Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"berdoa" poems
Palembang, 3 November Masih ingat ku di usia muda Saat ku dikelilingi ruang hampa Jari tetap menggoreskan tinta Hati tetap menerawang asa Di hati terdalam terselip doa indah Permohonan gadis kecil yang kesepian Aku berdoa tapi terus bekerja Sendirian.. Tak ada seorangpun di sekitar Merasa orang biasa tak kan mengerti Susah pun tuk diungkap Tak mampi lagi berucap Malu pun yang ada di setiap kata Berjanji kepada Tuhan Akan berbuat baik jika diberi teman Tipe yang langsung mengerti akan keadaan Dan tak harus ku ucap lagi tuk Dia dengarkan Bisa ku dengar semua sunyi Ada kejutan dibalik kesunyian-Nya Akan selalu ku nanti Soulmate Aridea Hingga Tuhan percaya aku akan membutuhkannya Created by. Aridea Purple a.k.a Erika Maya W Handoko
0
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 9:32 AM UTC
Soulmate Aridea
Palembang, 19 Juni 2012 Apa yang salah pada diriku? Membuka lembaran lama, mengenangmu Menangis lagi, mengingat kamu Membayangkan wajahmu Mengingat raut senyum indahmu Apa yang salah pada diriku? Mencuri bagian hidupmu Menyimpannya di memoriku Apa yang salah pada diriku? Bergerak pun enggan Berjalan pun aku tak mampu Pikiran ini tak terfokus Karena tergenangi kenangan yang lalu Apa yang salah pada diriku? Menunduk bersandar dagu pada lutut Berdoa, meminta pada-Nya Apa yang salah pada diriku? Berucap pun aku tak sanggup Hanya bisa mendengar lagu, dan aku ingat kamu Untuk berbaring lagi punggungku hampir runtuh Duduk pun tak bisa lagi Apa yang salah pada diriku? Melototi layar putih Hanya ada putih Apa yang salah pada diriku? Mata ini tak mau tertutup, tak bisa tidur Terjaga siang dan malam Aku bernafas seakan tak ada lagi udara Aku melihat seakan tak ada lagi hal yang nyata
0
Jun 18, 2012
Jun 18, 2012 at 3:36 PM UTC
Apa Yang Salah Pada Diriku?
Palembang, 14 Desember 2013 siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam tak peduli walau menembus hujan melawan badai ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya aku berdoa meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja berjalan menunduk, kecewa meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam tak lagi menjadi bintang kehilangan sinar senja tak lagi bebas berlari di bawah mentari tak lagi bernyawa siapakah aku?
0
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
Siapakah Aku?
Palembang, Selasa 29 November 2011 Aku yang selalu menyalahkan diri sendiri atas kesalahan ku Terus menerus berfikir apa pantas tuk mendapatkan itu Bila berdoa saja pun aku selalu bolos Aku yang kata orang tak sadar diri Selalu dan selalu membela diri Memang iya, aku melakukannya sendiri Aku yang sedang-sedang saja Tak pintar, tak menarik pun tak beruang Masih mau bersedekah untuk batin ini juga Aku yang segalanya Segalanya bohong, malas, bodoh Hanya bisa menangis ataupun acuh seperti orang hilang Aku yang masa depannnya suram Tak berani berucap mau jadi apa Kalau mengadu pada-Nya saja aku sungkan Aku yang hidupnya menyedihkan Duduk memangku harapan Menunggu keajaiban Tuhan
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 7:44 AM UTC
Aku Yang Menunggu Keajaiban Tuhan
Katanya langit akan berbintang malam ini, "Pulanglah dalam remangmu dan duduklah termangu. Berdoalah menghadap langit; jika sungguh kau berdoa, barulah ia akan berpijar." Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa jadi doaku yang kurang hening. Bisa jadi aku salah merapal namamu dalam doa. Katanya, langit akan berbintang malam ini. Katanya juga, kau akan pulang, kembali ke dalam remangku. Aku lihat langit. Aku intip karam malam dalam diriku. Di langit tak ada bintang. Di gelapku tak ada kau. Di doaku sajalah namamu disebut-sebut sekian kali. Katanya langit akan berbintang malam ini. Bisa saja mereka berbohong, dan aku tak akan pernah tahu. Seperti dahulu, kau beri aku bintang. Dahulu bintang cumalah batu.
