#mimpi
Terbangun aku di kamar mimpi,
dulunya kau ada di sisi,
kini sepi,
mata dan minda tempat ku jelajah,
menerokai diri mu tanpa lelah,
kembara kita tiada henti,
kerna, tiap kali kita bersua,
kucupan dan senyuman manis menghiasi pipi,
ku susun aksara ini,
untuk mereka tahu,
bertapa indahnya kau di mata ku
cereka tiada noktah atau koma,
kerna di sini,
kau kekal selamanya.
Bila kau tiada,
Jumantara ku gelita
Malam ku sunyi tanpa suara,
renjana pada roh ku kian lemah.
ku berharap kita bersua lagi,
dengan renjana sama dengan ku,
kau bagaikan sahmura,
menghiasi kamar mimpi,
dengan ukiran kirana di bibir,
kerna
Gian aku kepada sanubari mu,
tiada henti
Jun 16, 2022
Jun 16, 2022 at 3:27 AM UTC
Sahabatku selalu bilang, hidup adalah sebuah gedung yang ditempa oleh mimpi. Mimpi adalah pilar terkuat untuk hidup. Struktur gedung sahabatku sangat apik bagai dirancang oleh arsitek terkemuka, setiap sudutnya dikalkulasi dengan baik, interior gedung tertata dalam estetika yang berkelas. Setiap lantai gedung itu, memiliki cerita mimpi yang berbeda. Namun, gedung milik sahabatku tak pernah lepas dari sebuah warna cat yang ia sebut sebagai motivasi.
Nama gedung sahabatku adalah Kebahagiaan.
Sehari-hari gedung itu dipenuhi tawa dan senyum tiap orang yang berlalu-lalang di dalamnya. Tak jarang gedung itu mendapati kunjungan oleh Mimpi Yang Terkabul yang membikin gedung itu makin meriah dibuatnya.
Sahabatku selalu memberiku petuah bagaimana cara merawat gedungku, hidupku, dengan memiliki mimpi yang harus kuraih, meskipun jauhnya di ujung lautan sana, dan tetap harus ku kejar walaupun kemampuanku hanya sebatas merangkak.
Ketika ia bicara tentang pilar, ia tak tahu aku tak ingin punya gedung.
Kematian berbicara bagai gedung yang direnggut dari eksistensi. Dirubuhkan fisiknya. Dihancurkan. Namun, aku tak ingin punya gedung. Aku tak ingin ada di dalam lanskap kehidupan yang rumit ini. Skenario merawat, menjaga, dan mengasihi sebuah gedung membuatku bingung dan pusing.
Gedungku bahkan tak bisa dibilang gedung, hanya empat tembok kumuh yang lebih cocok disebut kandang. Aku tak punya pilar, hanya ada empat onggok tiang bambu yang perlahan dimakan rayap. Lantainya bukan dari marmer, tapi tanah becek yang bau ketika dicium hujan, tidak ada orang tertawa atau tersenyum di dalam gedungku, hanya ada aku dan rasa lapar yang berteriak sampai telingaku lelah.
Lantas, ketika aku terbangun dari tidurku yang tak pernah nyenyak dan disambut kegelapan, tanpa gedungku, tanpa ocehan sahabatku yang berkata sembari menutup mata dari kenyataan yang ku alami, aku bernapas lega.
Dalam incognito yang ku peroleh, aku merasa tenang. Terombang-ambing di tengah ada dan tiada. Menyatu dengan hitam, bersaru dengan putih. Aku tersenyum dan perlahan berterima kasih kepada Tuhan yang akhirnya memahami bahwa aku tak punya mimpi, selain menjadi tidak ada.
Namun, hatiku mencelos ketika Tuhan berbisik dengan lirih, bahwa aku hanya punya batas waktu hingga empat puluh delapan jam sebelum kembali pada kehidupan yang rumit.
“Tuhan,” kataku, “untuk apa aku ada, ketika orang-orang sibuk dengan gedung, sementara yang ku punya hanya seonggok bilik?”
