"buka" poems
Paka-isipin ang bawat salitang sasambitin
Bigyan ng pansin ang aking damdamin
Hindi mo man pansin sa isang minuto lang masaya kong araw ay natakluban na ng lumbay
Dahil sa prangka **** bibig
Na makabasag araw!
Sa buka ng bibig
Tagos sa puso't isip
Sabay sayong halakhak ang aking pagtangis
Sana'y pinag-isipan ang bawat letrang binitawan
At sana'y batid mo na ako'y nasaktan
At makulay kong araw ay
lumisan na ng tuluyan
Magandang samahan ay
Inagus na ng luha
Patungo sa pusong may patlang sa gitna
Sanhi ng iyong salita
Na tumusok sa gitna
Ng aking pusong noo'y banal
At buo pa ng pagmamahal ng isang tunay na pamilya
Ngayo'y ikaw pa ang galit
at ako pa ang sinisi
Winika mo pa na akoy sensitibo't
Madaling masaktan
Gayong ikaw ang may kasalanan
At maysanhi ng aking kalungkutan.
Jul 2, 2017
Jul 2, 2017 at 12:42 AM UTC
Kau datang di saat ku menginginkanmu
Kau bagaikan menerangi hidupku
Ku tersenyum di setiap waktu
Ku selalu memikirkanmu
Kau menjauh entah mengapa
Ku tersadar bahwa ku yang memulainya
Kau tak sedetikpun berbicara
Ku hanya bisa menyesal
Ku mulai belajar tuk melupakanmu
Ku buka hati ini tuk yang lain
Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata
Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku
Kau menyentuh hidup ku, lagi
Kau buat aku menginginkanmu, lagi
Kau buat aku salah tingkah, lagi
Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi
Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu
Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu
Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan
Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku
Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku
Kau yang menerangi hidup ku
Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu
Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku
Kau...
Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku
Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu
Yang ingin sekali mengecup bibir mu
Kau...
Yang selalu membuat aku gelisah
Yang membuat aku berusaha lebih baik
Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki
Kau...
Tak pernah habis kata-kata untuk mu
Selalu ku puji dirimu
Ku ingin bisa mengatakan bahwa
Aku sangat mencintaimu
I LOVE YOU
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
Kamu benar, aku gentar
Kamu malu, aku palsu
Lalu, siapa yag palsu karna malu?
Hukumkah yang membuat kamu harus berbelok
di setiap persimpangan?
Aku tahu kamu letih memilih arah
Kamu buka Tuhan
yang sedang bermain teka-teki kehidupan
Berhentilah dengan idealisme mu
Berhentilah sejenak
Duduk disampingku
Menikmati senja ini.
Mar 31, 2014
Mar 31, 2014 at 10:54 AM UTC
Jakarta, Jumat 6 Juni 2008
Ku tak ingin menutup mata
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku bangun di pagi hari
Kau tak ada di sampingku
Ku tak ingin pergi
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku di depan musibah
Kau tak ada menolong ku
Kini, aku sakit
Tak ada kamu di sini
Nanti, bila aku mati
Kau tak ada ‘tuk temani
Ku tak ingin tidur
Bila tak ada kamu
Nanti, saat ku bangun
Ku tak bisa buka mata tuk selamanya
Ku tak ingin ke surga
Bila tak ada kamu
Tapi, biar kau di sini
Cari pengganti ku
Biar kau hidup untukku
Dan bahagia dengan nya
Karena… ku tak ingin pergi
Bila melihatmu terluka
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:22 AM UTC
Aku ingin peluk kakak
Sebelum ku sambut tidur
Aku ingin kakak di sini
Hingga ku terlelap mimpi
Aku ingin kakak tetap di sini
Aku ingin melihat wajah kakak
Saat aku buka mata di pagi hari
Aku ingin kakak selalu di sini
Memberi ku senyum indah
Yang bercahaya menyinari
Andai dunia tau aku di sini
Ingin kakak selalu temani
Hingga nanti aku pergi
Selamanya tak akan kembali
By. Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:02 PM UTC
Bakit wala? Oo, wala.
Bakit wala ako? At sila’y mayroon.
Wala akong ikaw, ikaw na aligagang alagaan ako tuwing ako’y may dinadaing na sakit.
Wala akong ikaw na nariyan palagi sa pagsikat at paglubog ko.
Wala ako. Sila mayroon.
Mayroon silang nasa kanilang tabi at hindi sila iniiwan.
Mayroon silang gumagabay sa kanila at walang humpay na tinutulungan sila sa lahat ng ginagawa nila, mahirap man o madali.
