Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bebas" poems
Tum hi to ** Jo har roj meri sapno mein aati ** Baith us pyare chand ke paas jo Pyar ka geet sunati ** Muskurate huye dekh tum mujhe jo etna bebas  kar jati ** Jab main tumhe pane ki koshish karta hoon, Najane kyon tum mujhe chhod us ghane badalo me chhup jati ** Us ghane badalo me chhup jati ** mera dil bhi rota hai meri aankhen bhi roti hai jab tum en suni nazaron se ojhal ** jati ** ** jata *** mai ek ansuni paheli, Jab tum mujhe yu mitthe dard dekar jati ** Kash! main bhi es sitara hota, Najdik se dekhne ka bhi haq hamara hota, jab ** jati andheri raat tere saath ka wo pal bhi hamara hota, Kyon tum sirf kuchh palo ke lia hi aati ** baith us pyare chand ke paas jo pyar ka geet sunati **
0
Jun 24, 2015
Jun 24, 2015 at 1:14 AM UTC
TUM HI TO **
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
0
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Bidadari Fajar
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Continue reading...
6
Palembang, Kamis 6 Januari 2011 Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya? Jatuh cinta... Cukup umurkah aku tuk mengenalnya? Aku takut itu akan berujung penyesalan Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri? Cinta... Cinta... Cinta... Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini? Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti Dan mudah-mudah lainnya... Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku Supaya penyesalan, penantian, semuanya! Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas Cepat katakanlah cintamu Mungkin itulah yang ku tunggu Mungkin? Ya, bisa iya Bisa juga tidak I'm waiting all alone here
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 1:52 AM UTC
Tentang Cinta 1
mana mungkin rindu aku terasa jika diungkap dengan bait bahasa sayang dakaplah aku rasakan rindu aku kerna mana bisa ayat dan kata curah rasa ini andai kau rasa perit dan pahit ini, lepaskan lah. biar aku bebas terokai dunia tanpa rasa sekat dalam raga aku penat -menunggu sesuatu yang tidak pasti dalam hal ini, adalah kamu jalan yang dahulu kita lewati tengah malam kini kian sunyi dulu, ada sahaja tawa kita kedengaran entah bukan aku tidak cuba untuk berhenti ada fikiran tentang kamu tapi bagai aku tersekat sayang andai kau rindu andai kau rasa perit dan pahit ini lepaskan lah aku agar aku bebas teroka dunia
0
May 10, 2016
May 10, 2016 at 10:12 AM UTC
ada apa pada rindu pt2
Palembang, 14 Desember 2013 siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam tak peduli walau menembus hujan melawan badai ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya aku berdoa meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja berjalan menunduk, kecewa meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam tak lagi menjadi bintang kehilangan sinar senja tak lagi bebas berlari di bawah mentari tak lagi bernyawa siapakah aku?
0
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
Siapakah Aku?
Semusim ini ku jalani dengan bebas Hingga suatu hari di musim berikutnya aku tersesat Menanggung sakitnya duri kehidupan akibat perbuatanku sendiri Di saat begitu siapa yang ada bersamaku di jalanan sepi? Kalian bisa lihat sendiri betapa kehilangannya diriku Kehilangan akal sehatku Kalian tidak mengerti, kalian tidak mau mengerti Aku memang terlalu rumit Musim ini aku ditemani sepi Melanglang buana sendiri Mencoba tuk temukan ketenangan yang pernah aku miliki Aku duduk lama di tepi sungai dan menatap ke air seraya lirih Menggoyangkan kaki-kakiku yg beralas sepatu usang Merasakan angin sore menusuk hingga ke telapak kaki Aku menunggu mentari jatuh di ufuk barat Kemudian pulang berjalan kaki berharap pamrih Hari ini aku masih sendiri Musim masih lama berakhir
