Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"amat" poems
Hati sedih nan gelisah Tak tau apa yang harus diperbuat Kaki bagai lari ke ujung dunia Peluh terasa lengket bercucuran Seakan hanya mengikuti jejak Tak tau arah yang benar Mata sayup ingin terpejam Terhalang Guntur yang menggelegar Menggelegarkan nadi meretakan hati Serpih-serpih peluh yang menjadi-jadi Seakan lari menggapai dunia Melawan angin yang amat kencang Sambil berpegang kawat besi tembaga Berjalan di atas angin yang bergoyang
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:01 AM UTC
Hati Ku
Kau datang di saat ku menginginkanmu Kau bagaikan menerangi hidupku Ku tersenyum di setiap waktu Ku selalu memikirkanmu Kau menjauh entah mengapa Ku tersadar bahwa ku yang memulainya Kau tak sedetikpun berbicara Ku hanya bisa menyesal Ku mulai belajar tuk melupakanmu Ku buka hati ini tuk yang lain Namun tiba-tiba kau datang dengan sejuta kata Entah apakah kau berpura-pura peduli pada ku Kau menyentuh hidup ku, lagi Kau buat aku menginginkanmu, lagi Kau buat aku salah tingkah, lagi Serasa tak ingin aku kehlangan mu, lagi Kau membuat aku bersyukur pernah mengenal mu Kau adalah hal terindah yang tak nyata yang pernah aku tahu Kau adalah semua topik pembicaraan yang ku ceritakan Kau adalah yang mengiringi perjalanan singkat hidup ku Kau yang amat susah lepas dari ingatan ku Kau yang menerangi hidup ku Kau lah alasan aku tersenyum di setiap waktu Kau lah yang ku harap hadir di mimpi ku Kau... Yang selalu aku harapkan hadir di sisi ku Yang selalu membuatku ingin merasakan peluk mu Yang ingin sekali mengecup bibir mu Kau... Yang selalu membuat aku gelisah Yang membuat aku berusaha lebih baik Yang membuat ku berusaha lebih pantas tuk dimiliki Kau... Tak pernah habis kata-kata untuk mu Selalu ku puji dirimu Ku ingin bisa mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu I LOVE YOU
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 8:41 PM UTC
Semua Tentang Kau
ang balaraw na may KATAM ! - - - - sa bala raw ay TAKAM ! kung sa aking pasakalye ay may kulang ba? ,,,heto na't muli daraan pa sa kalye ang titik A ! minsan sa isang unan AT KAMA lapis at papel tanging KA MATA napapa-taglish.... " i...AM TAKA " as in surprised nga---TAMA KA sa sistemang nababagay AT AKMA sabi ng iba sa akin,may "AMAT KA" ayon naman sa ilan- ako'y "MAKATA"   it's just a fiction-a make-believe! sa tagalog "MA-KATA"
0
Nov 9, 2015
Nov 9, 2015 at 10:35 AM UTC
" bantayog "
Tangan ku kaku ketika menulis Kaki ku lumpuh ketika melangkah Mata ku buta ketika memandang Raga ku pun mati karena merindukan Langit amat luas Hidup bahagia bersama awan Tapi, langit tak berikan aku Aku pun menangis Air laut menampung kesedihan ku Meluap menjadi awan Dan menenggelamkan jagat raya Termasuk hati ku yang sudah rentan Rentan, karena terik mentari yang menyengat Raga ku roboh terhempas angin menjadi puing Jiwa ku lari saat takut desiran pasir Darah ku habis saat berlari mengejar semua Sumpah mati takkan tergapai Cinta sejati dalam hati yang tulus Dengan ocehan yang melukai Dan kata cinta yang omong kosong Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:48 AM UTC
Cinta Tak Tergapai
Jika aku berdosa Tuhan Hati tak ingin disalahkan Karena jiwa yang serakah Telah terbelah menjadi dua Ingin hati terbang ke Surga Apadaya terbelenggu senja Mentari panasi dunia Bagai raga ku yang mulai gersang Tuhan... Tolong... Teriakan ku memohon Hujanilah raga ku yang gersang ini Beri tanda jiwa yang asli Jiwa keras bagai karang Terhempas ombak baru mengalah Jiwa lembut bagai awan Terhempas angin baru tersadar Sadar akan 2 jiwa yang terbagi Begitu berbeda bagai langit dan bumi Amat berbeda bagai air dan api Ku sadari, aku manusia yang Munafik Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:39 AM UTC
Munafik
