Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"buka" poems
Paka-isipin ang bawat salitang sasambitin Bigyan ng pansin ang aking damdamin Hindi mo man pansin sa isang minuto lang masaya kong araw ay natakluban na ng lumbay Dahil sa prangka **** bibig Na makabasag araw! Sa buka ng bibig Tagos sa puso't isip Sabay sayong halakhak ang aking pagtangis Sana'y pinag-isipan ang bawat letrang binitawan At sana'y batid mo na ako'y nasaktan At makulay kong araw ay lumisan na ng tuluyan Magandang samahan ay Inagus na ng luha Patungo sa pusong may patlang sa gitna Sanhi ng iyong salita Na tumusok sa gitna Ng aking pusong noo'y banal At buo pa ng pagmamahal ng isang tunay na pamilya Ngayo'y ikaw pa ang galit at ako pa ang sinisi Winika mo pa na akoy sensitibo't Madaling masaktan Gayong ikaw ang may kasalanan At maysanhi ng aking kalungkutan.
0
Jul 2, 2017
Jul 2, 2017 at 12:42 AM UTC
May Laman Ang Salita
Kau datang di saat ku menginginkanmu Kau bagaikan menerangi hidupku Ku tersenyum di setiap waktu Ku selalu memikirkanmu Kau menjauh entah mengapa Ku tersadar bahwa ku yang memulainya Kau tak sedetikpun berbicara Ku hanya bisa menyesal Ku mulai belajar tuk melupakanmu Ku buka hati ini tuk yang lain Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku Kau menyentuh hidup ku, lagi Kau buat aku menginginkanmu, lagi Kau buat aku salah tingkah, lagi Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku Kau yang menerangi hidup ku Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku Kau... Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu Yang ingin sekali mengecup bibir mu Kau... Yang selalu membuat aku gelisah Yang membuat aku berusaha lebih baik Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki Kau... Tak pernah habis kata-kata untuk mu Selalu ku puji dirimu Ku ingin bisa mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu I LOVE YOU
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
Semua Tentang Kau
Kamu benar, aku gentar Kamu malu, aku palsu Lalu, siapa yag palsu karna malu? Hukumkah yang membuat kamu harus berbelok di setiap persimpangan? Aku tahu kamu letih memilih arah Kamu buka Tuhan yang sedang bermain teka-teki kehidupan Berhentilah dengan idealisme mu Berhentilah sejenak Duduk disampingku Menikmati senja ini.
0
Mar 31, 2014
Mar 31, 2014 at 10:54 AM UTC
Kamu dan kehidupan
Jakarta, Jumat 6 Juni 2008 Ku tak ingin menutup mata Bila tak ada kamu Nanti, saat ku bangun di pagi hari Kau tak ada di sampingku Ku tak ingin pergi Bila tak ada kamu Nanti, saat ku di depan musibah Kau tak ada menolong ku Kini, aku sakit Tak ada kamu di sini Nanti, bila aku mati Kau tak ada ‘tuk temani Ku tak ingin tidur Bila tak ada kamu Nanti, saat ku bangun Ku tak bisa buka mata tuk selamanya Ku tak ingin ke surga Bila tak ada kamu Tapi, biar kau di sini Cari pengganti ku Biar kau hidup untukku Dan bahagia dengan nya Karena… ku tak ingin pergi Bila melihatmu terluka
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:22 AM UTC
kU tAK iNGIN
Aku ingin peluk kakak Sebelum ku sambut tidur Aku ingin kakak di sini Hingga ku terlelap mimpi Aku ingin kakak tetap di sini Aku ingin melihat wajah kakak Saat aku buka mata di pagi hari Aku ingin kakak selalu di sini Memberi ku senyum indah Yang bercahaya menyinari Andai dunia tau aku di sini Ingin kakak selalu temani Hingga nanti aku pergi Selamanya tak akan kembali By. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:02 PM UTC
Senyum Terakhir
Bakit wala? Oo, wala. Bakit wala ako? At sila’y mayroon. Wala akong ikaw, ikaw na aligagang alagaan ako tuwing ako’y may dinadaing na sakit. Wala akong ikaw na nariyan palagi sa pagsikat at paglubog ko. Wala ako. Sila mayroon. Mayroon silang nasa kanilang tabi at hindi sila iniiwan. Mayroon silang gumagabay sa kanila at walang humpay na tinutulungan sila sa lahat ng ginagawa nila, mahirap man o madali. Mayroon sila na sa tuwing buka ng bibig ay may nakasunod na kutsara na isusubo na lang at ngunguyain na lang nila. Mayroon sila. Ako? Wala. Walang-wala.
