Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Setanmu itu, Ia masih menghampiriku Duduk di ujung kuku kakiku Untuk mengaji Agar aku tidak pernah lupa Pada satu pertanyaannya: Mengapa Aku sampai membakar diri Untuk menjual jiwa Pada nyala sepercik Padahal lamanya Tak lebih dari sedetik Kenapa, tanyanya, Aku terbaring siang dan malam Dengan jarum-jarum Di sekujur tubuh Yang dengan sendiri kutusuk Kenapa, Balik kutanya, Kenapa Aku masih di sini?
0
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 10:03 AM UTC
Kenapa Aku Bertanya Kenapa
Setanmu itu, Ia masih menghampiriku Duduk di ujung kuku kakiku Untuk mengaji Agar aku tidak pernah lupa Pada satu pertanyaannya: Mengapa Aku sampai membakar diri Untuk menjual jiwa Pada nyala sepercik Padahal lamanya Tak lebih dari sedetik Kenapa, tanyanya, Aku terbaring siang dan malam Dengan jarum-jarum Di sekujur tubuh Yang dengan sendiri kutusuk Kenapa, Balik kutanya, Kenapa Aku masih di sini?
noand-hegask
Written by
Sep 8, 2016
Sep 8, 2016 at 10:03 AM UTC
Request permission to use this poem