Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"berlari" poems
Tangan ku kaku ketika menulis Kaki ku lumpuh ketika melangkah Mata ku buta ketika memandang Raga ku pun mati karena merindukan Langit amat luas Hidup bahagia bersama awan Tapi, langit tak berikan aku Aku pun menangis Air laut menampung kesedihan ku Meluap menjadi awan Dan menenggelamkan jagat raya Termasuk hati ku yang sudah rentan Rentan, karena terik mentari yang menyengat Raga ku roboh terhempas angin menjadi puing Jiwa ku lari saat takut desiran pasir Darah ku habis saat berlari mengejar semua Sumpah mati takkan tergapai Cinta sejati dalam hati yang tulus Dengan ocehan yang melukai Dan kata cinta yang omong kosong Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:48 AM UTC
Cinta Tak Tergapai
Kau... membenciku kah? tidak menyukaiku? atau mungkin kau iri padaku? Kau begitu munafik! dulu aku selalu bercerita tentangnya padamu, meskipun aku dan dia sudah tak lagi bersama kau pun tahu aku masih sangat sangat menyukainya. Kau tahu aku mengaguminya berbulan bulan, kau juga tahu untuk mendapatkan hatinya seperti berlari mendapatkan satu bintang kecil. Walau pada akhir nya aku hanya jadi pelampiasan perasaannya, tapi aku masih sangat menyukainya pada waktu itu meski kenyataannya harus seperti itu. Aku teman mu, dan aku juga tahu kau juga temannya lebih dekat dari sekedar pertemananku denganmu. tapi apa kau tak bisa mengahargai perasaanku sebagai temanmu? kau tahu semua isi hatiku tentangnya, tapi mengapa kau sekarang? memadu kasih dengan dirinya yang sampai detik ini kau tahu aku masih sangat mengaguminya! kau jahat! kau benar-benar penghianat bertopeng pertemanan! kau bukan lagi temanku sekarang. Itu terlalu sakit, sangat sakit untuk ku percaya. kau bahkan hanya mengatakan maaf hanya untuk sekali seumur hidupmu?! itukah dirimu yang sebenarnya? menikamku tanpa ampun. kalian berdua sama saja, tak ada gunanya aku mempertahankan seorang teman penghianat, dan sorang pengagum yang gila perempuan. 'seorang pencuri kekasih sesungguhnya mencuri seorang penghianat!'
0
Oct 10, 2013
Oct 10, 2013 at 11:30 PM UTC
Dikamusku ada 'MANTAN TEMAN' sekarang!
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
0
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Dunia, Seni, Koruptor
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
Continue reading...
39
Palembang, 14 Desember 2013 siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam tak peduli walau menembus hujan melawan badai ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya aku berdoa meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja berjalan menunduk, kecewa meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam tak lagi menjadi bintang kehilangan sinar senja tak lagi bebas berlari di bawah mentari tak lagi bernyawa siapakah aku?
0
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
Siapakah Aku?
