Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"berganti" poems
3 Maret 1924.. Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam". [HR. Imam Ahmad ] Saudaraku, Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan, Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan, Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian.. Takbir !! Allahuakbar ! SalamPerjuangan! ‪#‎3RDMARCH1924‬ ‪#‎melawanLupa‬
0
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
#3RDMARCH1924
3 Maret 1924.. Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya Nabi saw bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam". [HR. Imam Ahmad ] Saudaraku, Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan, Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan, Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian.. Takbir !! Allahuakbar ! SalamPerjuangan! ‪#‎3RDMARCH1924‬ ‪#‎melawanLupa‬
Continue reading...
23
lihatlah betapa cepatnya matahari dan bulan purnama silih berganti di Jakarta ku termenung menanti sebuah senyuman semu di Bali yang hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk membawa seluruh hatiku pergi
0
May 9, 2016
May 9, 2016 at 12:20 AM UTC
Bali
Palembang, 7 Mei 2012 Gambaran indah wajahmu selalu terlukis di awan hidupku Angin pun selalu membawa suaramu di melodiku Lonceng bersuara merdu tak semerdu suaramu di benakku Musim selalu berganti namun kau tak terganti Akar ini bersarang di hatiku Namanya pasti kau tahu, akar cintaku Fatamorgana tak bisa ku temukan di sini Rupamu tertinggal untuk ku nanti Embun telah membangun sarangnya di hidup ini Di dalam palung jiwa ini Engkau fatamorgana ku Riwayat hidupku Indahmu, adalah Cintaku Kecintaanku akan kamu Fase cintaku Energi mutakhir yang diciptakan darimu Rasa sakit selalu Genangan air mata melulu Ucapanku dulu Setelah ku memberimu itu Otakku mati, lidahku kelu Nisanku, tak perlu kau tahu
0
May 19, 2012
May 19, 2012 at 8:56 AM UTC
GFF
Kini ku punya cinta baru Ku tahu pasti kan cepat berlalu Seperti cinta ku yang dahulu Hanya sementara tuk menemani ku Kini ku tak sanggup untuk Ucapkan kata cinta seperti dulu Ku takut hati ku pilu Karena sakit hati yang ku buat Cinta baru selalu ada Akan terus berganti dan berpindah Hingga berhenti saatnya tiba Cinta sejati tuk selamanya By. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:58 AM UTC
Cinta Baru
Malam larut tak ku rasa kini Hanya duduk merenungi sepi Aku pun berdiri Mendekati cermin di dekat ku T'lah ku lihat kini Bayang lain pengkejut hati Namun, tak kuasa ku tahan tangis Ingat-ingatmimpi yang lalu Bintang-bintang kabur berkejaran Bulan pun tak lagi berjanji pada ku Untuk selalu menyinari aku Malam larut hilang berganti pagi Menusuk raga saat raga menyinari Membunuh jiwa saat tak lagi kini Ku rasakan malam yang hening Di mana ku selalu teringat Belahan Jiwa Yang dulu slalu mengiasi malam Created by, Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:56 AM UTC
Malam Yang Hilang
Ketika malam berganti pagi Bintang-bintang berkelip sayu Menanti angan yang tak tiba Dua anak manusia Dibawah temaram sinar lampu Berbicara dari hati ke hati Merah ingin mencapai Mars Hitam ingin mencari yang hilang Satu berdiam Satu menangis Sebuah memori dan luka Datang mengambilnya Dalam hati terus ia berucap "Kembalilah... Kembalilah pada dirimu" Hanya isakan yang ia dapat Dan sebuah cerita Yang dilalui dengan tercabik-cabik
0
Sep 24, 2015
Sep 24, 2015 at 3:41 PM UTC
Luka Jadi Cerita
seperti mendung yang merupakan tanda hujan turun seperti embun yang merupakan tanda matahari terbit sepasti jam yang berdetak seperti dan sepasti itu kau memberikan tanda bahwa suatu saat kau akan lupa pada kata-kata yang terucap pada goresan pena yang tertancap padaku dibantu dengan hari yang tidak lelah berganti aku berusaha berjalan pergi sudah tidak ada yang diharapkan bulan pada matahari pukul 6 pagi pada akhirnya dia akan terganti aku akan diganti
0
May 29, 2016
May 29, 2016 at 2:51 PM UTC
maybe it is the time
Aku mengingatmu di sela waktuku bertualang di setiap spasi dalam kalimat 'kita' aku mengingatmu. Kau buatku menetap tanpa alasan. Lantas pergilah aku bertualang; pergi terbang ingin kau tau kau tidak mengekang ingin kau tau aku bisa, kapan saja, terbang. Tapi di setiap kepakan sayap, aku merindu. Di labuhanku yang berganti-ganti, aku menemukanmu. Duduklah kau rapih, sambut ku yang selalu pulang.