0
Nov 20, 2013
Nov 20, 2013 at 8:12 AM UTC
Musim Ini
Kabhi chale ** un raahon pe Jinse jude ** qisse kaafi tumhaare Jin raahon pe hasi mazaak ki thi doston ke sang Unnhi raahon mein tumne bhare the woh yaadon ke rang Kabhi socha na tha ki Akele bhi chalna padega kabhi Goonjti hai woh awaaz tumhaari Jab bhi chalta hu un raahon parr Peeche mudke dekh bhi leta hu kabhi Ke mehez dikh jaaye parchayi tumhari Parr dikhte toh woh adhoore waadein he hein Bebas karr rakhe hein mujhe jinhone Woh baarish..woh dhoop Sabka kiya tha saamna Jab haath tha tumne mera thaama Kya Yaad hai woh fool Jo tod laayi thi tum uss ped se Mere yaadon ke Gulshan mein Khila hai woh fool kabse Hasrat toh dekhiye Woh ped bhi na sambhal paaya Mujhe akela dekhkar Woh bhi murjhaaya Yahin chalte waqt kaha tha na Ki chodogi nahi yeh haath kabhi Chaahe fariyad ** jaaye humse harr koi Tumhaare usi saath ki khoj mein hu Jise laga liya tha apne rooh se kabhi Sahi kaha tha uss shaks ne ki Manzil nahi raahon mein junoon pao Kyunki manzil toh pahuche he nahi the ke Bewafa karr gayi mujhe uss raah pe akele Kabhi Chalke dekhna Inhi raahon pe akele Yaad karna woh beetein hue qisse Aur ** sake toh mudke dekhna Dikhunga mein usi mod parr Jaahan chod gayi thi mujhe..karke inkar Kyunki badal liye tumne apne raahein Jo kabhi samajh na paayi meri yeh fitoor nigaahein
0
May 19, 2020
May 19, 2020 at 12:21 PM UTC
Raahein
Ek Baar Suno Kuch Aisa Hua Wo Mujh Ko Mili Main Us Ko Mila Izhar Hua Iqraar Hua Wo Dost Bani Main Yaar Hua Usey Ishq Bohat Mujhe  Pyaar Bohat Hum Dono Mein Takraar Bohat Phir Ek Din Kuch Yun Hua Wo 6od ke Gayi Main Toot Gaya Phir Ek Din Hum Kuch Yun Millay Wo Tanha Thi Main Akela Tha Bas Hum Do Thay Aur Koi Na Tha Woo Rone Lagi Main Bebas Raha Na Pyar Na Hi Izhaar Raha Bas Farq Sirf Itna Hi Raha Main MITTI KE UPAR ROTA RAHA... Wo MITTI KE ANDAR SOTI RAHI...
0
Aug 3, 2016
Aug 3, 2016 at 3:49 AM UTC
She's gone...
Ku duduk di sini Bersama hati di dalam Kami tersenyum riang Tawa kami memancar cahaya Yang indah menghiasi awan Dengan alunan angin sejuk Menyegarkan saat hari bahagia Dunia ku kini indah Hati ku tak lagi terikat Hanya senyum manis yang indah Ku harap abadi tuk selamanya Berpegang erat tangan Kata manis mulai terucap Perkara ku buang jauh Semoga hilang tak kembali Agar kami bahagia Kalahkan rintangan Dan hidup bahagia bersama
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:07 AM UTC
BEBAS
kursi di bawah pohon kenari masih dengan setia duduk disana tidak peduli siapa yang mendudukinya atau siapa yang lewat di depannya ia tetap setia menunggu kedatangannya burung-burung dengan bebas menyuarakan nada-nada indah berisi pesan untuk diberikan kepadamu, tuan tanpa nama jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia di lubuk hatimu yang terdalam, sial, aku sangat yakin kau kesepian kau membutuhkan seorang teman yang rela mendengar ocehan mautmu sampai matahari tenggelam di ufuk barat nantinya kemarilah, tuan tanpa nama duduk bersamaku di bawah pohon kenari dan menikmati indahnya matahari senja
0
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
kau mendengarku
Saat cinta mempersatukan Kau yang indah dengan dia Aku pun terancam sendiri Tak ada harapan lagi Kau bahagia... Aku akan sangt bahagia Karena kau temukan Dewi Cinta yang kau inginkan Semoga bahagia Dan setia dengan mu Ku kan mendendam Bila dia mengkhianati mu Meski vonis yang kejam Ku terima hidup di kandang Yang panas dan pengap Tak bisa hirup udara bebas Ketika vonis ku berakhir Kau akan ku cari Tapi, melihat mu telah bahagia lagi Ku kan mengenang itu untuk terakhir kali By. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:00 PM UTC