Jun 23, 2020
Jun 23, 2020 at 10:03 AM UTC
Tidurlah di sampingku
Dan izinkan aku memasuki mimpi indahmu
Karena ingin kutenggelam di dalamnya
Menghiasi ruang khayalmu selamanya
Apr 17, 2020
Apr 17, 2020 at 12:15 PM UTC
Pukul 02.30
Aku terdiam tanpa berbahasa
Memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan
Aku terbiasa bermimpi
Namun kini aku tak mampu
Pukul 02.30
Andai waktu adalah lomba
Maka aku selalu kalah
Lagi-lagi aku tidak dapat terpejam
Pukul 02.30
Aku dan semua lamunanku
Terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku
atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku
Pukul 02.30
Aku ingin berlari ke dalam lautan
Menantang ombak berderu kencang
Lalu terhempas oleh bayang-bayang
Pukul 02.30
Aku berurai air mata
Berusaha mengartikan rasa
Pencarian yang tak berujung
Pukul 02.30
Katanya Tuhan itu Mahakuasa
Maka aku percaya jawaban itu ada
Dan kupejamkan mataku
Harap semua ini sirna
-wonderwall-
Aug 12, 2019
Aug 12, 2019 at 3:53 PM UTC
Bahkan, mimpi mu itu butuh ruang.
Ia lelah jika harus terus menggantung pada harap.
Aug 7, 2019
Aug 7, 2019 at 10:30 AM UTC
deburan ombak bersatu dengan asa
namun tak memecah karang pengharapan
serbuk- serbuk pasir adalah partikel kecil impianku
tak apa diinjak- diinjak
karena untuk menjadi langit
aku masih terlalu awam
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 7:21 PM UTC
aku bersebrangan dengan angan dan mauku
sulit jika tak ada prantara
jatuh terperosok mungkin hal biasa
terjungkal aku tak mengapa
hanya jembatan asa yang dirajut harapan kuat
yang jadi kebutuhan dan kekuatan
Nov 15, 2018
Nov 15, 2018 at 7:15 AM UTC
Tak pernah luput wajahmu yang selalu muncul di benakku.
Berkata " jemput diriku ".
Semakin mendekat, Semakin terasa mimpi.
Hingga kini, diriku memutuskan untuk bermimpi.
Jun 5, 2018
Jun 5, 2018 at 9:51 AM UTC
Andaikata aku adalah seekor burung
Terbang membentangi praja
Menapaki ribuan ruang impian
Melekang langit senja nan dekat
Tak akan kulakukan
Andaikata aku adalah seekor burung
Yang tentu ialah
Aku rindu dengan potret otentikku
Kedua kaki, kedua tangan, akal dan pikiran
Andaikata aku adalah manusia
Menyandang kedua sayap putih bak malaikat
Tanpa lelah, tanpa sakit, tanpa keluh
Peran satria menjaga fisik juga hati
Angan jauh sebab manusia itu aku
Andaikata aku berjaya nanti
Ada di puncak emas dengan berlian sebagai udaraku
Seraya senyum lagak hormat
Akankah aku merindu sosokku yang sederhana kala itu?
Jun 4, 2018
Jun 4, 2018 at 12:01 PM UTC
Malam-malam lelap
Lelaki dan keraguannya
Terbelenggu dalam cinta yang tak nyata
Ia meresah hingga ia gusar
Namun ia rindu dekapan kekasih lamanya
Lelaki itu lenyap dalam mimpi yang gelisah
Dec 2, 2017
Dec 2, 2017 at 7:16 AM UTC
Malam-malam kelam
Perempuan dan kenaifannya
Terperangkap dalam cinta yang tak ada ujungnya
Ia mengalir hingga ia ingin bermuara
Namun ia rindu dalam dekapan sang kekasih
Perempuan itu lenyap dalam mimpi yang gelisah
Nov 27, 2017
Nov 27, 2017 at 7:31 AM UTC
Pagi disemat dingin sejuk
Terbit matahari menghangatkan
Melihat senyum indah darimu
Apakah raga ini terbangun di surga ?
Memulai hari dengan imajinasi yang menghanyutkan
Memandang Sang Penerang bangkit dengan dirimu
Sungguh menyempurnakan elemen dunia ini
Khayalan di dunia nyata
Nyata atau mimpi
Dirimu sungguh sempurna di dua dunia
Satu yang memandang dekat
Lainnya yang memandang jauh.
Oct 28, 2017
Oct 28, 2017 at 10:56 AM UTC
Semalam
Lagu - lagu kuno itu aku mainkan
Seakan aku hidup di zaman victoria
Berperan rapih, layaknya seorang bangsawan.
Menunggu
Menyambut dirimu yang kupanggil “Lady”
Nona berparas cantik
Pula berdarah biru
Seorang putri di umum
Seorang ratu di hati
Berdansa ditengah Ballroom
Membuat malam ini milik kita berdua
Mimpi yang indah !
