Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#indonesiapoem
Ada hal yang terlalu indah. Tak bisa di jamah, Pembicaraan dengan mu yang mengusik kalbu , Menambah candu pada irama suaramu. Singkat , penuh arti. Kau yang terlalu pemalu, Aku yang begitu terpaku. Ingin bercakap hingga lupa waktu. Namun gengsi masih terbelenggu. Diam-diam menatap , Diam-diam bergejolak, Matapun saling menatap, Garis senyum mulai terkuak. Kita sama-sama saling Saling tahu, Saling ingin, Dan tak saling mengungkapkan,. Sore yang mnjadi saksi mata, Pada pembicaraan di meja kedua, akan sekeping hati yang kian pasrah, Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah, Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah. Sejatinya, harapan kian menggersang, Mengikis hati tanpa bak diiris pedang, Dan semakin rasa ini mendalam, Semakin menumbuh renjana dalam diam. -Tan
0
May 30, 2020
May 30, 2020 at 6:15 AM UTC
Renjana
Kau melompat kesana kemari Kau melompat tanpa tahu perasaan ini Kau melompat tanpa etika Kau melompat hilang seketika Kau bukan jelmaan pangeran Akan tetapi hadirmu membuat orang terheran Sekolahku adalah tempatmu Hijau pohon dan rumput sudah menyatu denganmu Aku mual dengan serba hijau Karena sayur hijau bukanlah kesukaanku Akan tetapi pohon hijau adalah istimewa Pohon hijau tempat berteduh hati yang merana Oh kodok.. Mengapa tembok sekolahku juga hijau? Oh kodok.. Aku semakin sulit menemukanmu Teyot teblung teyot teblung Sekolahku hijau nan sejuk Teyot teblung teyot teblung Adiwiyata adalah gelar sekolahku -Kediri, 21 Maret 2018-
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:53 PM UTC
Kodok Hijau dan Sekolahku