Tergetar nadi ku saat teriakanmu Tersenyum aku saat melihatmu Bagai mentari pelawan gelap Bagai jiwa ku yang amat tenang Saat terjunan air membasuh raga Alangkah indahnya pelangi melingkar Bercahaya terang amat indah warnanya Begitu segar sambil menatapnya Tatapan itu tak sama Dengan saat aku menatapmu Di hati ku hanya kau yang terindah Tak tertandingi dari apapun Cinta... Segelas darah ku buang Selaut air mata ku tumpahkan Saat ku lihat kini kau berada di Surga Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:45 AM UTC
Kenang Cinta
Sejak lama ku memulainya Mengotori kertas dengan sebercak tinta Menciptakan puisi yang amat indah Penuh makna akan liriknya Dengan goyangan tangan Jari-jari ku memegang tinta Melukiskan suara hati ku Yang menangis ditinggalkannya Hati ku merintih kesakitan Tergores luka dan tertusuk panah Mengaku hati ku masih mencintanya Meninggalkan puisi cinta hingga menutup mata Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:50 AM UTC
Puisi Cinta
Palembang, 21 Oktober 2012 Kini aku menulis dari sudut kiri Memalingkan mukaku dari hadapanmu Tak ingin terlihat olehmu Di sini, aku membaca sembunyi-sembunyi Menahan kedip, Tak ingin melewatkan membaca namamu Di sini dingin, hujan baru saja turun Membasahi jalanan yang terlalu lama kering Aku tak ingin pergi keluar Hanya ingin di sini Merasakan rasa ini lagi Rasa seperti ini Sekarang ini, saat aku menulis ini Rasa yang sulit tuk diungkapkan Lebih sulit dari berjalan di atas bara Lebih sulit dari mengingat namamu Sangat sulit daripada menulis namamu Sangat amat sulit daripada menyebut namamu Rasa, yang tak akan pernah berhenti membuatku menulis Rasa, yang tak mampu ku ucapkan sendiri Rasa ini Rasa yang sulit tuk dimengerti Rasa yang tak akan pernah hilang Rasa yang sulit tuk tak dibahas Terima kasih tlah membuatku menulis dari kiri
0
Oct 21, 2012
Oct 21, 2012 at 6:22 AM UTC
Rasa 2
Palembang, 28 Juni 2012 Haruskah kita percaya pada mimpi? Jika sebelum tidur malam tak bersahabat Arah kanan atau kiri tak berlaku lagi Dan mata yang tertutup tak benar-benar tidur Haruskah kita tersenyum ketika bangun di pagi hari? Mengingat mimpi semalam yang amat indah Yang membawa harapan Menjadi pikiran hingga malam selanjutnya Haruskah kita menggapai mimpi itu? Mimpi yang samar dan semu Mimpi, pembawa harapan palsu Apakah “Raihlah Mimpimu” masih berlaku?
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:05 PM UTC
Mimpi Itu
Palembang, 14 April 2013 Jika kamu tidak menyukaiku, tolong agar bagaimanapun tuk mencintaiku Jika kamu tidak menginginkanku di sini, maka rindukan aku Jika kamu ingin melupakanku, maka ingatlah aku selalu Jika kamu tidak ingin mengetahui tentang diriku, maka pikirkanlah aku Jika kamu berharap tidak pernah mengenalku, maka ijinkanlah aku hadir di mimpimu Jika kamu menginginkanku tiada, maka hiduplah bersamaku Jika kamu sangat amat membenciku, Aku akan sangat lebih mencintaimu I Love You, Someone
0
Apr 14, 2013
Apr 14, 2013 at 11:24 AM UTC
Jika Kamu
Malam ku kemarin Amat indah kan abadi Terukir selalu di dalam hati Nama mu walau hanya mimpi Sungguh bahagia hati ku Bila ingat akan mimpi itu Lamunan ku berakhir Saat mentari muncul di pagi hari Tak dapat ku sebut nama mu Di dalam mimpi ku malam itu Karena gugup hati ku Tergetar semua nadi ku Kelak kita bertemu Bertemu menjadi satu Akankah kau campur cinta mu Dengan cinta ku yang menunggu Created by Aridea Purple
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:37 AM UTC
Mimpi "Cinta"
voice over: Atlas Ketika langit mengubah rupanya menjadi senja sewarna matahari tenggelam, kuajak Venus duduk di kafe tak jauh dari stasiun. Perjalanan hari ini cukup lelah, meskipun pengamatan kami berjalan lancar. Tapi, aku selalu berharap anggota kelompok kami lainnya lebih sering ikut bergerak agar kami tidak selalu pergi berdua. Museum yang kami kunjungi kali ini adalah museum seni, yang kuduga salah satu hal yang amat Venus hargai. Ia penikmat karya seni. Matanya terus memandang takjub karya-karya yang kebanyakan orang tak pahimi apa maknanya, namun Venus menatapnya seolah barang yang dilihatnya ialah nyata. Kau tahu, memandangi seorang perempuan berambut gelombang sepunggung, yang bertinggi badan hanya sehidungmu, rahang tegas, alis yang tebal, memandangi karya-karya seni di hadapannya dengan tatapan antusiasmenya; bukankah ia definisi seni yang sesungguhnya? Yang paling nyata di depan mataku? Dan, kemudian ia menoleh, tersenyum saat sadar aku memandanginya dari belakang. Ia mengatakan sesuatu, "Atlas, lihat sini! Lukisan yang satu ini benar-benar indah." Dan, setelah 3 bulan meragukannya, sekarang aku yakin; aku menyukainya, sangat menyukainya, saat kurasakan Venus adalah seni yang lebih indah, terindah.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:51 AM UTC
