"buram" poems
Hidup dengan segala problematikanya
sejenak senang sejenak tenang
sejenak buram sejenak suram
Matahari bawaku cahaya
Tapi aku kepanasan
Hijab bawaku perlindungan
Tapi aku tertutup
Pohon bawaku udara
Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi
Ini baik tapi ini buruk.
Lalu hadir kerutan ditengah keningku
Melengkapi lipatan hitam mata ini
Hasil semua akar-akar pikiran
Bola matapun sekarang berfilter
Kuingat mawar pemberiannya
Gambar persembahan mereka
Seluruh tumpahan merah muda itu
Tapi tetap saja kabut dari belakang datang
Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali
-
-
-
Mengapa begini?
Terlalu banyak tapi
Mengindahkan kebingungan
Terbawa kelelahan
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Tahukah kamu, di tepi jendela itulah
Cinta dan kasih kusimpan
Lalu kau terbang semilir dan mencuri
Setiap tak ku tutup jendelanya
Tahukah kamu, berembun juga kaca
Jika di tepi jendela kau tiup rasa
Menjadi buram, dan tak sejernih air pula
Pandangan matanya?
Jika nanti ku kunci engselnya
Engkau tak bisa meluncur seenaknya
Meniup gundah keluar kamar
Hingga sinar senja membayang pudar
Jika nanti kau masuk
Sebagai kupu-kupu lembayung
Yang terhuyung hinggap di tepi jendela
Temani aku, sebentar saja
Ditepi jendela aku kehilangan
Cinta kasihku, ketika
Kau bersemilir masuk
Dan mencuri keduanya
Sep 12, 2016
Sep 12, 2016 at 1:21 PM UTC
Lunas sudah
selepas kutelusuri
segenap
frekuensi relatif
tak bersisa
aksiku menghadang dirimu.
Bukan khayal
angsa anggunku
satelit jiwa kala lampau
heranku dibuatnya
gamblangnya usaikan
cerita.
Benarkah
kesembronoanku?
Dambaku, kau tanya nalarmu.
Buram rekamanku
namun tak lagi
ada inginku berceloteh
per kau lempar ke kolong
tak beri sela kompromi.
Mustahil pudarkan rasaku,
hanya pikiranku,
luruh binasa.
Setakar janjiku,
ini kali terakhir aku datang padamu.
Makasih ya
Kini, aku berhenti mengugat
walau tanganku bergetar pelak
Tuhan buat yang baik menyeruak
kutenang, tak lagi koyak,
toh jika baik, kembali dipersatukan kelak.
demikianlah.
akhirnya kulepas juga genggamanku.
May 21, 2019
May 21, 2019 at 5:38 AM UTC
Semua begitu suram,
Semua begitu kelam,
Semua begitu buram.
Kupu-kupu tak lagi berkumpul di kebun,
Lebah tak lagi menghasilkan madu,
Burung tak lagi berkicau merdu.
Ditanyakan pada alam,
"Apahal semua ini?"
Ditanyakan pada malam,
"Apa yang terjadi?"
Ditanyakan pada siang,
"Mengapa seperti ini?"
Tapi percuma saja,
Semua hanya bisa membisu.
Bagai abu sisa bara yang masih menyala.
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 12:47 PM UTC
Tak sepeserpun lirih iba singgah
Apa yang seadanya,
Kabur!
Kata batin
Persimpangan demi persimpangan
Masih kuikatkan
Nyatanya,
Adakah kita bertukar rasa
Atau hanya terperangkap
Biarkan aku menari dengan cahaya
Erang perihmu
Gema tangisamu
Menyulam keraguan
Palsu palsu palsu
Kulihat buram me-muak-kan
Sep 20, 2025
Sep 20, 2025 at 1:42 PM UTC