Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#pilu
Lunas sudah selepas kutelusuri segenap frekuensi relatif tak bersisa aksiku menghadang dirimu. Bukan khayal angsa anggunku satelit jiwa kala lampau heranku dibuatnya gamblangnya usaikan cerita. Benarkah kesembronoanku? Dambaku, kau tanya nalarmu. Buram rekamanku namun tak lagi ada inginku berceloteh per kau lempar ke kolong tak beri sela kompromi. Mustahil pudarkan rasaku, hanya pikiranku, luruh binasa. Setakar janjiku, ini kali terakhir aku datang padamu. Makasih ya Kini, aku berhenti mengugat walau tanganku bergetar pelak Tuhan buat yang baik menyeruak kutenang, tak lagi koyak, toh jika baik, kembali dipersatukan kelak. demikianlah. akhirnya kulepas juga genggamanku.
0
May 21, 2019
May 21, 2019 at 5:38 AM UTC
"Apalagi?"
Jatuh,tersungkur Patah hatinya, pikirannya entah kemana Berselimut kenangan Sedih, sakit, dan juga pilu Pasalnya aku selalu berpikir bahwa yang patah akan tumbuh Yang hilang akan berganti Tetapi kenapa bayangan mu masih terus datang dan mengunjungi?
0
Oct 17, 2017
Oct 17, 2017 at 4:47 AM UTC
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti