyiksa
Dia tak perlu membalas suka,
Apalagi cinta
Feb 7, 2018
Feb 7, 2018 at 12:36 PM UTC
di ruang 3x3 meter
kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat
masam terkecap, pahit tersisa
buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir
menggetarkan diri
menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi
dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku
didekap
dibekap
kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut
semakin hari, semakin menjadi-jadi
amarah yang tak terbendung
perkara hati bukanlah sebatas ruang
bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan
ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan
debaran demi debaran
candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk
bagai lorong tanpa ujung
pikiranku melayang masuk ke masa lampau
amarah dan kebencian mengombangambingku
belum reda kesalku
kutuk bertaburan dari bibirku
ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku
apa warasku pergi?
apa warasku pergi?
apa warasku pergi?
benci ini tak perlu lagi disiram
terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya
betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa
kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat
apa bedanya kamu dan aku?
aku tidak mau sepertimu
bukan pilhan pasif, dengan sadarku
warasku ada
aku pemenang petak umpetnya!
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:56 PM UTC
Ada hal yang terlalu indah.
Tak bisa di jamah,
Pembicaraan dengan mu yang mengusik kalbu ,
Menambah candu pada irama suaramu.
Singkat , penuh arti.
Kau yang terlalu pemalu,
Aku yang begitu terpaku.
Ingin bercakap hingga lupa waktu.
Namun gengsi masih terbelenggu.
Diam-diam menatap ,
Diam-diam bergejolak,
Matapun saling menatap,
Garis senyum mulai terkuak.
Kita sama-sama saling
Saling tahu,
Saling ingin,
Dan tak saling mengungkapkan,.
Sore yang mnjadi saksi mata,
Pada pembicaraan di meja kedua,
akan sekeping hati yang kian pasrah,
Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah,
Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah.
Sejatinya, harapan kian menggersang,
Mengikis hati tanpa bak diiris pedang,
Dan semakin rasa ini mendalam,
Semakin menumbuh renjana dalam diam.
-Tan
May 30, 2020
May 30, 2020 at 6:15 AM UTC
Dalam tidurku
Masih kucumbu bayang-bayangmu
Yang takk sopan datang bertamu tanpa beritahu dahulu
Pesona hitammu menghantui pikiranku
Rasa ingin menggenggam, mencium dan merasakan(mu)
Walau hanya bayang semu
Kali ini aku tidak ingin memikirkan apapun
Tidak juga tentang(mu)
Untuk apa memikirkan hal mustahil dimiliki
Kini setapak dua tapak terjajahi
Selalu menjadi penenang hanya kopi
Pahit,
Tapi aku lebih suka yang demikian,
Tanpa pemanis,
Sebab 50% kemanisan hidupku
Dibawa pergi bersama bayangan(mu) yang semu.
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:11 AM UTC