Untuk Terakhir Kali
AKHI, JIKA BENAR ENGKAU MENCINTAI ISTRIMU... Ijinkan dia berdakwah... Berkumpul dengan akhwat seperjuangan.... Relakan kepergiannya ke berbagai majelis ilmu... Sekalipun itu mengurangi waktunya, untukmu... Banyak suami salah prioritas... Istrinya boleh bekerja di luar rumah... Bebas beraktivitas jika hasilnya menunjang ekonomi keluarga... Bahkan didukung untuk kuliah pascasarjana... Tapi, minta ijin 2 jam saja dalam seminggu untuk ngaji, TIDAK BOLEH? Jangan egois, wahai saudaraku.. Suami memang punya "hak veto" dalam rumah tangga... Keputusannya adalah kewajiban istri mentaatinya... Larangannya adalah keharusan istri meninggalkannya... Maka, gunakanlah kewenangan itu dalam PRIORITAS YANG BENAR... Dakwah itu wajib, bagi pria juga wanita... Doronglah istri ikut berjuang di jalan dakwah... Sesekali ambil alih kerjaannya di rumah agar dia bisa leluasa bergerak... Sudah pasti ini mengurangi kebersamaanmu dengannya... Tapi, percayalah ini hanya sementara... Kelak ada masa bebas bercengkerama dengan yang tercinta... Di dalam surga, dan kalian berdua akan terus bergembira... ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺒَﺮُﻭﻥَ "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan". (QS. Az-Zukhruf, 43: 70) ‪#‎women‬ and sharia
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:48 AM UTC
Ya Akhi
hembus aku nafas kelelahan membaca bait cinta yg ditulis para muda masing-masing melempar rasa namun siapalah aku mengatakan tidak pada rasa indah itu? resah kamu mungkin tenang untuk aku tatkala dunia goncang berebut harta aku disini masih keliru tentang rasa kemudiannya, aku melihat lirik mata anak muda yang sedang bebas teroka dunia indah dan segar matanya bersinar umpama harapan cerah sentiasa menanti mereka sempat aku pesan anak muda, teruslah berjuang demi rasamu sematkan cinta kepada setiapnya agar mudah kita kemudian hari kelak kerana aku pasti cinta yang tumbuh itu akan bersemi dan terus ramai... hingga satu hari, kan seluruh dunia tersenyum. maka, teruslah. teruslah...menulis.. 944pm oct 2nd 17
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 9:49 AM UTC
Kepada setiap hati
Palembang, 1 Oktober 2010 Kemerdekaan t'lah diraih Indonesia bebas dari penjajah Tiap tahun mari kita rayakan 'Tuk mengingat jasa para Pahlawan Pahlawan Kemerdekaan Yang tak kenal balas jasa Hanya harap akan kejayaan bangsa 17 Agustus yang bersejarah Di 65 tahun lalu yang menguras darah Created by. AP
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:41 PM UTC
Dirgahayu RI
mere kareeb aao, ab na mujhe satao, mere kareeb aao, ab na mujhe rulao, kaise bataun tumse, dil me tum rahte ** mere ** mere tum, dooriyan na badhao, mere kareeb aao, mujhse lipat tum jao....... kaise bataun tumse, k tum kitne ** pyare mujhko, meri wafao me bas tum hi bas jao, yaadon me rahte ** tum, saanso me rahte ** tum, ab yun na muh modo, mere hamsafar ban jao, aao kareeb aao, mere kareeb aao...... mere is soone dil ki, ek hi tamanna tum ** ankahe anchue ehsaason me, ek hi to saona ** tum, aarjoo hi tum ** meri, meri jindgani ** tum, na yun mujhe tadpao, aaao kareeb aao, mere kareeb aao..... bebas hua dil mera, gair jo hua koi tera, teri jindagi ko mai mera banaun kaise, meri mohabbat ko mai tujhpe lutaun kaise, na kuj kar saka mai, tu jo juda ** gaya hai, ab to samajh tm jao, k meri bandagi hai tujhse, chahta mai paun kaise, mai aona banaun kaise, khud hi samajh tum jao, aao kareeb aao, mere kareeb aao, meri hi bank hardam, mujhse lipat tum jao.....