daydreaming part 1: keajaiban seni yang paling nyata
Saat indah bersamamu Ungkap ku indah amat ku kenang Kuasa Tuhan yang ku hargai Rasa cinta yang terus tercipta Alangkah senang hati ini Yang terhias momen indah Aku dan kamu yang indah berdua Walau kini tak terasa lagi Ingin ku ulangi tuk terakhir kali Nuansa indah penghias hari-hari Alangkah senang hati saat terjadi Takkan ku lupa seumur hidupku Akan ku kenang untuk selamanya
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:24 AM UTC
S.U.K.R.A.Y.A W.I.N.A.T.A
T'lah kumiliki nurani bopok dan renta Warisan ibu ayah Membungkus kasih, dengki, segan, damai, resah, amarah Begitu bancuh dan arau Sang aku berbagi pada kekasihnya Sosok gagah terpercaya Aku dan gagah melanglang Beriringan menggandeng nurani Nurani amat bahagia Demikian puas ceria Hingga sosok gagah itu mulai muak Jemu, bosan katanya Menghempas jemari aku Dan mencampakkan nurani serupa buangan Cakapnya aku bersalah Tak jago mengenyangkan Tak tega setilik pun menengok nurani Menepis muka, aku bertanya "Apa nurani tak apa-apa?" Dengan terisak, nurani menyinyir menjawab "Terlihat nestapa dan pilu dari matamu Aku tak seberapa Pikirkan saja dirimu"
0
Jul 1, 2016
Jul 1, 2016 at 2:21 PM UTC
Sang Aku yang Bodoh
Palembang, 19 Juni 2012 Oh Tuhan, siapakah dia? Laki-laki yang rendah hati Garis senyumnya selalu terlukis di bibir Amat mulia hatinya membantu orang lain Sentuhan hatinya terjatuh di pipi Yang berbentuk air mata suci Amal ibadahnya pastilah tinggi Putra Adam yang sangat rendah hati Utamakan orang lain daripada diri sendiri Tak kenal siapa yang ia kasihi Rasa sayang dicurahkannya setiap hari Allah menciptakannya sebagai penolong di Bumi
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:01 PM UTC
OLGA SYAPUTRA
Pada suatu hari yang kejam. Budi mau ke sekolah. Ganti baju, minum susu, tidak lupa gosok gigi. “Buk, Budi berangkat dulu ya.” Ibu pertiwi tidak menjawab. Budi melongok ke dapur lalu melihat ibu pertiwi. Tampangnya kusut, pakaiannya berantakan dan matanya sembab. Budi marah. Sosok bangsat macam mana yang telah membuat ibu pertiwi sedih ! Di mana bapak pertiwi? Ibu pertiwi sudah jadi janda dan masih dicabuli. Memang anjing ! Jadi siapa yang telah membuat ibu pertiwi sedih? Apakah si bangsat itu adalah mereka? Yang menanam beton raksasa dan mengambil semua dengan paksa? Atau apakah si bangsat itu adalah kalian? Yang menumpang dan mengotori air udara tanah, menggusur alam atas nama pembangunan? Atau apakah si bangsat itu adalah dia ? Yang berjalan angkuh dan tamak. Sesekali mencari peluang, sumber daya mana lagi yang bisa di sikat ? Babat terus tambang, sekalian laut, hutan, juga hewan! Atau apakah si bangsat itu adalah saya ? Bersembunyi di balik hati nurani yang katanya peduli, katanya cinta bumi, saya adalah omong kosong! Saya tidak benar-benar cinta. Jijik betul merasa ibu pertiwi sungguh berarti, ikut menjerit ketika ia ternodai, mana yang lebih munafik apakah diri saya atau aksi ? Pada suatu hari yang kejam, Budi tidak berangkat ke sekolah. Akal sehat budi meronta ingin lari selamatkan diri bersama ibu pertiwi. Anak cicit Adam dan Hawa terlalu goblok dan jahat. Manusia terlalu serakah dan merasa berkuasa. Lihat itu, Asap hitam pekat bergerak mendekat. Mampus kau! Ibu pertiwi sudah sekarat! Pada suatu hari yang kejam, malam datang dan manusia mulai buta. Ibu pertiwi gelap gulita, budi merangkak tanpa arah. Apa perlu listrik untuk buka mata? Atau cukup hanya sepercik bara? Budi bingung. Ibu pertiwi sedih. Bapak pertiwi bodo amat.
