Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"bapa" poems
Anak gadis tunggal kau Nyamuk pun kau tak biar dekat sama dia. Tapi kau pijak, henyak hati tabur janji angkat kaki palit lumpur paling likat pada hidup anak gadis orang lain. Nampak benar jadi bapa tu tak merubah apa-apa kalau kau biar setan dalam diri duduk tinggi atas takhta.
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:32 AM UTC
Bersahabat Dengan Syaitan
Pernahkah kita memikirkan, bagaimana cara Maria melahirkan Yesus P i k i r k a n l a h.... Ya...benar sama seperti manusia, seperti seorang ibu yang melahirkan Menahan sakit dan berpeluh Tak seorang dokter ataupun bidan membantu Hanya tangan Tuhan, Sang Allah Bapa yang memberikan kekuatan Menopang dan dapat menjalankan persalinan dengan sempurna Maria seorang perawan yang tidak pernah melahirkan sebelumnya Melakukan kehendak Tuhan seperti yang sudah dikatakannya: "Jadilah kepadaku seperti kehendakMu" Berserah ditanganNya, diantara kesendirian dan kemustahilan Berseru kepada Tuhan:' KehendakMu Tuhan kulaksanakan!" Jadilah kita seperti Maria pada jaman ini Berserah akan kehendak Tuhan Walau jalan tak lapang, walau rintangan tak kurang Tetapi tanganNya tak pernah melepaskan kita Pelukkannya tak pernah kurang kehangatan KasihNya yang selalu menyertai IMANUEL...
0
Dec 20, 2016
Dec 20, 2016 at 9:12 PM UTC
Imanuel
Ah muncul lagi Lelaki benalu kesayanganku mengendap-endap masuk ke pikiran kosong Di hitamnya langit kutemukan selintas retrospeksi terselip diatara bintang kau dadakan hilang tak 1 pun kata kau anggap perlu kau beberkan mulutmu rapat terkunci mungkin penjelasan itu hanya bisa ditemukan di air luka hatimu yang dalam Sini duduk sebentar biar kupinjamkan sepatu heelsku malah tak perlu kudandani kamu tak perlu busana merah muda mencolok kamu sendiri sadar kamu banci, maksudku pengecut Tak sudi kusebut kamu banci banci saja lebih jantan darimu mereka berani unjuk diri depan dunia gagah gigih tampil beda mencolok meniupkan asap rokok ke muka komentator Ada udang dibalik batu ada busuk dibalik hadirmu kau pergi karena kau anggap tak ada lagi gunaku bagimu kan? Dalam senyum sumingrah kuucap syukur pada Bapa di sorga sebab benalu sepertimu tak pantas ada disini jam pasir telah dibalik segera akan habis waktu permatamu biar gelapnya malam yang menghajar pancaran sinarmu yang menjijikan Lelaki benalu kesayanganku habis digerogoti nafsu keserakahannya
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:30 PM UTC
Banci Saja Lebih Jantan
satu tangan menutup mata satu tangan menutup telinga belikatku bertahan kaku tiap pijakan pelan, terseok belum leluasa ku berlari terpaan gelombang yang sudah-sudah masih meninggalkan goresan dalam daging dibantu merangkak, tapi dipaksa berlari caramu mengenyahkan biru yang masih menyelubungiku takut pada lidah sangkalan beradu bukankah lancang mencipta imaji semu lalu menggantungnya pada tiang-tiang garam berharap keras, tak begitu meleset pada manusia sadar, tak se-Esa namun jika Bapa memberi siapa yang bisa menutupnya? target apa, begitu mendesakkah? soal pembendaharaan rasa apalagi rancangan telah kuserahkan padaNya aku dungu & tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat Bapa. Tetapi aku tetap didekat Bapa; Ia memegang tangan kananku.
0
Mar 14, 2020
Mar 14, 2020 at 7:48 AM UTC
Seperti Hewan
We kept complaining, Of how much work was remaining. We do it to be obtaining, Thinking we will one day be attaining... Your Bliss!!! Oh Swami Bapa we have done no such work, To be of your worth, Yet you Smile, And hold our hand to the last mile.... ...............................................................
0
Jan 10, 2020
Jan 10, 2020 at 1:40 PM UTC
Work we havnt done
Bandung begitu kelabu, dadaku kosong rentang fokus kabur entah kemana ada kacau yang meruang di tubuhku tersisip kicau yang kian gaduh kepalaku terus menerus menimbang mempertanyakan perkara ranah juang bolak balik singgah pada keraguan lalu sebentar mampir pada keyakinan ia, aku, terpicu keras sekali kilas balik membeludak dalam benak beririsan dengan manisnya kenyataan yang juga selalu menjagaku erat aku benci terpicu seperti ini, guru geografi pernah ajarkan ketika panas bertemu dingin, terjadilah puting beliung ada puting beliung yang meruang di tubuhku lalu hembusan nafas mengembalikan sadarku cepat-cepat harus kukerdilkan imajinasi ya Bapa di Sorga, bebaskan aku dari kekang gelisah aku hanya ingin melepaskan apa yang perlu dilepaskan aku lelah mengunci diri dalam kegelapan
0
Mar 2, 2020
Mar 2, 2020 at 1:44 PM UTC
Residu Rasa
From many years Thier was cheers, You become one of Us, We know its was hard to Adjust , Your sparkly eyes have inspired many lives That voice that makes us rejoice, You Forgave, when we misbehave, You cared when We were scared, Protected when, We least expected We are all blank, As how to thank.... Oh Swami Bapa our eyes are leaking As we are speaking, As all we have is Love... We Love you Swami Bapa, Love you very much.
0
Jan 10, 2020
Jan 10, 2020 at 1:38 PM UTC
Happy Birthday
Your one stride, is full of pride, We can see you are trying to guide. But, we still get misplaced, and You still come back to emplace. Oh Swami Bapa, we can't thank you enough, for helping us get through our guf...
0
Jan 10, 2020
Jan 10, 2020 at 1:39 PM UTC
Your stride
Done the same thing every birth Kept thinking we of some worth We had no direction Until we got your connection . We know Swami Bapa we are of no worth, But pray that we know your worth.
0
Jan 10, 2020
Jan 10, 2020 at 1:41 PM UTC
My Worth
Biar rintik tangis langit membawa ceritaku ke awan dan dijatuhkannya di depan matamu. Sampai basah tersimpan pada kelamnya aspal Gudang Utara malam ini. Sudah berendam pada firman-firman Bapa, untuk pudarkan namamu dari jiwaku. Pikiranku bulat, doaku tegak. Jadi, sampai disini saja pementasanmu, kamu bukan lagi lakon utama ataupun lakon pendukung ceritaku. Koper ini kutinggalkan, terlalu lelah pundakku menanggung beban pikiran atas kemungkinan yang fana. Biar bumi berkisah tentang kekosongan yang pernah tak kupahami. Memoriku telah lalu, kini terisi dengan yang baru.
0
Mar 6, 2020
Mar 6, 2020 at 10:46 AM UTC
Baggage.