0
Jun 24, 2015
Jun 24, 2015 at 4:13 AM UTC
Terbang Lalu Pulang
Kemana kau tuan,hilang tanpa pesan Meninggalkan hamba dengan sejuta kerinduan Boleh hamba mengatakan? Bahwasanya kehilangan tuan,tidak pernah hamba inginkan Bahkan,sejak kepergian tuan Hamba masih berdiri disini,mempertahankan,berharap tuan akan merubah arah pijakan Dan kembali ke sisi di pangkuan Semenjak tuan pergi, Desau angin mulai menyepi, Kicau burung tak terdengar lagi Berganti dengan sesak nafas hamba,dan suara tangis yang kian menusuk telinga Hamba masih belum bisa menerima kenyataan, Bahkan,merelakan tuan pergi saja masih terasa menyakitkan
0
Jun 21, 2019
Jun 21, 2019 at 1:11 PM UTC
Cipta tuan
kita bertemu dikala petang dua jari saling bersilang aku minta izin bertualang kau beri restu penuh sayang dengan itu ku bertualang tak peduli akan halang rintang semua halang aku terjang dan diujung senja aku menang wajah penat berganti riang sang aku menjadi sang petualang semua halang kan ku kenang untuk diceritakan kepada sang sayang sebelum sang senja hilang kupenuhi janji untuk pulang dan dikalau aku datang aku disambut sang mata berlinang
0
Mar 2, 2019
Mar 2, 2019 at 12:49 AM UTC
MAMA
Hujan lebat telah turun Berganti matahari yang cerah terbit Sekarang biru Aku sendiri berjalan di tangga pelangi Lalu awan putih menjemputku Aku hanya duduk manis di atasnya Merasakan angin yang berbisik lembut ditelingaku Mengisyaratkan dan mencoba meyakinkanku, untuk jangan takut Sementara burung bernyanyi riang Menemaniku untuk berjalan-jalan Aku baru saja tiba di depan sebuah istana Penuh bunga bunga yang mekar Dan menyambutku Lalu aku ingin tinggal di sana Jika aku bisa..
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:48 PM UTC
Aku dan khayalku
Jatuh,tersungkur Patah hatinya, pikirannya entah kemana Berselimut kenangan Sedih, sakit, dan juga pilu Pasalnya aku selalu berpikir bahwa yang patah akan tumbuh Yang hilang akan berganti Tetapi kenapa bayangan mu masih terus datang dan mengunjungi?
0
Oct 17, 2017
Oct 17, 2017 at 4:47 AM UTC
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Hujan di bumi sama derasnya. Kukira aku melupakanmu, Ternyata hati ini kembali keliru. Hati mana yang tidak berdetak, Melihat dua pasang mata seindah samudra? Ucapan membisukan dari bibirmu, Sayang, rindumu mengusikku. Kacau, Hati ini. Sudah berapa kali disakiti? Malam dan Siang berganti, Lekaslah kau pergi. Pilu dibalik rindu kembali menggebu, Rintik hujan di bumi sama derasnya. 365 hari berlalu, Sudahkah kau merindu?
0
Dec 18, 2019
Dec 18, 2019 at 9:57 AM UTC
Sudahkah kau merindu?