0
Jun 22, 2019
Jun 22, 2019 at 12:10 PM UTC
Pada Suatu Hari yang Kejam
Pada suatu hari yang kejam. Budi mau ke sekolah. Ganti baju, minum susu, tidak lupa gosok gigi. “Buk, Budi berangkat dulu ya.” Ibu pertiwi tidak menjawab. Budi melongok ke dapur lalu melihat ibu pertiwi. Tampangnya kusut, pakaiannya berantakan dan matanya sembab. Budi marah. Sosok bangsat macam mana yang telah membuat ibu pertiwi sedih ! Di mana bapak pertiwi? Ibu pertiwi sudah jadi janda dan masih dicabuli. Memang anjing ! Jadi siapa yang telah membuat ibu pertiwi sedih? Apakah si bangsat itu adalah mereka? Yang menanam beton raksasa dan mengambil semua dengan paksa? Atau apakah si bangsat itu adalah kalian? Yang menumpang dan mengotori air udara tanah, menggusur alam atas nama pembangunan? Atau apakah si bangsat itu adalah dia ? Yang berjalan angkuh dan tamak. Sesekali mencari peluang, sumber daya mana lagi yang bisa di sikat ? Babat terus tambang, sekalian laut, hutan, juga hewan! Atau apakah si bangsat itu adalah saya ? Bersembunyi di balik hati nurani yang katanya peduli, katanya cinta bumi, saya adalah omong kosong! Saya tidak benar-benar cinta. Jijik betul merasa ibu pertiwi sungguh berarti, ikut menjerit ketika ia ternodai, mana yang lebih munafik apakah diri saya atau aksi ? Pada suatu hari yang kejam, Budi tidak berangkat ke sekolah. Akal sehat budi meronta ingin lari selamatkan diri bersama ibu pertiwi. Anak cicit Adam dan Hawa terlalu goblok dan jahat. Manusia terlalu serakah dan merasa berkuasa. Lihat itu, Asap hitam pekat bergerak mendekat. Mampus kau! Ibu pertiwi sudah sekarat! Pada suatu hari yang kejam, malam datang dan manusia mulai buta. Ibu pertiwi gelap gulita, budi merangkak tanpa arah. Apa perlu listrik untuk buka mata? Atau cukup hanya sepercik bara? Budi bingung. Ibu pertiwi sedih. Bapak pertiwi bodo amat.
Continue reading...
35
Pernahkah terlintas dalam pikiranmu, tentang seseorang yang hadir di beranda? Dialah yang menangkap setiap perasaan bimbang dan cemasmu Pernahkah engkau benar-benar merasa takjub, ketika ia mengatakan: "Burung kolibri merah dadu itu kuterbangkan dari hatiku, hanya untukmu. Sungguh." Lalu kaucuri sepasang bintang dari tatapannya yang amat cemerlang. Pernahkah?
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 11:54 AM UTC
Burung Kolibri Merah Dadu
indahnya kota jogjakarta pada malam itu tidak seberapa indah dengan binar mata dan senyum lekuk bibir mu pada malam itu, bising klakson mobil pada kemacatan malam itu bahkan bukanlah perihal yang menggangu. nyaman, bahkan bagiku semua tenang. teringat jelas bagaimana kita menelusuri kota jogja sambil mendengarkan lagu saat kau menggengam tanganku erat, bagaikan takut kehilangannya. untukmu Tuan, sosok yang selalu memberikan ku kehangatan di malam hari disaat semua bergetar kedinginan. tubuh dan ragamu yang amat ku kasihi, terima kasih sudah memperlihatkan indahnya dunia yang pernah jahat ini. padamu Tuan, aku mengundangmu untuk sejenak meletakan kepala mu dibahuku dan menikmati malam yang indah, berdua.
0
Jan 9, 2019
Jan 9, 2019 at 12:30 PM UTC
Jogjakarta malam itu
Aku ingin kembali ke dalam kesunyian, Ada ketenangan yang tak pernah membosankan, Dan juga diriku yang amat sangat tenang. Tapi, suara di atas sana berbisik, Aku harus kembali saat waktu sudah menjelang senja, Menghadapi realita Penuh drama
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 4:21 AM UTC
Tenang
TEN HAIKU (2nd Collection) 1 A little flower by the side of the main road I think it knows me 2 Aroma of coffee bacon sizzling in kitchen it's time to wake up 3 My first Latin class amo, amas et amat I yawned and I yawned 4 The soldier has packed he will fight for his country his wife and kids weep 5 The sea is at rest fishermen return to shore the sunset still glows 6 The old cherry-tree beneath which the children play it knows each by heart 7 Who is the singer who wrote this beautiful song mind not, just listen 8 In the old-folks' home ' Those were the days' someone sings I think she's in tears. 9 Spring day in Melbourne the mall is full of shoppers ' mummy' a child calls 10 Between two pine-trees stands an old wooden cottage none knows who lives there
0
Sep 22, 2015
Sep 22, 2015 at 9:06 PM UTC
TEN HAIKU (2nd COLLECTION)
Sa hindi inaasahang panahon, Landas natin ay ipinagtagpo Dating mo'y hindi mawari kung suplado ba o masyadong seryoso Ngunit kahit ganoo'y ako'y nagpatuloy. Sa hindi inaakalang pagkakataon, Mga kwentong noo'y nagmumula sa pagtatype ng mga daliring mahilig sumulat Ngayo'y nagsisimula na sa mga pagtawag at pagbigkas ng mga bibig na makata. Sa hindi maintindihang sitwasyon, Matagal-tagal na hindi napapaisip at napapasulat Ngunit dahil sayo'y biglang nanumbalik At heto ngayon, nagsisilbi kang inspirasyon. Sa daldal **** taglay, Makulit at maalagang pagkatao Na nagsilbing kanlungan sa oras nang pagiging mapag-isa, Salamat sa pagiging kung paano ka nagpakilala. Dahil sa oras na magtugma ang mga nararamdaman, Kahit hindi inaasahan, Kahit hindi akalain, Kahit hindi maintindihan, Sayo, ako ay sigurado.
0
Dec 29, 2020
Dec 29, 2020 at 4:28 AM UTC
Sal(amat) Sa'yo
ku katakan pada kau, jika pada akhirnya tidak akan berjalan lurus seperti yang di damba-damba kan. ingatlah bahwa kau dan aku telah terjatuh didalam perjalanan yang amat panjang dan melelahkan, dan jika kau meminta ku untuk memutar balik agar tidak lagi berjalan bersama, bagaikan sama saja dengan bunuh diri, walaupun akhirnya akan mati, setidaknya kita mati berdua, setidaknya kita pernah bahagia.
0
Jan 8, 2019
Jan 8, 2019 at 12:46 AM UTC
setidaknya aku mati bahagia
Hampir lebih separuh hidupku Tidak ada hati yang ada.. Ya, hati ini sudah terisi sebuah batu yang amat keras Tetapi bukannya Aku tidak mau ada.. Terkadang Aku termenung sendiri di dalam kesendirian Sesambil menatap pemandangan yang ada di depan mata Hati ini terus bertanya-tanya Sebenarnya apa.. Apa yang Aku inginkan? Apa yang Aku butuhkan? Lelaki seperti apa? Siapa dia? Kepala ini selalu berbisik bahwa ada saatnya akan hadir Jiwa ini juga mengatakan untuk tetap menjaganya Menjaga jiwa dan hati ini untuk suatu raga.. Raga yang tidak bisa ku sentuh keberadaanya Rasa ini selalu meyakini dia ada Ya, mungkin di suatu sudut yang sangat tidak terlihat.. Bahkan mugkin tidak ada Dan tidak pernah..
0
Jun 20, 2017
Jun 20, 2017 at 2:31 PM UTC
Tidak Pernah Ada (Never Existed) // [bahasa]
Hai kenangan dulu kau meninggalkanku begitu amat berat, tapi mengapa kau begitu mudah muncul kembali?
0
Apr 3, 2017
Apr 3, 2017 at 7:32 PM UTC
Hai