"banyak" poems
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini.
teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini,
selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu.
apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu.
tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik.
aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku.
aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya.
satu hal yang aku minta darimu.
berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah.
selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
Hidup dengan segala problematikanya
sejenak senang sejenak tenang
sejenak buram sejenak suram
Matahari bawaku cahaya
Tapi aku kepanasan
Hijab bawaku perlindungan
Tapi aku tertutup
Pohon bawaku udara
Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi
Ini baik tapi ini buruk.
Lalu hadir kerutan ditengah keningku
Melengkapi lipatan hitam mata ini
Hasil semua akar-akar pikiran
Bola matapun sekarang berfilter
Kuingat mawar pemberiannya
Gambar persembahan mereka
Seluruh tumpahan merah muda itu
Tapi tetap saja kabut dari belakang datang
Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali
-
-
-
Mengapa begini?
Terlalu banyak tapi
Mengindahkan kebingungan
Terbawa kelelahan
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang
gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama
gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia.
1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur.
2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak
3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang
pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua?
tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh
karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia.
Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih.
gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua.
cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia
meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba?
lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan.
*buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku.
jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu.
coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk
*buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu.
maapin aku
#sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya.
gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua
sangat.sangat btakut
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
3 Maret 1924..
Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu
Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu
Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu
Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti
Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya
Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya
Nabi saw bersabda,
"Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.
Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".
[HR. Imam Ahmad ]
Saudaraku,
Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan,
Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan,
Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian..
Takbir !!
Allahuakbar !
SalamPerjuangan!
#3RDMARCH1924
#melawanLupa
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
Waktu aku kecil
Dunia adalah kubus empat belas inci
Yang menayangkan gambar warna-warni
Penuh imajinasi
Waktu aku kecil
Dunia adalah permen loli warna pelangi
Merah jingga kuning hijau biru nila ungu menari
Rasanya manis seperti senyum mentari
Waktu aku kecil
Dunia adalah bulir-bulir air hujan
Yang jatuh mengaliri selokan
Disambut riang tawa kawan-kawan
Waktu aku kecil
Dunia adalah daun-daun kering
Tertiup angin ketika fajar menyingsing
Lalu berputar seperti gasing
Waktu aku kecil
Apalah arti politik dan ekonomi
Tak mengerti sengketa dan perang sana-sini
Yang aku mau boneka Barbie!
Sekarang..
Waktu dan Aku sudah tidak kecil lagi
Waktu tambah berisi
Aku bertambah tinggi
Harus lalui gejolak emosi
Tak bisa bicara seenak hati
Harus menyadari
Banyak tanggung jawab masih menanti
Waktu..
maukah berputar bersamaku?
Biarkan angin bertiup
Kembali ke masa itu
Jul 17, 2013
Jul 17, 2013 at 10:13 AM UTC
Jumat, 1 Oktober 2010
Alangkah gembiranya aku
Ingin ku tak henti tuk tersenyum
Tertawa, bahagia karena mereka
Terima Kasih Tuhan,,,
Kini banyak yang sayang pada ku
Mereka begitu berarti bagiku
Yang hiasi hari-hari di sekolahku
Terima Kasih Tuhan...
Mereka tidak kehilanganku
Mereka selalu memuat ku tersenyum
Dan selalu tersenyum untukku ku
Bersyukur aku atas yang ku dapat
Aku sayang kalian, Sahabat-Sahabat ku...
Created by. Aridea .P
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:49 PM UTC
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang,"
Begitu katanya
"Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang,"
Begitu pula katanya
Aku tetap tak mengerti
Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini
Terlalu sempit untuk diketahui
Terlalu sulit untuk dijelajahi
Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit?
Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri?
Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit?
Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip?
"Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku,"
Ujarnya kemudian
Secangkir teh diteguknya perlahan
"Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu,"
Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu
Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu
Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya
Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya
Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak
Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak
Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu
Tentu saja kami berdua tahu
Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu
Yang meraup beribu untung tak kenal waktu
Diam-diam aku bertanya juga
Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu?
Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu?
Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu
Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu
Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya
Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya
Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa
Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa
Seperti yang saat ini banyak terjadi,
Seniman dan Koruptor.
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Payudaramu
Masih menatapku dengan murung
Entah sudah berapa lama kupegang
Mungkin ratusan ribu kali.
Temaram yang dibentang
Oleh lampu kecil di sudut kamar;
Ranjang yang bermain melodi sendu
Poster kusam mimpi hari depan
Dan radio tua yang tak henti-henti
Menabuh genderang yang telah hilang
Semangat.
Ah, siluetmu
Yang bergoyang-goyang di tiup
Angin asmara.
Aku mencintaimu malam ini
Lebih dari apapun,
Bilang pada bulan
Jangan berhenti bersinar
Dan taburilah wajahnya
Banyak-banyak cahaya bintang.
Aku mencintaimu malam ini
Lebih dari apapun, sampai pintu bilik di ketuk.
(Batam, 17 Mei 09)
Apr 8, 2011
Apr 8, 2011 at 7:42 AM UTC
dalam soal perasaan dan cinta-cintaan,
satu saran dariku ialah
jangan kau gunakan banyak-banyak hatimu
kau tentu boleh merasakan,
asal tidak terlalu dalam.
jangan.
bahkan kalau kau mampu
biarkan orang lain menganggapmu
berhati beku soal itu
biar saja mereka menganggapmu begitu
asal dalam hati kamu tahu,
perasaanmu sesungguhnya hal yang paling murni untukmu.
May 13, 2016
May 13, 2016 at 8:15 PM UTC
Ayahku adalah Cahaya
Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia
Menuntunku tuk memilih arah yang tepat
Menyayangiku sepanjang doanya
Memelukku dari jauh dalam sholatnya
Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya
Ibuku adalah Udara
Yang memberikanku kehidupan ini
Yang menyentuhku dengan hati
Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh
Merangkulku dengan hati dan pikirannya
Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya
Adik-adikku adalah Air
Yang menyejukkan dengan senyuman mereka
Motivasiku tuk meraih impian mereka
Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera
Dengan mereka aku sangat bahagia
Dengan suara mereka aku kuat
.
.
.
Namun aku hanyalah Aku
Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya
Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka
Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka
Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang
Aku hanyalah Aku
Yang memiliki perasaan dan pikiran
Tuk memilih jalan hidupku sendiri
Yang membutuhkan seorang teman
Teman sejati yang sejak dulu kun anti
Teman yang benar-benar tean
Yang ada di sampingku saat susah senang
Selamanya …
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 9:53 AM UTC
Kepada Kamu.
Kita terlalu sama. Suka menangis diam diam. Kelihatan tegar di luar, padahal hancur di dalam. Ketika kini kulihat tawamu yang terlalu keras, aku tahu bahwa kau sedang tidak baik baik saja. Kau memang ahli bermain peran, tapi tidak di hadapanku. Cobalah hidup jujur terhadap apapun yang kau rasa.
Tuhan tidak menciptakan apapun untuk sia-sia. Hidup tidak melulu soal bahagia, tapi juga sebaliknya. Itu kemutlakan yang tak bisa kau tolak. Seperti sekarang, jangan selingkuhi perasaanmu sendiri, menangislah. Sungguh, tidak ada yang salah dengan jatuhnya airmata. Airmata bukan penanda lemah, sebaliknya itu pertanda agar kau tidak lengah.
Setiap kita memiliki lukanya sendiri sendiri. Juga, memiliki cara sendiri sendiri untuk memulihkannya. Airmata adalah cara lain kau berbahasa dan mengungkap rasa, ketika kau tak sanggup mengolah kata. Biarkan luka terbawa oleh setiap tetes airmata yang menitik sukarela.
Terkutuklah mereka yang percaya ‘anak hebat tidak menangis’ lalu menurunkan kebijakan yang tidak bijak itu pada anaknya. Mereka pasti mati rasa.
Izinkan aku menemanimu, tanpa banyak bicara, memberi petuah yang menjemukan, atau bertingkah konyol agar kau tertawa. Aku hanya akan duduk di sampingmu, menemani selama kau mau. Dan sesekali memberi genggaman, untuk menguatkan.
Note: bahkan airmata adalah buah tawa, saat aku bahagia bisa menemanimu dan mendengar cerita kegiatanmu seharian.
Mar 4, 2015
Mar 4, 2015 at 2:40 AM UTC
Sebetulnya tidak ada yang terlalu berbeda pada Jogja malam itu, namun memang spesial.
Ada kamu di hadapanku, diterangi remangnya lampu kedai kecil tempat kita berdua berteduh dari gerimis dan dinginnya kota Jogja malam itu.
Kamu tidak banyak bicara, sibuk dengan sepiring gudeg dan segelas wedang jahe favoritmu.
Aku tidak bisa berhenti memandangi parasmu. Meski hanya diterangi lampu remang-remang, dan peluh yang basah akan air hujan, bagiku kamu tetap nomor satu.
Sang pemilik kedai pun memutar piringan hitam miliknya, terlantunlah ‘Berdua Saja’.
Aku masih ingat betul tatapanmu malam itu seiring dengan alunan lagu. Sederhana, teduh, dan penuh dengan kehangatan.
Malam itu, aku sadar bahwa rumah tempatku pulang bukanlah bangunan bata beratap dengan satu pintu dan dua jendela.
Malam itu aku sadar, Sepasang mata bola yang teduh dan hangat itulah tempatku pulang.
Kamulah tempatku pulang.
Oct 22, 2016
Oct 22, 2016 at 12:20 AM UTC
Palembang, Selasa 29 November 2011
Maaf,,,
Maaf hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan
Sungguh,,,
Kalian tahu sendiri aku terlalu bodoh tuk berbuat
Dan aku terlalu bodoh tuk bicara
Yakinlah,,,
Aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi
Jadi orang yang mudah senyum dan menyapa
Tapi kalian tahukah?
Tuk melakukannya itu terlampau sulit bagiku
Bila hidup ini ku kurung sendiri
Ku kunci sendiri
Tanpa interaksi
Aku tahu kalian pun bertanya
Mengapa aku terpilih bila aku tak bisa apa-apa?
Jawabannya adalah beruntung
Ya, terkadang Keberuntungan mau berteman dengan ku
Tapi lebih banyak ia meninggalkan ku
Kalian pasti tahulah mengapa ia meninggalkan ku
Karena aku tak pandai berteman
Karena bakat ku melukai perasaan orang
Meski aku tak bermaksud
Terkesan begitulah di hati kalian
Sekali lagi
Maaf aku tak bisa menjadi yang kalian mau
Inilah aku apa adanya
Yang ku mau kalian bisa sabar
Sehingga terbiasa menghadapi aku yang sekarang
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 8:05 AM UTC
Membinasakan, demi bertahan
Menindas, mencerca, demi jadi raja hutan (singa kali..)
Ganas dan bengis, mengingkari kawan seperjuangan
Memang, manusia sekarang banyak yang tak lebih dari binatang!
Aku juga ingin jadi binatang
Binatang semut..
Ulat dimakan ayam
Ayam dimakan elang
Elang dimakan harimau
Semut? Semut tak pernah masuk rantai makanan
Karena ia kedahuluan mati terinjak
Walau begitu
Semut menggemukkan tanah
Tanah gembur tempat tumbuh rumput dan pohon subur
Rumput dan pohon subur jadi pusat rantai makanan
Kalian lihat kan peran semut?