Sepuluh berkumpul, Yang tujuh berganti. Dunia ini masih sangat gila. Kehidupan tak boleh berbaik hati Sedang kematian mati dimutilasi Oleh segregasi manusia waras tak tahu diri Dunia ini berakhir gila. Saking gilanya, Yang berhimpun terkapar mati. Tergeletak dipenggal, meninggal Akal dan luhur budi berganti Jadi, Sekumpulan gila mengibarkan selebaran selamat tinggal Yang lain menggasak grafiti dan vandal Begundal disisakan termarjinal Kewarasan mewabah ganas tak terbantahkan Lalu muncul manusia Bergerombol berebut botol-botol alkohol Berharap ikut gila sedikit saja, jadi mereka tak ikut menderita Sepuluh gila beraliansi Yang tiga bertumbuh Tujuh lainnya berempati
0
Oct 27, 2017
Oct 27, 2017 at 4:22 PM UTC
Liga Manusia Gila
Semalam aku melihat harimau Harimau kalut Gugup menyeberangi lautan kembang api Hari ini aku melihatmu Membawa angan Melangkahkan kakimu ke dalam mimpiku Semalam aku melihat bidadari Tersenyum manis Melambungkan angan ke khayangan Hari ini aku menimbang hati Lebih berat Karena ia terbelah dua Semalam aku merangkai kata Puisi manis Untuknya gulali arum manis Hari ini musim berganti Angin bertiup Menyapu namamu yang tersangkut dalam hatiku
0
Feb 5, 2018
Feb 5, 2018 at 1:22 PM UTC
Melepas Bidadari
Rasa tanpa tuan ini takkan diam Tidak akan hilang karena hanya berganti Entah itu lebih berwarna Atau tambah kelabu Aku juga tidak mau tahu Yang jelas petualangan denganmu Rasanya berbeda Menyadarkanku bahwa ada sesuatu yang tidak mungkin Bukan, bukan ragamu, hanya hal bersamamu Denganku mungkin menjadi sulit untuk dilakukan Karena aku takkan minta hatimu Dan aku sudah menyerah tentangmu
0
Apr 22, 2019
Apr 22, 2019 at 12:46 AM UTC
Berganti rasa
Spasi Kamu tak elok lagi Berganti walau bagaimana pun Malam tetap Pagi, Hidup atau Mati Sambil mengangkat gelas tinggi-tinggi Dan bersulang demi hidup abadi Tapi kamu tidak mati bunuh diri Malah asik bermobil ke tiang lengkung Melambai pada kami dibalik selubung Kamu bersembunyi dibalik pohon-pohon Menguntit yang kabur dari hukuman Meloloskan yang bertahan Sambil bersin-bersin tak keruan Berkelakar getir, Tetap bebal menolak satir Aku dan kamu beralonim Sedang kamu berseloroh dengan Elohim
0
Jul 17, 2018
Jul 17, 2018 at 8:30 PM UTC
Kepada Kamu
Untaian yang kusut Saat sedang belajar mengenalimu Kembali terurai dengan sendirinya Bersama perasaan yang pernah berharap Kini berganti seiring waktu Karena aku tau Aku bukan sosok yang kamu mau Aku juga tidak ingin jadi sosok itu Dan aku sudah tidak mau berjuang sendirian lagi Bukannya tidak mau kenal denganmu Menghindar darimu Karena takut timbul rasa lagi Hanya itu yang hinggap di pikiranku Dan aku tidak mengharapkan kamu kembali, sayang Jadi tolong untuk kali ini saja, mengertilah
0
May 31, 2019
May 31, 2019 at 2:10 PM UTC
BENANG MERAH
Ia sepi bernama pilu, dikisahkannya tentang sedih dan sepi yang selalu datang disaat malam tiba. Mengambil alih segala yang berenang dikepala, tanpa terkecuali. Kamu lagi, kamu lagi. Ucap semesta. Yang satu itu memang karya tuhan favoritku. Ia renggut semua bahagia dariku. Berganti sepi yang bernama pilu.
0
Dec 7, 2021
Dec 7, 2021 at 7:38 PM UTC
Pilu