0
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 9:15 AM UTC
Redup
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008 Ku terlahir di dunia Untuk hidup dan berusaha Ku kira, aku akan bahagia Namun ternyata tidak Ku berdoa . . . Ya ilahi … akulah dia Yang malas bekerja Yang tak mengejar masa depan Yang hanya duduk dengan lamunan Ku iri dengan gunung dan langit Lirik dengan melodi, hati dengan perasaan Karang dengan laut, angin dengan pohon Dan … kini ku sadari Akulah Manusia Bodoh
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:27 AM UTC
Manusia Bodoh
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2007 Ya Allah … Segala puji bagi-Mu Untuk hamba sujud kepada-Mu Berdoa meminta ampunanmu Dari khilaf yang terus muncul Ya Allah … Bila hamba berdosa Tunjukkanlah jalan-Mu Bukan hamba yang kau siksa Namun, syaitan-syaitan yang terkutuk Ya Allah … Hamba ingin hidup kekal Menikmati dunia hingga akhir hayat Merasakan indahnya kebahagiaan Sekalipun hamba berdosa Hamba siap menuju akhirat
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:15 AM UTC
Doa Hamba (Manusia)
Jakarta, Jumat 31 Agustus 2009 Adakah ucapan syukur bagi-Nya Yang mencipta Adam Hawa Hingga hadir manusia Yang hidup di dunia Bukan mensyukuri Namun.. mengingkari Manusia memang serakah Ingin lebih dari yang diberikan Bukan berdoa Malah berbuat curang Hingga tiba di akhirat Tak mau bertanggung jawab
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:12 AM UTC
MANUSIA
Umur berpihak dengan raga menahan gejolak membara jiwa umur menggengam hati dan berdoa "tuhan, jangan kau membuatnya buta mengejar idealisme, terkekang fatamorgana. kembalikanlah ia, ke mana hidup menuruti realita." umur makin takut melihatnya mendobrak dinding bata batasnya dengan dunia "Tiada guna, di luar sana kau hanya akan binasa, ku hanya memiliki cinta dan ku tak ingin kau kecewa..." "Bukan cinta bila tangisan membanjiri mata, bukan kasih jika wilayah ditempa membatasi ruang bermuara semua perilaku hina padaku tertimpa ku terima dengan hati leluasa tanpanya ku tak akan bermetamorfosa jangan kau berlara-lara melihat juangku yang remaja kekacauan ini indah membuatku merasakan untuk kali pertama hidup tiada kesempatan kedua."
0
Nov 4, 2019
Nov 4, 2019 at 12:12 PM UTC
Indah, Kacau
Kalaupun aku berdoa agar ia menjadi milikku, itu hanya sebatas mimpi indahku. Aku tak mungkin memiliki seseorang yg tak menyukaiku.
0
Oct 23, 2013
Oct 23, 2013 at 7:11 PM UTC
Nothing of the title
Namaku kepastian aku hinggap di pikirannya kamu selalu berdoa untuk mendapatkanku tapi aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkan inangku Namaku kepastian aku selalu mengintai malammu aku tidak peduli berapa lembar tissue yang kau gunakan karena aku akan terus mengintaimu dari ingangku Namaku kepastian aku selalu memperhatikan inangku kadang dia berpikir untuk meninggalkanmu mencari yang lebih darimu tapi dia berpikir untuk bersamamu karena kenyamanan yang dia dapat Namaku kepastian dan aku tidak akan pergi dari inangku.
0
Sep 9, 2017
Sep 9, 2017 at 8:08 PM UTC
Kepastian
Aku menyusuri jalan, kembali ke tempat itu, memesan kopi yang sama, mengulangi rutinitas kecil yang entah kenapa terasa menenangkan. Kadang aku terjebak hujan, di perjalanan berangkat, atau saat hendak pulang. Tapi aku tak benar-benar sendiri, selalu ada kisah-kisah kecil yang menemani, seperti sore itu: sebuah keluarga kecil menepi di tengah derasnya hujan, anak mereka bersembunyi di antara dua tubuh yang hangat. Aku terdiam, menunduk, berdoa dalam hati: “Semoga rezekimu dilapangkan Dek. Semoga orang tuamu suatu hari bisa membawamu pulang dengan nyaman tanpa perlu basah seperti ini.” Aku jadi ingat, aku pun pernah berdiri di tempat yang sama. Hujan membasahi tanah yang sebelumnya tandus, bersama seorang anak sekolah, dan beberapa orang asing yang memilih meneduh, diam-diam berbagi waktu di bawah atap yang sama. Kala itu, jas hujan ada di sepedaku, tapi aku tetap memilih tinggal. Entah kenapa, terasa penting: melihat hujan membasahi tanah yang dulu kering. Karena aku percaya, kering tak selamanya, dan kita semua di waktu yang sama, sedang bertumbuh.
0
Apr 29, 2025
Apr 29, 2025 at 2:55 AM UTC
Ketika Waktu Menumbuhkan Semua yang Pernah Kering
Bogor hari itu Kita saksi bintang jatuh Diatas tugu kujang. Indah tak ternilai. Seketika kita berdua terpana Terpukau dan berdoa. Suara bising motor butut Mengusik panorama Dinda, begitukah hidup ini?
0
Dec 30, 2021
Dec 30, 2021 at 11:27 PM UTC
Saksi bintang jatuh
Mana mungkin pendosa seperti aku berjalan ke syurga itu, Mana mungkin manusia sesuci kamu tidak berjalan terus ke syurga itu. Aku mampu bermimpi, Aku mampu berdoa, Akan tetapi hakim dunia tetap akan memandang sucinya engkau yang bertutup litup sebagai bidadari syurga. Sedangkan aku, hanyalah si cela.
0
Nov 1, 2020
Nov 1, 2020 at 8:37 AM UTC
Sedar
Seperti biasanya gelisah malam ku kambuh Datang mengendap-endap lalu tertawa dalam pikiranku, langkah jauh apa lagi yang ku pikirkan, seakan takut akan masa depan, menyendiri menutupi emosi-emosi, bagai bendungan bak meluap, ah jalan konyol apa lagi yang akan ku ambil???, terbenam lah bulan, aku ingin tidur!!!, lampu-lampu dari atas sini ikut menertawakanku!!!, sial. Ada apa ya disana? negara yang ku impikan, dingin yang akan menusuk tulang-tulangku, bekerja paruh waktu sambil menyelesaikan pendidikanku, ah ternyata perjalananku masih panjang, gelisahku setiap malam. aku hanya ingin kembali & berdoa dengan tenang.
0
Jan 15, 2023
Jan 15, 2023 at 3:46 PM UTC
Bulan Setengah