*take me to your serenity.. so you feel joy in the deserted .. give me a privilege  and a name .. in order to reign in your heart and in it excite plump body .. can't run and hide from the conscience  .. could not bear the will of passion flame .. the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt .. i want to give a bear hug  to a small shoulder and  crushing the faithfully .. creeps passionate embrace your body with longing coals .. kissing  your thin lips deeply  until it burn your desire.. **** your tongue wild  until unsatisfied romance .. licking strong passion in your chest until bubbling subsided .. shake your wild fantasy to  spoiling you with endless fondling .. your night is ocean impression that never fade.. wading and paddling memories together .. beautiful, warm and whole in your arms..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ hadirkan aku dalam heningmu agar tenang engkau dalam sepi.. beri aku sebuah gelar dan nama.. agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu.. tak dapat nurani untuk berlari sembunyi.. tak sanggup kodrati diri memikul rasa.. lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa.. inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu.. mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan.. melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai.. menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi.. merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi.. menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut.. menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan.. malammu adalah  samudra kesan tak berpudar.. mengarungi  kenangan dan mengayuh kebersamaan.. indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
0
Dec 26, 2013
Dec 26, 2013 at 7:11 PM UTC
copulate with conscience
*take me to your serenity.. so you feel joy in the deserted .. give me a privilege  and a name .. in order to reign in your heart and in it excite plump body .. can't run and hide from the conscience  .. could not bear the will of passion flame .. the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt .. i want to give a bear hug  to a small shoulder and  crushing the faithfully .. creeps passionate embrace your body with longing coals .. kissing  your thin lips deeply  until it burn your desire.. **** your tongue wild  until unsatisfied romance .. licking strong passion in your chest until bubbling subsided .. shake your wild fantasy to  spoiling you with endless fondling .. your night is ocean impression that never fade.. wading and paddling memories together .. beautiful, warm and whole in your arms..* ┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶  ƦУ  »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈ hadirkan aku dalam heningmu agar tenang engkau dalam sepi.. beri aku sebuah gelar dan nama.. agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu.. tak dapat nurani untuk berlari sembunyi.. tak sanggup kodrati diri memikul rasa.. lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa.. inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu.. mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan.. melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai.. menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi.. merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi.. menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut.. menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan.. malammu adalah  samudra kesan tak berpudar.. mengarungi  kenangan dan mengayuh kebersamaan.. indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
Continue reading...
34
Di malam bulan terpotong jadi tawa, angin membelahku jadi tiga bujursangkar. Satu untuk diriku sendiri, satu untuk bibir kemaraumu, dan yang lain, mungkin, untuk dua anjing lapar yang Tuhan pelihara dalam diriku dan dirimu. Di situ, di rimbunan gelap yang padat dan waktu yang mengering, ingatan mempertemukan kita walau sebentar. Kau berlari membawa kotak yang di dalamnya mungkin adalah namaku, dan aku berlari di belakangmu menjauhi danau. Sayap-sayap yang tidur, kepala yang dinaungi tali-temali, dan jejak-jejak bernafas rapat. Bagimu, dunia mungkin masih adalah tabir yang kaku. Oh. Burung-burung dalam kepala! Itu kekakuan yang liris membunuhku. Malang, 3 April 2013
0
Jun 28, 2013
Jun 28, 2013 at 2:48 AM UTC
Aku, Kau, dan Dua Anjing yang Tuhan Pelihara Dalam Diriku dan Dirimu
Palembang, 30 Desember 2013 Ini terjadi lagi, tuk yang kesekian kali Jiwaku terbentur batu, keras sekali Retak, hampir pecah berapi Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati Menjadi mayat tak berhati Tak mampu berfikir lagi Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini Meski kaki ini tak mampu berdiri Nafas ini tak mampu berhembus lagi Hanya satu yang aku yakini Keajaiban yang benar ada di dunia ini Rencana indah Tuhan yang lain Yang tak pernah bisa dihindari Hidup tidak selalu buruk atau baik Perubahan kecil sangatlah berarti Tuk hidupku yang sunyi Aku memang sendiri Tapi ku tak ingin sembunyi Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi aku yang memilih aku yang jalani Ini bukanlah janji Ini adalah curahan hati Keinginan yang tak mampu ku raih Namun ku jua tak lelah berlari Meraih keingnan di hidup ini Jika kalian membaca ini Tolong, hargai dan temani Aku di sini sendiri ...
