Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bergembira" poems
AKHI, JIKA BENAR ENGKAU MENCINTAI ISTRIMU... Ijinkan dia berdakwah... Berkumpul dengan akhwat seperjuangan.... Relakan kepergiannya ke berbagai majelis ilmu... Sekalipun itu mengurangi waktunya, untukmu... Banyak suami salah prioritas... Istrinya boleh bekerja di luar rumah... Bebas beraktivitas jika hasilnya menunjang ekonomi keluarga... Bahkan didukung untuk kuliah pascasarjana... Tapi, minta ijin 2 jam saja dalam seminggu untuk ngaji, TIDAK BOLEH? Jangan egois, wahai saudaraku.. Suami memang punya "hak veto" dalam rumah tangga... Keputusannya adalah kewajiban istri mentaatinya... Larangannya adalah keharusan istri meninggalkannya... Maka, gunakanlah kewenangan itu dalam PRIORITAS YANG BENAR... Dakwah itu wajib, bagi pria juga wanita... Doronglah istri ikut berjuang di jalan dakwah... Sesekali ambil alih kerjaannya di rumah agar dia bisa leluasa bergerak... Sudah pasti ini mengurangi kebersamaanmu dengannya... Tapi, percayalah ini hanya sementara... Kelak ada masa bebas bercengkerama dengan yang tercinta... Di dalam surga, dan kalian berdua akan terus bergembira... ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺒَﺮُﻭﻥَ "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan". (QS. Az-Zukhruf, 43: 70) ‪#‎women‬ and sharia
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:48 AM UTC
Ya Akhi
Pahlawan Terima kasih sudah menyelamatkan aku dari kesedihan ini Pahlawan Terima kasih sudah membangkitkan aku dari keterpurukan tiada henti Pahlawan Kau sungguh hebat Hanya dengan suara dan karya mu Berjuta orang sorak bergembira Pahlawan Kau sudah mati Karena kau bukan malaikat Sama seperti diriku Manusia hina Pahlawan Kau sudah mati Akan ku kubur jasad mu dalam jiwa ku Akan ku peluk erat arwah mu Jika orang bertanya tentang dirimu Akan ku bisikan Pahlawan ku sudah mati Iblis memanggil nya Bukan Tuhan
0
Jul 31, 2019
Jul 31, 2019 at 3:54 AM UTC
Pahlawan ku sudah mati
sulutan api mengubah abu menjadi seikat amarah rembesan air dari balik kelopak mata disulap menjadi rintik air hujan dan bumi pun berdansa pada mereka yang bersenang-senang bergembira menepuk-nepuk tanah melalui kaki riang suka cita dalam pesta pora satu ruang sesak berisi terompet seruan hura-hura menjerit dan meronta lalu tertawa dalam kebohongan tersedak dan tersedu ketika bintang pergi dan hilang hanya untuk punah sementara untuk datang dan terlempar kembali ke dunia nyata menyambut kesolekan-kesolekan dan kemunafikan-kemunafikan kepura-puraan topeng-topeng dalam sandiwara, seluruh umat manusia.
0
Feb 24, 2020
Feb 24, 2020 at 12:10 PM UTC
bumi & kepalsuan
Pahlawan Terima kasih sudah menyelamatkan aku dari kesedihan ini Pahlawan Terima kasih sudah membangkitkan aku dari keterpurukan tiada henti Pahlawan Kau sungguh hebat Hanya dengan suara dan karya mu Berjuta orang sorak bergembira Pahlawan Kau sudah mati Karena kau bukan malaikat Sama seperti diriku Manusia hina Pahlawan Kau sudah mati Akan ku kubur jasad mu dalam jiwa ku Akan ku peluk erat arwah mu Jika orang bertanya tentang dirimu Akan ku bisikan Pahlawan ku sudah mati Iblis memanggil nya Bukan Tuhan
0
May 5, 2021
May 5, 2021 at 6:24 AM UTC
Pahlawan ku sudah mati