Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Di kepalaku terbentang jarak yang abstrak dan segala yang pelik Sementara tubuhku hanyut dalam sendiri yang berbisik dan berisik Seolah merajuk untuk meracik jam jadi detik-detik agar terbebas dari waktu yang licik Dan dari segala hal yang monokrom di hidupku, Nona, kau yang paling nyentrik Kepalaku sarang rindu dan segala yang ragu Sementara mataku terjebak dalam tatapmu yang malu-malu Seolah merayu untuk meramu risauku jadi restu Kemudian aku menelisik bayangmu yang semu lalu terpukau dan terpaku Kiranya kau memaafkan kepalaku yang isinya kau-kau melulu
0
Dec 9, 2021
Dec 9, 2021 at 3:51 AM UTC
Distraksi
Di kepalaku terbentang jarak yang abstrak dan segala yang pelik Sementara tubuhku hanyut dalam sendiri yang berbisik dan berisik Seolah merajuk untuk meracik jam jadi detik-detik agar terbebas dari waktu yang licik Dan dari segala hal yang monokrom di hidupku, Nona, kau yang paling nyentrik Kepalaku sarang rindu dan segala yang ragu Sementara mataku terjebak dalam tatapmu yang malu-malu Seolah merayu untuk meramu risauku jadi restu Kemudian aku menelisik bayangmu yang semu lalu terpukau dan terpaku Kiranya kau memaafkan kepalaku yang isinya kau-kau melulu
// draft dari Desember, 2019. Tadinya belum berjudul
cirque_du_lune
Written by
Dec 9, 2021
Dec 9, 2021 at 3:51 AM UTC
Request permission to use this poem