0
Dec 30, 2013
Dec 30, 2013 at 2:09 AM UTC
Curahan Hati
Setoples garam, sejumput di jarinya Dikulum masa mudanya, berani. Bukan hanya menembak, menusuk Melayangkan doa istri yang merindu Menghapus sosok bapak, dari sang anak Dikenangnya pandangan serdadu itu Jarinya adalah maut, matanya adalah bidik Senapannya adalah kubur, pelebur semua cinta Juang adalah bahan bakar seruannya, Merdeka! Bambu itu simbol perjuangan, ibu Namaku akan seharum sukma bapak! Saat kawannya berkawin, bunting, mati Dia tetap bersolek layaknya gadis Gincunya dari belanda, mengucur langsung dari lubang pelornya tepat di jantung Bedaknya dari tanah desa bapaknya dulu bergundu Parfumnya alami dari pori-pori semangatnya berlari Belum lagi perhiasannya, Antingnya dari granat, meledak tepat di sisinya Kalungnya adalah medali sebagai pengingat maut, bergurau dengan nyawanya Tiba saatnya dia berbaring, lelah, terluka dan pusing Menjadi guling yang dicengkramnya Berselimut lumpur dan mayat sebagai kasurnya, lelap. Senja itu angin semilir bergema Kenangan atau mimpi, dia berandai Namun pecah ketika aku berteriak Ibu! Sudahkah? Aku lapar!
0
Aug 13, 2016
Aug 13, 2016 at 10:51 AM UTC
Sepanci Kenangan dan Perjuangan
Palembang, 31 Agustus 2012 Bulan Bulat Kuning Terang Di dunia yang gelap, segelap hidupku Bulan Sendirian Berlari Mengejar mentari Membutuhkan sinar, sama seperti aku Aku masih bisa mendengar lagu di udara Hingga mentari tiba Bulan pun hilang, seperti akal ku Aku ditinggal sendiri Dan lagu pun berhenti
0
Sep 1, 2012
Sep 1, 2012 at 8:45 AM UTC
Bulan
Selamat pagi Aku kira hari ini berbeda Aku kira hari ini kita berdua Akan kembali Bersatu lagi Tapi venus pergi Meninggalkan hampa Dan secerca air mata Kamu berkata ingin berhenti Untuk sementara Selamat pagi Mungkin tadi hanya mimpi Tentu saja tidak Semuanya asli Semuanya benar terjadi Seperti ombak yang memecah karang Rusak dan terhanyut Ke dasar laut Aku tenggelam terdiam Dan engkau berlari pergi Selamat malam Cukup sudah Aku tidak ingin hariku lagi Selamat malam Bangunkan aku Bila kamu tlah kembali
0
Oct 8, 2016
Oct 8, 2016 at 12:16 AM UTC
Selamat Pagi Selamat Malam
Andai aku seindah mu Rasa hati ku kan bahagia Lekuk senyum ku tak seindah mu Oh, sungguh berbeda antara kita Namun, ku tak peduli Semua akan hilang terbawa angin Yang akan tercipta rasa cinta, terus membuat ku bermimpi Merpati terbang melayang Indah tak kan hancur sedikitpun Rusa berlari kencang Akankah menggapai kebahagiaan? Luapan cinta tak tergapai Dalam hati ku berkata Inikah takdir hidup ku? Creates by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:33 AM UTC
A.R.L.O.N.S.Y M.I.R.A.L.D.Y
Mendung gelap kala itu Angin yang berlari-lari Kilat petir mengambil alih langit Kegelapan menyelimuti Burung yang terbang diantaranya Satu diantara membuat perbedaan Burung yang duduk diatas pagar Seakan kelelahan melawan Meratapi kegelapan menerpa Hujan deras menyelimutinya Duduk terdiam Lelah akan melawan.
0
Oct 25, 2017
Oct 25, 2017 at 10:00 AM UTC
Lelah.
