Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#harapan
Akankah… Kita akan terus begini? Terpisah oleh jarak bermil – mil Walau hanya dalam dunia fatamorgana Kuingin kau kembali ke sisi Seperti saat kita bersama dahulu Akankah… Pertemuan pertama kita Hanya tinggal kenangan? Walau hanya dalam dunia fatamorgana Kuingin kau kembali dan melinkupiku dengan sayapmu Seperti saat kita pertama berjumpa dahulu Akankah… Janji kita Hanya tinggal sebuah janji? Walau hanya dalam dunia fatamorgana Kuingin kau kembali dan kita saling mengkaitkan jari Seperti saat kita berjanji dahulu Akankah… Cinta kita Hanya tinggal sebuah kata? Walau hanya dalam dunia fatamorgana Kuingin kau kembali dan berkata Walau jarak dan ruang memisahkan kita Aku percaya jika hati t’lah bicara Takkan ada yang mampu memisahkan kita
0
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 8:14 AM UTC
Dunia Fatamorgana
Hallo kamu, ini aku Aku yang sudah lama mengenalmu, walau kamu belum mengenalku Aku yang sudah lama mendukungmu, walau kamu belum jumpa dengan ku Aku adalah seseorang yang selalu tertawa dan tersenyum karenamu Walau kamu bukan tertawa dan tersenyum karenaku Tetapi aku selalu ada Bersorai untuk kamu Jika suatu hari keberuntungan mulai berpihak pada ku Kamu akan tahu siapa aku dan aku tahu kamu akan berkata Hallo kamu, ini aku dan aku pun akan menjadi kamu
0
Jul 30, 2019
Jul 30, 2019 at 2:07 AM UTC
Aku dan Kamu
Matahari bersembunyi dibalik langit kelabu dan tergantikan oleh awan mendung. Angin berhembus horizontal, mencium kulitku, dan meninggalkannya gemetar. Atmosfir yang hangat dan dekorasi cakrawala biru seketika berubah menjadi udara dingin yang mencekam. Melodi rintik air hujan dan kilatan petir mengambil alih langit kelabu kala itu. Aroma tanah yang terhantam rintik air hujan sedaritadi terus mengingatkanku terhadap apa yang telah aku lalui bersama hujan. Terdapat lagu dalam melodi rintik air hujan, akan terasa jika kamu sedang merindukan sesuatu. Kemeja milikmu masih aku kenakan. Bertanding dengan dinginnya atmosfir kala itu. Kamu menang. Aku hangat. Aku bisikkan beribu-ribu harapan dan rahasia kepada cakrawala mendung nan kelabu. Sampaikan pada hujan, aku berterimakasih.
0
Jun 19, 2019
Jun 19, 2019 at 6:48 AM UTC
Semesta Mendukung
deburan ombak bersatu dengan asa namun tak memecah karang pengharapan serbuk- serbuk pasir adalah partikel kecil impianku tak apa diinjak- diinjak karena untuk menjadi langit aku masih terlalu awam
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 7:21 PM UTC
tunggu saatnya
Melihatmu melukis warna Merah cerah dan jingga Mengangkat kedua ujung bibir Membawa bahagia dengan sihir Namun kini bukanlah yang lalu Melihatmu menyobek raga Merah darah dan infeksi Menggebuk harapan memfana Mengenakan topeng yang berseri
0
Jan 3, 2019
Jan 3, 2019 at 5:23 AM UTC
Topeng
aku bersebrangan dengan angan dan mauku sulit jika tak ada prantara jatuh terperosok mungkin hal biasa terjungkal aku tak mengapa hanya jembatan asa yang dirajut harapan kuat yang jadi kebutuhan dan kekuatan
0
Nov 15, 2018
Nov 15, 2018 at 7:15 AM UTC
ada mimpi disana
Bukan saatnya, kawan, Kau tertunduk dengan tangisan Seakan dunia sudah kiamat. Mungkin hatimu sedang tertusuk Oleh buaian para pemberi harapan Dan setan pembisik di telingamu. Tapi ingat, Ceritamu hanya sebatas koma, Masih ada kalimat panjang Yang menantimu sampai akhir hayat.
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 6:39 AM UTC
Titik
Apa yang ku mahu Hanya ku yang tahu Biar ada datang membelenggu Akan datang angin menyatu Lari,lari pergi saja diriku Jauh ke puncak aku tetap berlalu Aku jiwa lama termangu Bosan, letih jadi diriku Kerna ada saja yang rasa tahu Lebih dari rohku. 16 April 2012
0
Jun 26, 2018
Jun 26, 2018 at 2:54 AM UTC
Mahuku
Kehidupan tak menjanjikan harapan; Kematian tak menjanjikan penyelesaian.