0
May 12, 2019
May 12, 2019 at 8:35 AM UTC
Mere kareeb aao
Bada mushkil tha woh Lamha tere dar se nikal ne ka... Ke ruqsat ** rahi thi main magar ek juz wahin par tha... Thi aankhein aansuon se pur qadam aage hi na badhta... Nazar mein kuch nahi tha Dil mera shiddat ke ranjh mein tha... Kuch aisi kaifiyat mein chal padi Chalna muqaddar tha... Kabhi lautungi main dar pe mere Zehn mein mere yehi chalta... Yun hi chalti rahi, main *** kahan par Yeh na kuch socha... Jo peeche dekha maine ghar bohot hi door tha choota... Ke ab to raasta bhi ghar ka mere mujh ko naa dikhta... Ke kaise jaungi main ghar ko mere mujh ko na tha pata... Mere atraaf mein bas tha bayabaan aur veeraana... Zamane bhar ki thokar ka Yeh pehla sa tajurbah tha... Safar se thak chuki thi main aur mayoosi ka aalam tha Par Tu ne chod na mujh ko diya Bebas besahara..... Achanak dasht o sehra mein woh aaya ek masiha tha... Badi hi door se dikhta mujhe us shaks ka saaya... Usi ne rehnumaai ki sahi simt us ne dikhlaya... Khushi se jhoom uthi main jo pata ghar jaane ka paaya... Mujhe jaana kahan aur kis tarah Yeh ramz tha pehchaana... Ke saathi ban rahe the "Ain" tere Na Tanha aalam tha... Safar ab khushnuma tha har taraf manzar suhana tha.. Ke ab bhi chal rahi *** par safar ab na tha anjaana..
0
Sep 9, 2020
Sep 9, 2020 at 6:40 AM UTC
Woh lamha -e- rukhsat
Dia ingin bermain kata-kata ternyata. Sampah! Mari kita permainkan dia bersama kata-kata! Akankah takut siapa yang tahu jika tidak pernah kita coba! Kita perlu membencinya! Membenci kebohongan busuk akal manusia. Mari kita bermain kata-kata! Siapa yang takut jika ia sering di cerca oleh pertanyaan mengapa! Baiklah, bunyinya seperti ini. Kau busuk akal rupa juga canda tawa tidak pernah ada artinya. Kalimat yang kau lontarkan tidak pernah bermakna lantas apa arti jika harus hidup tak bisa bebas dan merdeka! Bebas dan merdeka hanya kata-kata, tindakan ada setelahnya, apa yang kau perbuat setelah bermain lantas kau bereskan semua permainan yang ada! Kau dalang permainan yang sejak awal kau ingin menang di dalamnya! Masih ingin bermain? Masih ingin bermain atau kau tak punya lawan main? Seperti apa kata-kata kita cipta seperti apa kau punya wewenang kuasa! Lupa cara, buta aturan semua kau yang pegang! Itu ujaran kebencian katanya!
0
Feb 11, 2021
Feb 11, 2021 at 4:33 AM UTC
Ini ujaran kebencian katanya!
Kebebasan. Semua orang mencarinya. Tapi, apa kebebasan yang kita inginkan benar-benar ada? Sesuatu yang ingin kita lakukan tentu memiliki batasnya, kan? Tidak semua hal yang ingin kita lakukan bisa terjadi. Jadi, apa definisi kebebasan itu? Kenapa semua orang mencarinya? Ini mengingatkanku kepada seorang kenalan, yang sangat bebas. Aku sangat kagum padanya. Dia selalu melakukan apapun yang dia inginkan, dia orang yang sangat ceria dan tidak takut dengan apapun dan siapapun. Saat ini, dia sedang mencari kebebasannya. Dia juga orang yang mengajariku agar hidup tanpa penyelesaian. Untuk melihat "dia" mencapai kebebasan tersebut, tentu aku harus tetap hidup dan mencari kebebasanku sendiri, kan?
0
Apr 13, 2021
Apr 13, 2021 at 12:18 AM UTC
Bebas
Aku akan mengatakannya sekali lagi Pada matahari tengah malam di belahan bumi lain Ada tapi tak pernah kau lihat Siapa di dalam benakmu ketika terdengar kalimat pahit itu Aku akan mengatakannya sekali lagi Hujan di tengah langit cerah biru sekilas awan bergerak pelan Nyata tapi kebencianmu padanya Lagi aku mengatakannya padamu Aku cinta kamu Terakhir kali sebelum melepas yang harusnya bebas Selamat tinggal, cintaku yang konyol.
