"berjumpa" poems
Aku suka kamu,
Dalam diam, sejak dulu lagi.
Aku terpikat dengan puisi kamu.
Tiap coretan indah kamu buat aku tersenyum.
Sungguh aku teringin bercakap dengan kamu,
Apakan daya rezeki belum nak ada,
Entah bila kita boleh berjumpa lagi.
Surat khabar sahaja yang buat aku rasa aku dekat dengan kamu,
Itu sudah cukup buat aku tersenyum, bahagia.
Maaf,puisi tidak cukup hipster tapi ni saja yang ku mampu tulis untuk kamu sebab kamu suka puisi deep lahanat melayu.
Nov 2, 2015
Nov 2, 2015 at 7:26 AM UTC
Daniel,
Waktu panorama nyata cerah merona
Aku termenung dungu
Malu, cemas tak pernah begini
Atau entah pernah namun kulupa
Kala aku berlari menuju hilang
Cerah itu muncul, kupikir selesai semua
Berpapasan sosokmu, membelai pipimu
Ku tak becus
Yang terasa dijiwa makin bermakna
yang ada dihati makin berarti
Tak harap lebih berjumpa denganmu
Dimimpiku
Dipelaminan
Atau dirumah kita nanti
Rasa cintamu sudah cukup
Sungguh,
Terima kasih
Buatmu, 2017.
Sep 18, 2017
Sep 18, 2017 at 12:15 PM UTC
~a letter for you
Kita,
Dari daerah melangsir ke kota
Dari kota berbalik ke daerah
Dan takkan dapat lagi ke kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kendatipun impresi memberontak kita
Kota,
Kita ingat tentang kota
Kota takkan ingat kita
Sebab kita tak miliki tahta
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Apa daya reminisensi meronta
Kota,
Kita ingat tentang kota
Kawanan sutet di kota kita
Menari menawan menara kota
Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia
Persuasi para penguasa kota
Prasasti Suwarnadwipa, pula
Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa
Kota,
Kita ingat tentang kota
Hamparan ladang pabrik di kota
Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia
Luas menggugah animo di daerah
Meski honorarium tak seberapa
Kita duga cukup tuk besar di kota
Manalagi di daerah
Kita,
Telah lama tak singgah pada kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kota kita indah katanya
Kota, bilamana kita berjumpa pula?
Kita takkan abaikan memori tentang kota
Lain sebab apa, lain sebab kenapa
Kota kita indah katanya
Kota, bilamana kita berjumpa pula?
Dari pengagummu di daerah
Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
terasa sesak dalam benak
saat kata 'sampai jumpa' tak terelak
terasa sedih dalam raga
ketika berhenti saling menjaga
akan terasa siksa dalam kalbu
saat nanti tiba rasa rindu yang menyerbu
kawan,
ingatlah, jumpa ini takkan terlupa
segala hal yang telah ditempa
segala hal yang berujung nestapa
semua insan yang telah menjadi siapa-siapa
takkan bisa terlupa
candaan
berhasil mencairkan
ujian
berhasil menguatkan
kebencian
hilang dalam percakapan
kesedihan
hilang dalam dekapan
kawan,
jangan sesali jumpa ini
isak tangis kini
jangan biarkan membebani
kawan,
masa depan menanti
impian tak mungkin berhenti
si pelerai jumpa memang tak punya hati
namun, jangan berkecil hati
percayalah kita kan berjumpa lagi nanti
semesta pasti mengerti
bahwa ini adalah bagian dari rencana si takdir pasti
mempertemukan
lantas
memisahkan
tetapi tenang
rencana si takdir yang dicanang
takkan dibuatnya kita terus berlinang
terima kasih kepada semua insan
yang berpapasan
yang telah menjadi panduan
yang telah memberi acuan
yang telah berlisan
merajut angan
May 27, 2019
May 27, 2019 at 10:53 PM UTC
Akankah…
Kita akan terus begini?
Terpisah oleh jarak bermil – mil
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali ke sisi
Seperti saat kita bersama dahulu
Akankah…
Pertemuan pertama kita
Hanya tinggal kenangan?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan melinkupiku dengan sayapmu
Seperti saat kita pertama berjumpa dahulu
Akankah…
Janji kita
Hanya tinggal sebuah janji?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan kita saling mengkaitkan jari
Seperti saat kita berjanji dahulu
Akankah…
Cinta kita
Hanya tinggal sebuah kata?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan berkata
Walau jarak dan ruang memisahkan kita
Aku percaya jika hati t’lah bicara
Takkan ada yang mampu memisahkan kita
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 8:14 AM UTC
Sekian lama tak berjumpa
Duniaku berhenti, hampa
Seakan diriku dikarantina
May 11, 2020
May 11, 2020 at 2:28 AM UTC
penuh sesak dan sakit,
yang kini kucoba hadapi ternyata bukan sekedar itu.
bukan sekedar melepaskan diri dari cinta duniawi,
tapi perihal sebuah kerelaaan.
perihal menciptakan ruang kosong penuh kepasrahan dalam hati.
yang memang, tak akan ada yang mengerti
kecuali Dia, Ilahi Rabbi
bukan pula sekedar siksa rindu yang kurasakan sekarang
tapi untuk bisa berjumpa, dan bersama di waktu mendatang
karena visioner bukan hanya mampu menyusun apa yang ada didepan
tapi dimulai dari bisa membedakan, mana yang sementara mana yang dibawa ke bilik kuburan
dan karena kaya bukan hanya perihal harta
tapi seluas apa hati kita bisa ikhlas hingga lapang
dan pasrah bukan cuma perihal kata
tapi seberapa ingat kita berserah tiap kali cobaan datang.
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:52 AM UTC
Kaulah kenangan di langit tinggi
Bersinar terang tanpa mengetahui
Ada manusia menatapmu di bumi
menawarkan tangannya bukan memberi
meminta hangatmu walau tak berarti
Hanya doa yang bisa ia ucapkan dalam hati
Mari berjumpa lagi walau hanya sebatas mimpi
Sep 20, 2019
Sep 20, 2019 at 9:55 PM UTC