0
Jan 18, 2016
Jan 18, 2016 at 7:49 PM UTC
Bakit Wala
May sanggol na buhat-buhat ng isang babae Naka teletubbies na T shirt Maikli ang buhok, maputi ang mukha Mataba ang mga braso Ang dalawang anyo ay nakaupo Sa isang silid Nakangiti ang babae Ang sanggol ay nakatingin sa kawalan Buka ang bibig ngunit Walang boses na lumalabas Ano ang kanilang patutunguhan? Alam ko kung saan. Ano ang kanilang mga kasalanan? Alam ko kung ano. Ano ang kanilang mga pangalan? Alam ko kung ano. May masamang pakiramdam Sa aking dibdib Sa pagitan ng mga nangyari At maaring mangyari Hindi ko maalis ang aking tingin Kahit na ako'y nasasaktan Kahit na gusto kong mawala Inosenteng bata Inosenteng bata Ano nangyari sa iyong pagka-inosente? Bakit ka lumaki? Bakit ka nagkasala? Bakit mo iniwan ang iyong panginoon? Bakit hindi ka pa magpatiwakal? Bata, madami kang pagdadaanan Naaawa ako sa iyo Mabuti at nakayanan mo Ngumiti ka, umiyak ka Ligtas ka dito Hindi kita pababayaan Naaawa ako sa iyo Itinago ko ang letrato Masyado nang ginugulo ang aking isipan Theodora, wala kang kasalanan. Theodora, wala kang kasalanan.
0
Oct 13, 2021
Oct 13, 2021 at 1:49 AM UTC
Letrato
O, malam yang suci Sayang, kau mau kecap itu? Kecaplah sunyi malam di ujung lidahmu, julurkan sepanjang tangan Bilamana gelap telah menghujani hari, teguklah dingin dalam gua mulutmu O sayang, kau mau dengar itu? Sendengkan telingamu, dengarkan sekali lagi Dengarkan ketika gelap dan terang tengah melenguh Harmoni saat daun dan ranting mencumbu satu sama lain O, sayang, kau mau merasakan itu? Sentuhlah bibir bulan itu, kau bisa merasakan dia tengah bernyanyi Bibirnya mengatup dan membuka, mendaraskan kidung yang seketika senja O, sayang, kau mau melihat itu? Buka matamu, lihat mereka saling bergesekan, menaut dan berkelindan Tak ubahnya sepasang kekasih yang tengah bersanggama
0
Sep 28, 2016
Sep 28, 2016 at 3:36 PM UTC
DESIR
Pada suatu hari yang kejam. Budi mau ke sekolah. Ganti baju, minum susu, tidak lupa gosok gigi. “Buk, Budi berangkat dulu ya.” Ibu pertiwi tidak menjawab. Budi melongok ke dapur lalu melihat ibu pertiwi. Tampangnya kusut, pakaiannya berantakan dan matanya sembab. Budi marah. Sosok bangsat macam mana yang telah membuat ibu pertiwi sedih ! Di mana bapak pertiwi? Ibu pertiwi sudah jadi janda dan masih dicabuli. Memang anjing ! Jadi siapa yang telah membuat ibu pertiwi sedih? Apakah si bangsat itu adalah mereka? Yang menanam beton raksasa dan mengambil semua dengan paksa? Atau apakah si bangsat itu adalah kalian? Yang menumpang dan mengotori air udara tanah, menggusur alam atas nama pembangunan? Atau apakah si bangsat itu adalah dia ? Yang berjalan angkuh dan tamak. Sesekali mencari peluang, sumber daya mana lagi yang bisa di sikat ? Babat terus tambang, sekalian laut, hutan, juga hewan! Atau apakah si bangsat itu adalah saya ? Bersembunyi di balik hati nurani yang katanya peduli, katanya cinta bumi, saya adalah omong kosong! Saya tidak benar-benar cinta. Jijik betul merasa ibu pertiwi sungguh berarti, ikut menjerit ketika ia ternodai, mana yang lebih munafik apakah diri saya atau aksi ? Pada suatu hari yang kejam, Budi tidak berangkat ke sekolah. Akal sehat budi meronta ingin lari selamatkan diri bersama ibu pertiwi. Anak cicit Adam dan Hawa terlalu goblok dan jahat. Manusia terlalu serakah dan merasa berkuasa. Lihat itu, Asap hitam pekat bergerak mendekat. Mampus kau! Ibu pertiwi sudah sekarat! Pada suatu hari yang kejam, malam datang dan manusia mulai buta. Ibu pertiwi gelap gulita, budi merangkak tanpa arah. Apa perlu listrik untuk buka mata? Atau cukup hanya sepercik bara? Budi bingung. Ibu pertiwi sedih. Bapak pertiwi bodo amat.