0
Jun 20, 2018
Jun 20, 2018 at 9:04 PM UTC
Antara Hidup/Mati
berawal dari waktu memaksaku menyeret kakiku melangkah gontai sambil pergi aku merengek, terisak ! dan mengadu pada-Nya tunggu ini secepat aku berkedip barusaja ya, dulu memang aku kecil nyaliku memang masih payah masih terjerat pada keduanya bahkan sekarangpun.. keduanya ingin aku yang terbaik aku tak tahu yang dirasa mereka tapi aku sendiri berontak menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti aku kutuk waktu mengapa begitu kilat ragaku masih ingin tetap dirumah tunggu, sejenak aku merasa keliru bukankah ini baik aku juga ingin membuat keduanya senang mimpi harus coba kupanjat tangga itu sudah dihadapanku aku termasuk yang beruntung bersyukurlah! batinku melerai aku meyakinkan diriku sekuat tenaga "ini bukan rumahku" gertakku saat aku tiba ditempat asing itu akupun terpaksa tinggal demi pengetahuan yang ingin kuraup iya, jika belum paham akan kujelaskan aku seorang mahasiswa sekarang predikat yang melekat padaku kini berat.. pandangan semuanya akan berbeda terhadapku sungguh aku menemui teman baik berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri aku menarik nafas.. waktuku kini juga telah memaksaku rasanya pagi sudah menjadi sore agaknya aku harus selesaikan hariku mengerjakan tugas akhirku disana...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
GARIS WAKTU
kau adalah puisi berputar dalam imajinasi mengendalikan tanganku untuk menulis entahlah, aku memang tak mampu menyulam kata kata manis terkadang bingung memilah kosa kata yang kurasa memang terbatas tapi kau adalah puisi ku menulismu dibawah lampu temaram duduk termangu menjelajah inspirasi aku ingin sekali menulismu aku akan menulismu tunggu sampai kau menjadi puisiku
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:11 PM UTC
PUISI
Untukmu selembar kertas Tidakkah kamu pernah berpikir Ini tak semudah ketika aku menggambar garis atau titik Ini lebih rumit dari pada gulungan tali Aku bahkan tidak bisa membuat sketsanya Tapi aku coba merangkai kata demi kata dengan pena kesukaanku Itu semua adalah mimpiku mungkin hanya Dia dan kau saja yang paham aku menulis semuanya, sederhana saja namun ku tahu itu tak akan cukup selalu kuselip dalam doa semua harap Aku hanya percaya.. suatu hari, suatu saat mimpiku yang pernah ku pahat akan terwujud
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 1:00 PM UTC
Menulis Mimpi
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
"Aku selalu menunggu Bahkan kita hanya dibedakan dengan sedikit perbedaan waktu aku ingin melihatmu Tapi aku akan silau dan aku bahkan tak berhak kamu adalah apa yang seharusnya tidak ku lihat kamu lebih pantas menerima cahaya yang mengelilingimu itu Sementara aku berada di sisi lain yang selalu berharap agar kamu selalu bahagia"
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:45 AM UTC
nyanyian malam
izinkan  saja angin bertiup dan kamu jatuh tak mengapa jika rintik rintik hujan membuatmu begitu basah karena bumi tetap memelukmu
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:39 AM UTC
daun
Kudengar adzan berkumandang Ah! Subuh datang Membangunkanku dari istirahat malam Mengecoh mimpi indah malam itu Belum, kubelum siap bangun Tapi semesta mendoktrinku Kuharus bangun dan terjaga Kuiyakan saja mereka Sesaat pagi tiba Kelembutan angin memuaskanku Segar aroma udara memenuhiku Pipit mericau ramai Sesal tak ada dalam benakku Hanya puas dan sentosa Kutak menyesal bangun subuh Aku ingin pagi ini bujur Tiba-tiba sengat datang Tolong! Tolong aku Siang datang mencuri pagiku Aku mulai belingsatan Panas matahari mengantup Aku bergidik Meratap Siang jahat! Aku kutuk siang Namun ia tak mau pergi Ia malah semakin menjadi-jadi Aku hilang kendali Aku marah Kembalikan pagiku! Aku memohon pada siang Aku menangis Bahkan aku bersujud "Siang, aku rindu pagiku" Aku rindu ricauan pipit pagi itu Aku kehilangan angan-angan Novita Olivera.
0
Apr 30, 2016
Apr 30, 2016 at 1:19 PM UTC
Selamat Tinggal Pagi