"amuk" poems
Antara aku dan Beethoven
Tidak ada kamu
Aku tidak mendengarmu dalam
Sonata Terang Bulan
Kamu tidak meredam dan menelan
Kesedihan, pun kepedihan
Kamu tidak memantulkan
Wajah remang bulan
Kala gugurnya di
Hilir redup sungai
Kamu berteriak
Terlalu lantang
Di malam hari
Sedang antara aku dan Beethoven
Tidak ada kamu
Kami menjalin kesedihan
Berdua saja
Aku dalam kata
Beethoven,
Dalam denting
Kamu berteriak
Terlalu lantang.
Sayangnya
Kami tidak mendengar
Jeritanmu
Kami tidak mau mendengar
Amukmu
Piano Sonata nomor empat belas,
Kuhanyutkan surat tak berbalas.
Di C kres minor,
Aku takut ia terdampar,
Opus dua puluh tujuh nomor dua,
Karena kau jeritkan amuk tanpa duka.
Jun 23, 2016
Jun 23, 2016 at 8:18 AM UTC
jangan amuk datang di sela hening, hujan
resah masih melaut di tengah jalan
jangan angin bisikkan hina, hujan
pijak hawa kenyang makan terpaan
burung tak bisa terbang jadi makanan hewan
atap masjid berhamburan masih kumandang azan
jangan rintik sendiri di atas pasang
cari sampai gersang tak dapat sayang
deras tepi jalan teduh sendiri
linang sampai malam ditinggal mati
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:53 AM UTC
Jakarta, 30 Maret 2009
Jangan takut musuh negeri ini
Jangan takut penguasa negeri ini
Takutlah pada air bah yang mengalir
Takutlah pada penyapu kota ini
Jangan percaya kata mereka
Jangan percaya janji mereka
Percayalah pada diri sendiri
Percayalah pada Allah SWT
Maret pertandakan akhir
Pembayaran hutan akan janji
Amuk amarah alam negeri ini
Sebab tak satupun pemimpin peduli
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:59 PM UTC
Silence,
In the mind
Is what he strives for-
Ushering sweet shushings
Destined to fall-
Desperately,
Hopelessly,
On deaf membranes-
Eardrums cluttered
And cloistered
By juggling run rampart-
Amuk.
The color of blood
Seeps down his forhead-
Sweatdrops glistening
Their crimson beauty-
Reminders that his sight
Is still unseen-
Cataracts unsheathed
Beneath Winter's chilling kiss
Of endless doubt and drought.
The frozen beauty captivates,
Encapsulates his mind,
And all his eyes roll back,
And his hands are useless.
Jan 11, 2018
Jan 11, 2018 at 1:25 AM UTC
Kau yang menyibak beliung demi pelangi
Mengulurkan tanganmu ke dalam gelap
Mengumpan senyum pada bara arang
Memberi warna pada langit abu-abu
Kau yang mengusik tirai gelap selimut jiwaku
Merentangkan tangan pada amuk badai
Meneteskan cahaya pada awan kabut
Mengurai jerat muak dan kecewa
Mungkin esok pagi
Kau akan membenciku
Selagi malam
Ingatlah aku dalam-dalam
Jan 4, 2018
Jan 4, 2018 at 2:39 AM UTC