0
Jun 20, 2018
Jun 20, 2018 at 9:15 AM UTC
Salam Terakhir Untukmu
No cojas la cuchara con la mano izquierda. No pongas los codos en la mesa. Dobla bien la servilleta. Eso, para empezar. Extraiga la raíz cuadrada de tres mil trescientos trece. ¿Dónde está Tanganika? ¿Qué año nació Cervantes? Le pondré un cero en conducta si habla con su compañero. Eso, para seguir. ¿Le parece a usted correcto que un ingeniero haga versos? La cultura es un adorno y el negocio es el negocio. Si sigues con esa chica te cerraremos las puertas. Eso, para vivir. No seas tan loco. Sé educado. Sé correcto. No bebas. No fumes. No tosas. No respires. ¡Ay, sí, no respirar! Dar el no a todos los nos. Y descansar: morir.
0
1.1k
Biografía
Pemerintah Indonesia secara terang-terangan melakukan pemerasan dan perampasan terhadap sumber kekayaaan di tanah Papua. Masyarakat Papua kerap dihalangi dalam menentukan taraf hidupnya, mereka dibenturkan dengan kebijakan yang justru bertentangan dengan kebiasaan hidup masyarakat Papua. Bentuk menghalan-halangi masyarakat Papua untuk bertanggung jawab dan menentukan kehidupannya sendiri merupakan sebuah bentuk penindasan yang ditutupi dengan iming-iming kesejahteraan palsu. Hal ini hendak menggambarkan campur tangan pemerintah Indonesia dalam mencampuri fitrah ontologi penentuan nasib masyarakat Papua. Hingga kini pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang semakin memperlihatkan penindasan terhadap masyarakat Papua. Mereka dituduh makar, ditakuti-takuti, diteror bahkan hingga dibunuh! Pemerintah Indonesia layak menyandang julukan "si kejam" atas tindakannya selama ini kepada masyarakat Papua. Pemerintah Indonesia yang dengan kekuasaannya melahirkan orang - orang yg terhempas dari kehidupannya sendiri. Bagaimana bisa masyarakat Papua memulai kehidupan yang bebas, sedangkan mereka adalah hasil dari kekejaman itu sendiri? Bagaimana mungkin mereka mendukung suatu tindakan yang membawa mereka kepada kehidupan yang terindas?
0
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:18 PM UTC
Negara, Teror & kesejahteraan palsu
Kini aku diam ditemani suntuk Ingin aku bergerak bebas di balik rindu Dipeluk sendu Diwarnai kelabu pilu yang merdu Lalu bergerak Tak kenal arah Satu kotak kosong Yang hampa Tanpa goresan warna; aku seorang.
0
Nov 19, 2017
Nov 19, 2017 at 7:44 AM UTC
; aku seorang
Tetap tinggal berarti tanggung jawab beban pekerjaan yang bertambah beban pikiran yang memberat Meninggalkannya berarti bebas dari beratnya beban dipundakku Pikiran menjadi ringan Tetapi bagaimana dengan anak2ku? Bagaimana dengan pendidikannya Akankah aku bertahan? Tuhanku, berilah tanda dan peringatan bagi hambamu yang lelah Namun harus tetap bertahan....
0
May 1, 2017
May 1, 2017 at 11:46 PM UTC
Pilihan
Me kina bebas mehsus kar reha ha aj tenu kuj khabar nahi sab kuj hundea hoea bi teri kami nu mehsus kar reha ha ah par tenu kuj khabar nahi kal rati betha c kothe te apni ghar wali naal te wekh reha c chand nu par kina miss kita me tenu tenu kuj khabar nahi daily raat nu apni gharwali di jagah tenu feel krda ha, tenu miss krda par tenu is bare koi khabar nahi. kinna teri kami nu mehsus kar reha ha kina apne aap nu bebas mehsus kar reha ha kina apne aap nu harea hoea mehsus kar reha ha tenu kuj khbar nahi.
0
Apr 3, 2018
Apr 3, 2018 at 4:48 AM UTC
Bebas