Lalu lintas jalan padat merayap pengap namun tetap senyap Karena dia menulikan setiap kata-kata di perempatan jalan Pula desah resah mata-mata yang memandang Kunang-kunang kuning itu tiba-tiba melintas tenang Mengambang lembut bagai daun dihanyutkan arus Membius lampu-lampu sein agar berhenti mengedip Malam itu, di perempatan jalan itu cahaya meredup Orang-orang tak tahu menahu, beberapa berandai Indah juga jika dipelihara di pekarangan rumah Satu bangkit lalu berjingkat mendekat Kunang-kunang kuning itu melesat Tiba-tiba semua orang mengejar berlari Ingin agar Kunang-kunang itu dipelihara di rumah Tukang becak, penjaja koran, bos besar perusahaan, mahasiswa, semuanya tak mau mengalah Berlari, menyerobot, menggapai, meraih, mendorong, menginjak, menjambak, mendepak, merusak, menolak. Lelah. Kunang-kunang Kuning menang Tak ada yang berhasil merebutnya Orang-orang pun lesu, menyumpah, dan kembali ke apa yang mereka kerjakan sesaat lalu sambil bergumam "Tak ada Kunang-kunang Kuning di pekarangan rumah" Kemudian semua berubah normal Seperti lalu lintas biasanya Hanya ada aku, yang masih memandang, kemana Kunang-kunang Kuning itu terbang. Aku tahu, bahwa di kota ini, tidak ada rumah yang memiliki pekarangan
0
Nov 18, 2016
Nov 18, 2016 at 1:29 PM UTC
Kunang-kunang Kuning di Remang-remang Jalan
Kerak dinding merapuh Menyapuh bata, menyangainya Alamat hujan atas gersang Laksana injil bagi pemeluknya ---------------------------------------------- Ngengat dan sesak beraduk Alasan bagi kuda putih yang tak lagi berlari Hari ini ia merangkak Kesakitan atas luka entah dimana Sakit tampak dari air matanya Tetesan berawai dan putus asa
0
May 28, 2016
May 28, 2016 at 12:28 PM UTC
Saksi kepahitan
Palembang, 6 Januari 2011 Dewasa ini Awan hampir menipis Takkan lagi menyelimuti langit Tak mampu lagi menutupi terik Di masa ini Udara tak bersahabat lagi Tak ingin didekati Dan selalu berlari-lari Sekarang ini Penjahat bagai belut yang licin Tak mampu tersentuh dengan tangan kosong Selalu bisa lolos dari jeruji Dunia ini, hari ini Semakin tidak adil menghakimi Tak berdaya, miskin, mudah tuk dijatuhi Tinggal menunggu dunia ini berakhir
0
Jan 6, 2012
Jan 6, 2012 at 1:34 AM UTC
Dunia Ini
Pukul 02.30 Aku terdiam tanpa berbahasa Memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan Aku terbiasa bermimpi Namun kini aku tak mampu Pukul 02.30 Andai waktu adalah lomba Maka aku selalu kalah Lagi-lagi aku tidak dapat terpejam Pukul 02.30 Aku dan semua lamunanku Terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku Pukul 02.30 Aku ingin berlari ke dalam lautan Menantang ombak berderu kencang Lalu terhempas oleh bayang-bayang Pukul 02.30 Aku berurai air mata Berusaha mengartikan rasa Pencarian yang tak berujung Pukul 02.30 Katanya Tuhan itu Mahakuasa Maka aku percaya jawaban itu ada Dan kupejamkan mataku Harap semua ini sirna -wonderwall-
0
Aug 12, 2019
Aug 12, 2019 at 3:53 PM UTC
Pukul 02.30
Daniel, Waktu panorama nyata cerah merona Aku termenung dungu Malu, cemas tak pernah begini Atau entah pernah namun kulupa Kala aku berlari menuju hilang Cerah itu muncul, kupikir selesai semua Berpapasan sosokmu, membelai pipimu Ku tak becus Yang terasa dijiwa makin bermakna yang ada dihati makin berarti Tak harap lebih berjumpa denganmu Dimimpiku Dipelaminan Atau dirumah kita nanti Rasa cintamu sudah cukup Sungguh, Terima kasih Buatmu, 2017.
0
Sep 18, 2017
Sep 18, 2017 at 12:15 PM UTC
Buat sayangku, Daniel
Ketika pagi beranjak malam Memutar seribu kenangan di angan Menelusuri ruang ruang berkarat Hingga berhenti disatu titik Teringat asam manis kehidupan Jiwaku terenyuh Hanyut dalam ombak mendayu dayu Itukah kamu cinta Sayang yang melekat seperti nadi Suara jangkrik menjadi iringan Berlari, tertawa, menangis bersama Aku tau aku tak bisa Menarik memorimu dan berdansa Kasih lain telah membawamu Ketempat suci Yang bahkan tak bisa ku raih
0
Dec 24, 2016
Dec 24, 2016 at 10:42 PM UTC
Imaji
Bangunkan aku, aku pemulung yang tak punya rumah Tapi aku masih punya hati tuk merasa Usirlah aku, aku mengotori ruang ini Bagaimanapun, aku masih punya hati Tinggalkan aku, jika tak ada lagi yg mau menungguku di belakang sini Jangan kejar aku, jika ada kesempatan tuk ku berlari Kenanglah aku, seseorang yang berbuat malu Ingatlah aku, sebagai seseorang yang pernah kamu tahu
0
Jun 1, 2013
Jun 1, 2013 at 8:34 AM UTC
ingatlah aku
lalu aku perlahan berjalan menjauh mencoba menjarak pada sepotong hati yang membiru luka tak pandang bulu, tak pandang rupa atau apapun sempat aku titipkan sepenuh hatiku kudapati sekarang tak berupa aku tak cukup mau untuk berlari sebentar..aku hanya ingin memastikan hatiku kembali baik ku tahu kamu tak sengaja membuat hatiku jatuh lalu memar sakit memang.. tapi lebih sakit jika aku tidak mencinta lagi karena aku percaya, hatimu baik..
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 8:37 AM UTC
perihal rasa..
Semburat lembayung mewarnai cakrawala Hawa senja mendekap sisa asa yang masih ada Tak seorangpun berani berbicara Terbungkam oleh angan menembus masa Mentari lambat laun kembali ke persembunyiannya Bumi seolah bernafas kembali Setelah terengah-engah berlari bersama waktu Mencambuk manusia untuk selalu mengejar sesuatu --------- *Tinge of violet washes over the horizon The breath of dusk embraces the remnants of hope No one dares to speak a word Stifled by desires that pierce through the ages The Sun slowly returns to its lair As Earth begins to breathe again After a winded race against Time Lashing Man into a perpetual pursuit of Things*
0
Jul 22, 2014
Jul 22, 2014 at 11:43 AM UTC
Menjelang Malam
Denganmu Seakan kenyataan berlari - lari Imajinasi menghanyutkan diri Membuat mimpi sempurna Menjadi diriku yang sebenarnya Membuat dirimu tempat ku berpulang Seakan dunia berhenti sejenak Memberiku kesempatan untuk melihatmu Suatu keindahan yang mampu merajut rindu Lukisan yang berharga akan dirimu Lagu romantis yang merdu Menjadikan arti dari dirimu.
0
Oct 21, 2017
Oct 21, 2017 at 11:04 AM UTC
Denganmu.
Hmmm.... Lagi ingin berkata tanpa nada puitis ingin bercerita tentang dia si anjing jalanan. Kabarnya, dia masih di ambang temaram merindu tentram. Sedengarku, dia mengejar tanpa berlari lalu terjatuh. Pantang menyerah seyakinku, namun rapuh sejadinya. Aku tidak pernah melihatnya bersama anjing lainnya. Mungkin, dia ingin sendiri. Atau dia bisa sendiri. Atau terbiasa sendiri? Aah, aku hanya menunggu waktu menjawabnya ... Seperti biasa.
0
Aug 17, 2018
Aug 17, 2018 at 10:40 AM UTC
HMmMMMmmm
Tik tik berakhir tok Kau bersua laksana si empu sendok Meniti waktu dengan langkah jongkok Asal bukan dengan otak yang pekok. Satu menit kau pergi Tiga menit kau balik lagi Menit ke-lima kau berlari Menit ke-tuju kau cuma berdiri. Kejar kejaran jarum kau paling peduli Bunyi desah jarum kau paling kagumi Salah sedikit kau hitungi Sedang waktu kau coba bagi.
0
Jan 24, 2017
Jan 24, 2017 at 2:14 AM UTC
membagi waktu.