Mayroon sila na sa tuwing buka ng bibig ay may nakasunod na kutsara na isusubo na lang at ngunguyain na lang nila.
Mayroon sila. Ako? Wala. Walang-wala.
Jan 18, 2016
Jan 18, 2016 at 7:49 PM UTC
May sanggol na buhat-buhat ng isang babae
Naka teletubbies na T shirt
Maikli ang buhok, maputi ang mukha
Mataba ang mga braso
Ang dalawang anyo ay nakaupo
Sa isang silid
Nakangiti ang babae
Ang sanggol ay nakatingin sa kawalan
Buka ang bibig ngunit
Walang boses na lumalabas
Ano ang kanilang patutunguhan?
Alam ko kung saan.
Ano ang kanilang mga kasalanan?
Alam ko kung ano.
Ano ang kanilang mga pangalan?
Alam ko kung ano.
May masamang pakiramdam
Sa aking dibdib
Sa pagitan ng mga nangyari
At maaring mangyari
Hindi ko maalis ang aking tingin
Kahit na ako'y nasasaktan
Kahit na gusto kong mawala
Inosenteng bata
Inosenteng bata
Ano nangyari sa iyong pagka-inosente?
Bakit ka lumaki?
Bakit ka nagkasala?
Bakit mo iniwan ang iyong panginoon?
Bakit hindi ka pa magpatiwakal?
Bata, madami kang pagdadaanan
Naaawa ako sa iyo
Mabuti at nakayanan mo
Ngumiti ka, umiyak ka
Ligtas ka dito
Hindi kita pababayaan
Naaawa ako sa iyo
Itinago ko ang letrato
Masyado nang ginugulo ang aking isipan
Theodora, wala kang kasalanan.
Theodora, wala kang kasalanan.
Oct 13, 2021
Oct 13, 2021 at 1:49 AM UTC
O, malam yang suci
Sayang, kau mau kecap itu?
Kecaplah sunyi malam di ujung lidahmu, julurkan sepanjang tangan
Bilamana gelap telah menghujani hari, teguklah dingin dalam gua mulutmu
O sayang, kau mau dengar itu?
Sendengkan telingamu, dengarkan sekali lagi
Dengarkan ketika gelap dan terang tengah melenguh
Harmoni saat daun dan ranting mencumbu satu sama lain
O, sayang, kau mau merasakan itu?
Sentuhlah bibir bulan itu, kau bisa merasakan dia tengah bernyanyi
Bibirnya mengatup dan membuka, mendaraskan kidung yang seketika senja
O, sayang, kau mau melihat itu?
Buka matamu, lihat mereka saling bergesekan, menaut dan berkelindan
Tak ubahnya sepasang kekasih yang tengah bersanggama
Sep 28, 2016
Sep 28, 2016 at 3:36 PM UTC
Pada suatu hari yang kejam.
Budi mau ke sekolah.
Ganti baju, minum susu, tidak lupa gosok gigi.
“Buk, Budi berangkat dulu ya.”
Ibu pertiwi tidak menjawab.
Budi melongok ke dapur lalu melihat ibu pertiwi.
Tampangnya kusut, pakaiannya berantakan dan matanya sembab.
Budi marah.
Sosok bangsat macam mana yang telah membuat ibu pertiwi sedih !
Di mana bapak pertiwi? Ibu pertiwi sudah jadi janda dan masih dicabuli. Memang anjing !
Jadi siapa yang telah membuat ibu pertiwi sedih?
Apakah si bangsat itu adalah mereka?
Yang menanam beton raksasa dan mengambil semua dengan paksa?
Atau apakah si bangsat itu adalah kalian?
Yang menumpang dan mengotori air udara tanah, menggusur alam atas nama pembangunan?
Atau apakah si bangsat itu adalah dia ?
Yang berjalan angkuh dan tamak. Sesekali mencari peluang, sumber daya mana lagi yang bisa di sikat ?
Babat terus tambang, sekalian laut, hutan, juga hewan!
Atau apakah si bangsat itu adalah saya ?
Bersembunyi di balik hati nurani yang katanya peduli, katanya cinta bumi, saya adalah omong kosong!
Saya tidak benar-benar cinta. Jijik betul merasa ibu pertiwi sungguh berarti, ikut menjerit ketika ia ternodai, mana yang lebih munafik apakah diri saya atau aksi ?
Pada suatu hari yang kejam,
Budi tidak berangkat ke sekolah.
Akal sehat budi meronta ingin lari selamatkan diri bersama ibu pertiwi.