0
Jun 22, 2019
Jun 22, 2019 at 12:10 PM UTC
Pada Suatu Hari yang Kejam
Pada suatu hari yang kejam. Budi mau ke sekolah. Ganti baju, minum susu, tidak lupa gosok gigi. “Buk, Budi berangkat dulu ya.” Ibu pertiwi tidak menjawab. Budi melongok ke dapur lalu melihat ibu pertiwi. Tampangnya kusut, pakaiannya berantakan dan matanya sembab. Budi marah. Sosok bangsat macam mana yang telah membuat ibu pertiwi sedih ! Di mana bapak pertiwi? Ibu pertiwi sudah jadi janda dan masih dicabuli. Memang anjing ! Jadi siapa yang telah membuat ibu pertiwi sedih? Apakah si bangsat itu adalah mereka? Yang menanam beton raksasa dan mengambil semua dengan paksa? Atau apakah si bangsat itu adalah kalian? Yang menumpang dan mengotori air udara tanah, menggusur alam atas nama pembangunan? Atau apakah si bangsat itu adalah dia ? Yang berjalan angkuh dan tamak. Sesekali mencari peluang, sumber daya mana lagi yang bisa di sikat ? Babat terus tambang, sekalian laut, hutan, juga hewan! Atau apakah si bangsat itu adalah saya ? Bersembunyi di balik hati nurani yang katanya peduli, katanya cinta bumi, saya adalah omong kosong! Saya tidak benar-benar cinta. Jijik betul merasa ibu pertiwi sungguh berarti, ikut menjerit ketika ia ternodai, mana yang lebih munafik apakah diri saya atau aksi ? Pada suatu hari yang kejam, Budi tidak berangkat ke sekolah. Akal sehat budi meronta ingin lari selamatkan diri bersama ibu pertiwi. Anak cicit Adam dan Hawa terlalu goblok dan jahat. Manusia terlalu serakah dan merasa berkuasa. Lihat itu, Asap hitam pekat bergerak mendekat. Mampus kau! Ibu pertiwi sudah sekarat! Pada suatu hari yang kejam, malam datang dan manusia mulai buta. Ibu pertiwi gelap gulita, budi merangkak tanpa arah. Apa perlu listrik untuk buka mata? Atau cukup hanya sepercik bara? Budi bingung. Ibu pertiwi sedih. Bapak pertiwi bodo amat.
Continue reading...
35
mga naghahanap ng lunas, bibig; buka lang ang alam, kamay nalimot maghugas, "masama" ang pakiramdam.
0
Mar 15, 2019
Mar 15, 2019 at 12:00 PM UTC
gamot
Rumah joglo di tengah sawah. Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini. Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki. Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu. Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka. Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur. Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu. Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya. Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu. Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana. Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang. Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku. Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu. Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Malam Malam, Ubud
Isa, dalawa, hanggang sampu. Bilang sa daliri ko Ang bilang ng araw na umuwi Ako na hindi lasing Sa pagpasok pa lang Uwi na ang hinahanap Para makapiling Ang kanais nais kong kama Ngunit bago sa pagalis Ay may karamdamang Hindi kakaiba Hindi nakapagtataka Ang pagtawag ng cervesa at tabako Ng aking utak para sa aking katawan Ay dumadagumgdong Sa kaluluwa kong mahina Isang bote isa pa isa pa Isang kaha isa pa tama na tuloy tuloy ang daloy ng alak Sunod sunod Ang buka ng usok Sa pagtulog ubos na ang pakiramdam Ni-pandinig ay sumuko na. Amoy na lang ng amats Ano na ba anng kinahihinatnan Isa Dalawa Tatlo Hanggang sampu Bilang sa aking kamay Ang araw na Hindi ako lasing Ang sigarilyong hindi naubos At ang mga araw na humihinga pa ako
0
Aug 8, 2018
Aug 8, 2018 at 10:30 AM UTC
Katapusan
Ngiyazi awungibuzanga Ngiyazi phoqa ukukuhlebela ngalolu daba olungathi shuu Nayi..... Leli jokwe ngilikhethisiwe. Kepha hhayi ngamandla egendlovu iyangena. Angizitakuli obisini njengempukane kodwa kuyasho, ngiziqhelisile kokuningi, ngeqa ngama buqamama ngomfudlazana. Ngaketha ukufunana namanzi acwebileyo. Kwasala inhliziyo ibalisa, ithi hhawu mfo ka Phakathi Usho ukuthi lomuzi wethu usuyohlala unqhunu kanje, kungesena sphalala esihlekisana naso nenhliziyo yaso" Hhawu Mpangazitha waze wasibulala siphila, mina Nhliziyo kanye nabafowethu Imizwa siyakhala, buka nje uhleli uwedwa ubhalana naloludaba olungathi shuu. Ubulalisa thina ngalesiyasitha sethu Umzwangedwa. Khuluna iqiniso Duma dumane owaduma ezizweni, usho ukuthi awukulangazeleli ukumoyizela kwesi phalaphala. Phela wena usese yisoka lamanyala ubu dume ukutshakadula nezindoni zamanzi kuphela o Nandi no Dudu. Uzama ukungitshela ukuthi njengamanje awubuhlungu ngalokhu" Hhayi bo Nhliziyo mana ngodlame, ufuna ngithi kahle kahle. Phela sisonke kulolu hambho thizeni lwethu. Akekho esingamthanda ngaphandle kokuthanda thina sodwa esizinze kulomzimbha. Ake siyeke ukusukela inyoka isemgodini. Hhawu mfo ka Kunu ufanisa uthando nenyoka, ngaliphi kodwa. Hhayi kodwa ngiyalibona iphuzu lakho, kokubili kunobuthi. Ngiyabonga Nhliziyo ngincede ke mfo ka baba ukhumbhuza abafowenu Imizwa ngaleli jokwe, nobungozi okumele sihlale silugadile. Ngiyakuzwa Hhawu lweMpisi, mzukulu ka maShenge no Ndlangamandla, thole lakwa Mthabela. Wena othi gazi emaNtungweni nakwa Malinga. Mjaji, Ngwane. Madlokovu Duma ndumane owaduma ezizweni.
0
Jun 19, 2021
Jun 19, 2021 at 8:57 AM UTC
Untitled
Ngiyazi awungibuzanga Ngiyazi phoqa ukukuhlebela ngalolu daba olungathi shuu Nayi..... Leli jokwe ngilikhethisiwe. Kepha hhayi ngamandla egendlovu iyangena. Angizitakuli obisini njengempukane kodwa kuyasho, ngiziqhelisile kokuningi, ngeqa ngama buqamama ngomfudlazana. Ngaketha ukufunana namanzi acwebileyo. Kwasala inhliziyo ibalisa, ithi hhawu mfo ka Phakathi Usho ukuthi lomuzi wethu usuyohlala unqhunu kanje, kungesena sphalala esihlekisana naso nenhliziyo yaso" Hhawu Mpangazitha waze wasibulala siphila, mina Nhliziyo kanye nabafowethu Imizwa siyakhala, buka nje uhleli uwedwa ubhalana naloludaba olungathi shuu. Ubulalisa thina ngalesiyasitha sethu Umzwangedwa. Khuluna iqiniso Duma dumane owaduma ezizweni, usho ukuthi awukulangazeleli ukumoyizela kwesi phalaphala. Phela wena usese yisoka lamanyala ubu dume ukutshakadula nezindoni zamanzi kuphela o Nandi no Dudu. Uzama ukungitshela ukuthi njengamanje awubuhlungu ngalokhu" Hhayi bo Nhliziyo mana ngodlame, ufuna ngithi kahle kahle. Phela sisonke kulolu hambho thizeni lwethu. Akekho esingamthanda ngaphandle kokuthanda thina sodwa esizinze kulomzimbha. Ake siyeke ukusukela inyoka isemgodini. Hhawu mfo ka Kunu ufanisa uthando nenyoka, ngaliphi kodwa. Hhayi kodwa ngiyalibona iphuzu lakho, kokubili kunobuthi. Ngiyabonga Nhliziyo ngincede ke mfo ka baba ukhumbhuza abafowenu Imizwa ngaleli jokwe, nobungozi okumele sihlale silugadile. Ngiyakuzwa Hhawu lweMpisi, mzukulu ka maShenge no Ndlangamandla, thole lakwa Mthabela. Wena othi gazi emaNtungweni nakwa Malinga. Mjaji, Ngwane. Madlokovu Duma ndumane owaduma ezizweni.
