Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#kehilangan
Aku sedang membangun batu demi batu, langkah demi langkah. Kupikir kau akan tetap di sini, menjadi bagian dari yang nanti kita sebut “rumah.” Tapi kau memilih jalan pintas. Bukan karena lelah, bukan karena bosan, tapi karena ada tangan lain yang diizinkan untuk menggenggammu. Tak perlu alasan, tak perlu pembelaan. Kita sama-sama tahu, ini bukan soal masa yang akan datang ini soal siapa yang kau beri ruang. Aku tak kehilangan apa pun. Aku masih berdiri, masih melangkah. Dan kau? Semoga kau menemukan apa yang dulu tak kau lihat dariku.
0
Mar 4, 2025
Mar 4, 2025 at 3:50 AM UTC
Bukan Aku Yang Kehilangan
Masih kubayangkan seperti apa jadinya aku apabila suatu saat aku benar-benar bisa memiliki dia. Mencintai dia begitu dekat. Sedekat tarikan napas dari setiap udara segar yang aku hirup di pagi hari. Masuk ke dalam paru-paru. Kemudian bercumbu di sana. Benar apabila aku memang sangat ingin bisa memiliki, segala hal yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki. Begitu naif apabila kita sedang belajar mencintai seseorang. O wajahnya. O matanya. O hidungnya. O pipinya. O bibirnya. O rambutnya yang panjang tergerai jatuh di bahunya. Begitu jelas, hingga mimpi seperti realita. Dia begitu jelas terlihat. Dia begitu nyata, bahkan kurasakan sesuatu berdetak begitu cepat dan kencang, seperti angin yang menyibak rambutnya. Senyumnya membuat segala yang hancur menyatu kembali, tetapi tidak, tidak untuk setiap kali. Aku masih mencintainya, begitulah cinta yang semestinya aku akan katakan apabila memang dia benar ada di sini. Tetapi dia tidak di sini. Dan aku tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya. Dia begitu dekat, tetapi juga begitu jauh. Dia jauh dari mataku. Dan dia begitu jauh untuk bisa merasakan perasaanku padanya.
0
Mar 23, 2021
Mar 23, 2021 at 5:57 AM UTC
Nyanyian Kesedihan dan Patah Hati
Tersenyumlah selagi kau mampu Tertawalah kalau kau ingin Karena ada kalanya dimana senyumanmu akan membuat orang menangis Dan tawamu akan berubah menjadi air mata yang kau luapkan Hidup di dunia hanya sementara Jangan kau sia-siakan hanya demi kesenangan semata Seperti semua yang ada, hidup diciptakan berpasangan Ada susah ada senang Dan kalau kau hanya terpaut pada kesenangan Kau akan menyadari suatu saat Bagaimana waktu tak dapat diputar kembali Dan hanya penyesalan yang menemanimu pada akhirnya
0
Jan 22, 2016
Jan 22, 2016 at 9:27 AM UTC
Hilang