Oct 12, 2017
Oct 12, 2017 at 2:02 AM UTC
berawal dari waktu
memaksaku menyeret kakiku
melangkah gontai sambil pergi
aku merengek, terisak !
dan mengadu pada-Nya
tunggu ini secepat aku berkedip barusaja
ya, dulu memang aku kecil
nyaliku memang masih payah
masih terjerat pada keduanya
bahkan sekarangpun..
keduanya ingin aku yang terbaik
aku tak tahu yang dirasa mereka
tapi aku sendiri berontak
menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti
aku kutuk waktu
mengapa begitu kilat
ragaku masih ingin tetap dirumah
tunggu, sejenak aku merasa keliru
bukankah ini baik
aku juga ingin membuat keduanya senang
mimpi harus coba kupanjat
tangga itu sudah dihadapanku
aku termasuk yang beruntung
bersyukurlah!
batinku melerai
aku meyakinkan diriku sekuat tenaga
"ini bukan rumahku" gertakku
saat aku tiba ditempat asing itu
akupun terpaksa tinggal
demi pengetahuan yang ingin kuraup
iya, jika belum paham akan kujelaskan
aku seorang mahasiswa sekarang
predikat yang melekat padaku kini
berat..
pandangan semuanya akan berbeda terhadapku
sungguh aku menemui teman baik
berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri
aku menarik nafas..
waktuku kini juga telah memaksaku
rasanya pagi sudah menjadi sore
agaknya aku harus selesaikan hariku
mengerjakan tugas akhirku disana...
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
Untukmu selembar kertas
Tidakkah kamu pernah berpikir
Ini tak semudah ketika aku menggambar garis atau titik
Ini lebih rumit dari pada gulungan tali
Aku bahkan tidak bisa membuat sketsanya
Tapi aku coba merangkai kata demi kata
dengan pena kesukaanku
Itu semua adalah mimpiku
mungkin hanya Dia dan kau saja yang paham
aku menulis semuanya, sederhana saja
namun ku tahu itu tak akan cukup
selalu kuselip dalam doa semua harap
Aku hanya percaya..
suatu hari, suatu saat
mimpiku yang pernah ku pahat akan terwujud
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 1:00 PM UTC
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku
Tapi berbeda tempat dan aroma tanah
Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan
Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua
Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni
yang siap memanjakan mataku seketika
Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami
Tempat itu seperti kanvas
Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa
Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi
Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang
kuning, oranye, merah dan coklat
Lukisan yang begitu indah
Biarkan aku memakai jaket hari ini
Sebab udara membuatku cukup dingin
Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis
Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan
ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku
Ini sudah waktunya panen
Aku menyukai labu di ladang
Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy
Prancis seperti harta karun emas
Paris di musim gugur bulan ini
Menara Eiffel sudah menungguku
kali ini aku berjalan di atas dedaunan
Begitu renyah di bawah kakiku
Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan
Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar
Mengirim mereka untuk menari di udara
Sangat romantis
Aku sedang duduk di bangku kayu
Ah jika September tiba...
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika malam berbicara
mengenai cintanya
terhadap rembulan
Tak perlu kau berkata lagi
melalui isyarat
ataupun senandung
Cukuplah diam
dan resapi
setiap kecupan
diantara angin malam
Dan jangan ganggu bintang
karena mereka nyaman
dan tenang dalam kejauhan
Biarlah malam yang melengkapimu
Menjagamu dalam tidurmu
Pengantar untuk segala mimpimu
Semoga Tuhan bersamamu
sampai fajar berikutnya
Sep 15, 2016
Sep 15, 2016 at 5:13 AM UTC
sekarang ini, aku itu sedang bermimpi
ada sebuah wajah yang namanya aku amini
ditiap bisikan doa kepada bulan dan matahari
hingga seluruh semesta berhenti bernyanyi
aku bahagia lagi—kan sekarang ini ada kamu
yang mencintai aku tiap hari Minggu
jika benar ini mimpi, jangan bangunkan aku
karena aku butuh lebih banyak waktu
untuk memeluk tubuhmu lebih lama
untuk buatmu jatuh cinta dihari lainnya
dan
untuk membawa kamu ikut jadi nyata
Mar 16, 2016
Mar 16, 2016 at 7:31 AM UTC
kamu...
seperti kamar yang kamu tinggali...
seperti ruangan yang menjadi sejarah kita...
terbuka, tanpa sekat, tanpa jendela....
kamu dingin
tapi dalam pelukmu aku merasa hangat...
angin kencang atau hujan gerimis....
mana kamu peduli...
kamu bilang, "asal kamu disini, semua menjadi hangat"
kenapa kita berbeda?
kenapa ruanganmu lebih besar?
bukankah kita saudara?
bukankah aku adik terbaikmu?
lalu, kenapa aku tidak ingat masa kecilku disini?
ya, lagipula...
semua itu hanya mimpi...
Apr 23, 2015
Apr 23, 2015 at 10:40 PM UTC