Anak cicit Adam dan Hawa terlalu goblok dan jahat.
Manusia terlalu serakah dan merasa berkuasa.
Lihat itu,
Asap hitam pekat bergerak mendekat.
Mampus kau! Ibu pertiwi sudah sekarat!
Pada suatu hari yang kejam,
malam datang dan manusia mulai buta.
Ibu pertiwi gelap gulita, budi merangkak tanpa arah.
Apa perlu listrik untuk buka mata?
Atau cukup hanya sepercik bara?
Budi bingung. Ibu pertiwi sedih. Bapak pertiwi bodo amat.
Jun 22, 2019
Jun 22, 2019 at 12:10 PM UTC
mga naghahanap ng lunas,
bibig; buka lang ang alam,
kamay nalimot maghugas,
"masama" ang pakiramdam.
Mar 15, 2019
Mar 15, 2019 at 12:00 PM UTC
Rumah joglo di tengah sawah.
Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini.
Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki.
Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu.
Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka.
Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur.
Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu.
Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya.
Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu.
Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana.
Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang.
Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku.
Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu.
Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Isa, dalawa, hanggang sampu.
Bilang sa daliri ko
Ang bilang ng araw na umuwi
Ako na hindi lasing
Sa pagpasok pa lang
Uwi na ang hinahanap
Para makapiling
Ang kanais nais kong kama
Ngunit bago sa pagalis
Ay may karamdamang
Hindi kakaiba
Hindi nakapagtataka
Ang pagtawag ng cervesa at tabako
Ng aking utak para sa aking katawan
Ay dumadagumgdong
Sa kaluluwa kong mahina
Isang bote isa pa isa pa
Isang kaha isa pa tama na
tuloy tuloy ang daloy ng alak
Sunod sunod Ang buka ng usok
Sa pagtulog ubos na ang pakiramdam
Ni-pandinig ay sumuko na.
Amoy na lang ng amats
Ano na ba anng kinahihinatnan
Isa
Dalawa
Tatlo
Hanggang sampu
Bilang sa aking kamay
Ang araw na Hindi ako lasing
Ang sigarilyong hindi naubos
At ang mga araw na humihinga pa ako
Aug 8, 2018
Aug 8, 2018 at 10:30 AM UTC
Ngiyazi awungibuzanga
Ngiyazi phoqa ukukuhlebela
ngalolu daba olungathi shuu
Nayi.....
Leli jokwe ngilikhethisiwe. Kepha
hhayi ngamandla egendlovu iyangena. Angizitakuli obisini
njengempukane kodwa kuyasho,
ngiziqhelisile kokuningi, ngeqa
ngama buqamama ngomfudlazana.
Ngaketha ukufunana namanzi
acwebileyo. Kwasala inhliziyo
ibalisa, ithi hhawu mfo ka Phakathi
Usho ukuthi lomuzi wethu usuyohlala
unqhunu kanje, kungesena sphalala
esihlekisana naso nenhliziyo yaso"
Hhawu Mpangazitha waze wasibulala siphila, mina Nhliziyo kanye nabafowethu Imizwa siyakhala, buka
nje uhleli uwedwa ubhalana naloludaba olungathi shuu. Ubulalisa
thina ngalesiyasitha sethu Umzwangedwa. Khuluna iqiniso Duma dumane owaduma ezizweni, usho ukuthi awukulangazeleli ukumoyizela kwesi phalaphala. Phela
wena usese yisoka lamanyala ubu dume ukutshakadula nezindoni zamanzi kuphela o Nandi no Dudu.
Uzama ukungitshela ukuthi njengamanje awubuhlungu ngalokhu"
Hhayi bo Nhliziyo mana ngodlame, ufuna ngithi kahle kahle. Phela sisonke kulolu hambho thizeni lwethu. Akekho esingamthanda
ngaphandle kokuthanda thina
sodwa esizinze kulomzimbha.
Ake siyeke ukusukela inyoka
isemgodini.
Hhawu mfo ka Kunu ufanisa uthando
nenyoka, ngaliphi kodwa. Hhayi kodwa ngiyalibona iphuzu lakho,
kokubili kunobuthi.
Ngiyabonga Nhliziyo ngincede ke mfo ka baba ukhumbhuza
abafowenu Imizwa ngaleli jokwe, nobungozi okumele sihlale silugadile.
Ngiyakuzwa Hhawu lweMpisi, mzukulu ka maShenge no Ndlangamandla, thole lakwa Mthabela. Wena othi gazi
emaNtungweni nakwa Malinga.