Cakap dan mulia urusannya
Saking jadi pahlawan
Semut tak layak dinamai binatang
Mereka tak pas jadi tandingannya
hehe
Makanya aku ingin jadi semut
Aug 4, 2016
Aug 4, 2016 at 1:18 PM UTC
Ya Tuhan
Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku
Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan
Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka
Ya Tuhan
Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku
Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri
Ya Tuhan
Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku
Yang akan melindungiku dari bahaya apapun
Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar
Ya Tuhan
Aku membutuhkannya sekarang
Feb 9, 2015
Feb 9, 2015 at 11:13 AM UTC
Jalan menuju hatiku
Bagaikan jalan berliku
Bagaikan jalan berbatu
Yang tikungannya tajam
Penuh rintangan
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bagaimana cinta bisa membutakan,
Membutakan kalian dari kebenaran Tempat kalian tikung menikung
tanpa memikirkan lagi pertemanan.
Jalanan jalanan ini menjadi saksi
Bahwa cinta itu ada
Dan untuk mendapatkannya
Butuh banyak pengorbanan
Butuh banyak waktu
Jalanan jalanan ini pernah menjadi saksi sebuah kisah cinta
Kisah cinta tentang dua orang
Yang dulu saling menyayangi
Kisah aku dan kamu.
Mar 2, 2017
Mar 2, 2017 at 2:58 AM UTC
sekarang ini, aku itu sedang bermimpi
ada sebuah wajah yang namanya aku amini
ditiap bisikan doa kepada bulan dan matahari
hingga seluruh semesta berhenti bernyanyi
aku bahagia lagi—kan sekarang ini ada kamu
yang mencintai aku tiap hari Minggu
jika benar ini mimpi, jangan bangunkan aku
karena aku butuh lebih banyak waktu
untuk memeluk tubuhmu lebih lama
untuk buatmu jatuh cinta dihari lainnya
dan
untuk membawa kamu ikut jadi nyata
Mar 16, 2016
Mar 16, 2016 at 7:31 AM UTC
31 Oktober 2016
Dini hari, Jakarta-Surabaya, Pukul 00.45
30 menit yang lalu, kau bertanya kepadaku,
"apa yang membuatmu bahagia?"
secangkir kopi, malam dan hujan jawabku
lalu kau mengernyitkan kedua alismu dan bertanya,
"kenapa? kopi itu pahit, malam itu sendu dan hujan hanya membawa pilu"
"Karena aku menyukai kejujuran pada kopi,
Ia jujur akan dirinya. ia yang pahit rasanya. ia yang hitam parasnya. tanpa bersandiwara. tapi itulah hal yang mencandu darinya.
Karena aku menyukai kesederhanaan malam,
Ia tak perlu harus bersinar, ia cukup indah dengan bintang di dalamnya tanpa dengki ingin menjadi siang.
Karena aku menyukai keikhlasan hujan,
Ia tetap ikhlas menjatuhkan dirinya meski banyak yang memaki dirinya dan berharap ia tak pernah datang."
kau termenung kembali,
dahimu berkerut memikirkan sesuatu
"apakah hanya itu?" tuturmu lagi
dan aku hanya tersenyum,
"aku hanya ingin menjadikan diriku seperti mereka, tidak berlebih pun tidak mengapa, hanya ingin menjadi dan merasakan kejujuran seperti kopi, kesederhanaan seperti malam dan keihklasan seperti hujan."
kau tersenyum mengejek
"Kau terlalu naif" tandasmu dan aku hanya tergelak,
seperti itulah aku, jawabku
pada akhirnya, kau turut tergelak jua bersamaku
menutup pembicaraan dini hari kita kala itu.
Oct 30, 2016
Oct 30, 2016 at 2:05 PM UTC
Aku cemburu pada embun pagi hari yang selalu ada disana untukmu
Aku cemburu pada sinar matahari yang leluasa mendekapmu tiap kali kau terbangun dari tidurmu
Kadang aku cemburu melihat hal yang membuatmu selalu tersenyum
Angin yang berhembus pun tahu untuk siapa rinduku tertuju
Namun aku tak ingin banyak bicara tentangmu
Aku hanya ingin berada disampingmu
Mar 2, 2016
Mar 2, 2016 at 2:19 AM UTC
AKHI, JIKA BENAR ENGKAU MENCINTAI
ISTRIMU...
Ijinkan dia berdakwah...
Berkumpul dengan akhwat seperjuangan....
Relakan kepergiannya ke berbagai majelis ilmu...
Sekalipun itu mengurangi waktunya, untukmu...
Banyak suami salah prioritas...
Istrinya boleh bekerja di luar rumah...
Bebas beraktivitas jika hasilnya menunjang
ekonomi keluarga...
Bahkan didukung untuk kuliah pascasarjana...
Tapi, minta ijin 2 jam saja dalam seminggu untuk
ngaji, TIDAK BOLEH?
Jangan egois, wahai saudaraku..
Suami memang punya "hak veto" dalam rumah
tangga...
Keputusannya adalah kewajiban istri
mentaatinya...
Larangannya adalah keharusan istri
meninggalkannya...
Maka, gunakanlah kewenangan itu dalam
PRIORITAS YANG BENAR...
Dakwah itu wajib, bagi pria juga wanita...
Doronglah istri ikut berjuang di jalan dakwah...
Sesekali ambil alih kerjaannya di rumah agar dia
bisa leluasa bergerak...
Sudah pasti ini mengurangi kebersamaanmu
dengannya...
Tapi, percayalah ini hanya sementara...
Kelak ada masa bebas bercengkerama dengan
yang tercinta...
Di dalam surga, dan kalian berdua akan terus
bergembira...
ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺒَﺮُﻭﻥَ
"Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan
isteri-isteri kamu digembirakan".
(QS. Az-Zukhruf, 43: 70)
#women and sharia
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:48 AM UTC
*Kuharap renggang antara kita hanya sejauh epsilon, sayangku.
Tak ada sela bahkan tuk menilik pelupuk mata masing-masing.
Dan jika limit epsilon menuju nol
Maka ini tenggat kita, sayangku
Bekukan ponsel pintarmu
Abaikan saja waktu menyiram tanaman petang ini
Lebih-lebih biarkan jemuran dibasahi gerimis
Kita tak punya banyak waktu, sayangku
Mari nikmati
Sedemikian sehingga gairah renjana menemani percakapan masa lalu kita*
May 17, 2016
May 17, 2016 at 9:11 PM UTC
"Ketika hari itu 100 istri jadi pekerja,
Maka hari itu pula 100 harga diri suami hilang!
Ketika hari itu 1000 istri jadi pekerja,
Maka hari itu pula 1000 harga diri suami hilang!
Ketika hari itu Sejuta istri jadi pekerja,
Maka hari itu pula sejuta harga diri suami hilang!"
Astaghfirulloh...
Begitulah sistem DEMOKRASI KAPITALISME
memporak porandakan tatanan rumah tangga keluarga Muslim.
Kesempatan kerja pabrik dll..
Lebih banyak didominasi pekerja perempuan,
Dengan alasan, seorang perempuan lebih nrimo
Dibanding pekerja laki2 yg yg suka rese&sering; banyak protes.
May 3, 2015
May 3, 2015 at 11:30 PM UTC
𝘏𝘢 𝘱𝘢𝘨𝘴𝘪𝘥𝘭𝘪𝘵 𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘭𝘢𝘸 𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘯 𝘪𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺𝘢
𝘈𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘯𝘢 𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘶𝘨 𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘪𝘣𝘦𝘭𝘢
𝘈𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘯𝘢 𝘨𝘪𝘩𝘢𝘱𝘰𝘯 𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘯𝘢𝘬𝘭𝘢𝘺 𝘯𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳𝘢
𝘈𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘯𝘢 𝘶𝘮𝘢𝘵𝘶𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘭𝘶𝘢𝘨 𝘯𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘭𝘴𝘢𝘥𝘢.
𝘔𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘪𝘭 𝘯𝘨𝘢 𝘨𝘪𝘯 𝘭𝘢𝘳𝘢 𝘩𝘪𝘯 𝘬𝘶𝘴𝘰𝘨
𝘔𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘰𝘵 𝘯𝘨𝘢 𝘱𝘪𝘯𝘢𝘯𝘥𝘢𝘺 𝘩𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘴𝘬𝘰𝘨
𝘎𝘪𝘯𝘴𝘶𝘴𝘶𝘣𝘢𝘺 𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘭𝘢𝘣𝘢 𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘯
𝘔𝘢𝘨 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘳𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘯 𝘰 𝘮𝘢𝘨 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘸 𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘪𝘢𝘯.
𝘏𝘢 𝘬𝘢𝘥𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬, 𝘣𝘢𝘭𝘰𝘯 𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘰𝘨
𝘕𝘢𝘢𝘵𝘰, 𝘯𝘢𝘯𝘪𝘯𝘪𝘨𝘶𝘳𝘰, 𝘯𝘢𝘯𝘢𝘯𝘢𝘭𝘪𝘮𝘣𝘢𝘴𝘰𝘨
𝘏𝘢 𝘬𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘪𝘵𝘢𝘥 𝘩𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘱𝘢𝘥𝘢𝘱𝘢
𝘚𝘶𝘴𝘶𝘥𝘶𝘺𝘰𝘯 𝘮𝘢𝘨𝘬𝘢𝘥𝘶𝘳𝘶𝘥𝘪𝘭𝘢𝘪𝘯 𝘯𝘨𝘢 𝘦𝘴𝘬𝘪𝘯𝘢.
𝘈𝘯 𝘣𝘢𝘭𝘩𝘢𝘴 𝘩𝘢 𝘬𝘢𝘩𝘪𝘮𝘰, 𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘰 𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘳𝘢𝘬𝘺𝘢𝘯
𝘔𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘴𝘪𝘯𝘢 𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘸𝘵𝘰 𝘯𝘨𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘥𝘢𝘥𝘢𝘥𝘭𝘢𝘨𝘢𝘯
𝘈𝘯 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘰𝘭 𝘩𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘴, 𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘣𝘶𝘨-𝘢𝘵 𝘯𝘨𝘢 𝘥𝘪𝘯𝘢𝘳𝘢
𝘐𝘪𝘭𝘶𝘣𝘰𝘯, 𝘢𝘢𝘯𝘵𝘶𝘴𝘰𝘯, 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘩𝘪𝘵 𝘱𝘢𝘮𝘪𝘭𝘺𝘢.
𝘕𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘢 𝘱𝘢𝘨𝘴𝘪𝘳𝘰𝘮 𝘩𝘪𝘯𝘢𝘺-𝘩𝘪𝘯𝘢𝘺 𝘯𝘨𝘢 𝘪𝘨𝘴𝘢𝘴𝘢𝘳𝘢
𝘐𝘨𝘱𝘢𝘱𝘢𝘩𝘶𝘸𝘢𝘺 𝘢𝘯 𝘮𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘪𝘭 𝘯𝘨𝘢 𝘨𝘶𝘰𝘭 𝘯𝘢
𝘏𝘶𝘩𝘶𝘬𝘢𝘴𝘰𝘯 𝘢𝘯 𝘮𝘪𝘯𝘢𝘥-𝘢𝘯 𝘯𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘣𝘢𝘬𝘢𝘳𝘢
𝘐𝘨𝘱𝘪𝘱𝘪𝘺𝘰𝘯𝘨 𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢, 𝘵𝘪𝘵𝘪𝘳𝘶𝘬𝘰𝘯 𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘴𝘰𝘨 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘶𝘸𝘢𝘴 𝘩𝘪𝘵 𝘢𝘨𝘢.
Jul 29, 2023
Jul 29, 2023 at 10:23 AM UTC
Tadi pagi kumakan anggur ungu
Buah kesukaanku
Asam manis rasanya
Tapi kulahap langsung semuanya
Taksadar ku gigit bijinya
Kecil dan tak nampak
Bergizi pun tidak
Dan kecut ternyata
Seperti rasa ini
Yang tak dihirau orang banyak
Juga kecut dihati kurasa
Tak berigizi memang
Tapi kalau tak dimakan mentah-mentah
Rasa itu takkan ada matinya
Malah hanya terbuang dan terinjak
Dan berakhir dipembuangan
Jun 30, 2014
Jun 30, 2014 at 11:43 AM UTC