Continue reading...
34
nang iwan mo ako isa lang ang tangi kong natandaan 'yon ay ang poste sa daan hindi ko natandaan ang 'yong mga titig ang 'yong mga salita ang 'yong mga hawak o ang 'yong tinig isa lang ang tangi kong natandaan 'yon ay ang poste sa daan kulay dilaw ang ilaw nito sakto sa halik n'ya sa labi mo sakto sa luhang pumapatak sa mga mata ko kaya hindi ko na natandaan kung paanong titigan mo ako pagtapos mo s'yang hagkan at hindi ko na rin matandaan kung paanong ang buka ng bibig mo ay "patawad" kaya't hindi ko na rin matandaan kung paanong ang dalawang magkahiwalay na poste sa daan ay mistulang lugmok sa kalungkutan dahil sila ang saksi sa pagmamahalang magpapaalam ilang araw man ang lumipas, o buwan, o taon, paulit-ulit na sinasaksak ang puso ko sa tuwing dadaan sa poste sa daan dahil yun lang ang tangi kong natatandaan dahil sila ang saksi sa pagmamahalang nagpaalam.
0
Oct 19, 2019
Oct 19, 2019 at 3:37 AM UTC
poste sa daan
Perutku meronta Semangatku hampa Tak berharta, tak berkerja Olahmu hanya buka sel-sel penjara dan menatap kamera penuh gaya Kalau begini dirimu, persetan saja Lebih baik aku mati karena korona
0
Apr 13, 2020
Apr 13, 2020 at 1:06 PM UTC
Swakarantina
KISAH tuhan DAN SEMUA MANUSIA-KELUARGAnya YANG PEMBOHONG. ENTER KISAH ISTRI-ISTRI BINAL YANG MENGGUGAT SUAMI-SUAMI NAKAL. ENTER SUDAH. ENTER AKU BUNTU LANGKAH SERONG MEREKA. ENTER BERKALI (X) LIPAT (X) BUKA (X) SILAHKAN LANJUTKAN TITIK INI...............
0
Jun 19, 2020
Jun 19, 2020 at 4:26 PM UTC
OKLASASADU
Dalawang salita, na maraming pinaluha Maraming bagay, na hindi nagawa Pinangakong habang buhay tayo ay magsasama Mga pangarap natin unti unting nawala Ako ay umasa, sa buka ng iyong bibig Masarap sa tenga, masakit sa dibdib Sinabi **** ako lang wala ng iba Pero sa likod nito’y kayo na palang dalawa Akoy parang tanga, na naniniwala sa iyo Ako’y sunod sunuran na para bang aso Hindi ko mawari, bakit nagtitiis ako Ganito ba ang umbig sa isang tulad mo? Kahit akoy niloloko na ng harap harapan Sinabihan ng tanga at nagbubulag bulagan Hindi ko parin magawang iwanan ka Dahil kumapit ako sa salitang sinabi mo “mahal kita” Sinabi **** Mahal kita wala ng iba, Yan ay tanda ko pa, sa aking ala-ala Ngunit ang totoo ay hindi naman pala Dahil hindi lang ako marami pang iba Mahal kita yan ang salita Na ang tao’y madalas pinaglalaruan Wag **** sabihin kung hindi naman bukal Dahil masakit umasa sa isang MAHAL KITA
0
Jul 3, 2020
Jul 3, 2020 at 11:17 AM UTC
Mahal Kita
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
0
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 1:01 PM UTC
buka mata mu!!!
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
Continue reading...
34