Mjaji, Ngwane. Madlokovu
Duma ndumane owaduma ezizweni.
Jun 19, 2021
Jun 19, 2021 at 8:57 AM UTC
nang iwan mo ako
isa lang ang tangi kong natandaan
'yon ay ang poste sa daan
hindi ko natandaan ang 'yong mga titig
ang 'yong mga salita
ang 'yong mga hawak
o ang 'yong tinig
isa lang ang tangi kong natandaan
'yon ay ang poste sa daan
kulay dilaw ang ilaw nito
sakto sa halik n'ya sa labi mo
sakto sa luhang pumapatak sa mga mata ko
kaya hindi ko na natandaan kung paanong titigan mo ako
pagtapos mo s'yang hagkan
at hindi ko na rin matandaan kung paanong ang buka ng bibig mo ay
"patawad"
kaya't hindi ko na rin matandaan kung paanong ang dalawang magkahiwalay na poste sa daan
ay mistulang lugmok sa kalungkutan
dahil sila ang saksi sa pagmamahalang magpapaalam
ilang araw man ang lumipas, o buwan, o taon,
paulit-ulit na sinasaksak ang puso ko
sa tuwing dadaan sa poste sa daan
dahil yun lang ang tangi kong natatandaan
dahil sila ang saksi sa pagmamahalang nagpaalam.
Oct 19, 2019
Oct 19, 2019 at 3:37 AM UTC
Perutku meronta
Semangatku hampa
Tak berharta, tak berkerja
Olahmu hanya buka sel-sel penjara
dan menatap kamera penuh gaya
Kalau begini dirimu, persetan saja
Lebih baik aku mati karena korona
Apr 13, 2020
Apr 13, 2020 at 1:06 PM UTC
KISAH tuhan DAN SEMUA MANUSIA-KELUARGAnya YANG PEMBOHONG. ENTER
KISAH ISTRI-ISTRI BINAL YANG MENGGUGAT SUAMI-SUAMI NAKAL.
ENTER
SUDAH.
ENTER
AKU BUNTU LANGKAH SERONG MEREKA.
ENTER BERKALI (X) LIPAT (X) BUKA (X) SILAHKAN LANJUTKAN TITIK INI...............
Jun 19, 2020
Jun 19, 2020 at 4:26 PM UTC
Dalawang salita, na maraming pinaluha
Maraming bagay, na hindi nagawa
Pinangakong habang buhay tayo ay magsasama
Mga pangarap natin unti unting nawala
Ako ay umasa, sa buka ng iyong bibig
Masarap sa tenga, masakit sa dibdib
Sinabi **** ako lang wala ng iba
Pero sa likod nito’y kayo na palang dalawa
Akoy parang tanga, na naniniwala sa iyo
Ako’y sunod sunuran na para bang aso
Hindi ko mawari, bakit nagtitiis ako
Ganito ba ang umbig sa isang tulad mo?
Kahit akoy niloloko na ng harap harapan
Sinabihan ng tanga at nagbubulag bulagan
Hindi ko parin magawang iwanan ka
Dahil kumapit ako sa salitang sinabi mo “mahal kita”
Sinabi **** Mahal kita wala ng iba,
Yan ay tanda ko pa, sa aking ala-ala
Ngunit ang totoo ay hindi naman pala
Dahil hindi lang ako marami pang iba
Mahal kita yan ang salita
Na ang tao’y madalas pinaglalaruan
Wag **** sabihin kung hindi naman bukal
Dahil masakit umasa sa isang MAHAL KITA
Jul 3, 2020
Jul 3, 2020 at 11:17 AM UTC
aku memang beda
tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui
aku...
tidak pernah yang namanya setengah
hidupku
tidak pernah yang namanya setengah
aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah
aku di ajari untuk menyelam
bukan mengapung
disaat ini
aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia
aku membebaskan mu untuk memilih
disaat aku sakit hati kau tau?
itu sakit yang bukan setengah-setengah
aku pernah di posisi yang serupa seperti ini
mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut,
pendewasaan mungkin?
setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar....
disaat kau kembali...
setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh...
kamu rapuh...
tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku
bukan kepadamu...
mungkin kalo tuhan melihatkan padamu...
hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga...
aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu
mungkin nanti...
kamu akan sadar
dan tergampar akan realita yang besar
memar... bagai terkena tinju
biru... bagai lebam terpukul amarah batin
aku disini, berlatih menjadi laki-laki
untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah...
menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 1:01 PM UTC