Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Sesekali Malam bersaksi Ialah yang kau pandang Lewat satu-satunya Jendela hatimu Jam dinding Pada tiap detiknya Merana Setelah menghitung Detak jantungmu Tembok kerap Meniup nestapa Saat kau di pembaringan Meliuk pada Hamburan mimpimu Selamat tidur, Degup duka. Aku sebuah gelas Di ujung kamarmu Yang terlalu penuh Minumlah sebelum Terlelap Agar aku dapat juga Bersaksi perihal Kecup dan detak jantungmu
0
Mar 19, 2016
Mar 19, 2016 at 3:41 AM UTC
Angan
Sesekali Malam bersaksi Ialah yang kau pandang Lewat satu-satunya Jendela hatimu Jam dinding Pada tiap detiknya Merana Setelah menghitung Detak jantungmu Tembok kerap Meniup nestapa Saat kau di pembaringan Meliuk pada Hamburan mimpimu Selamat tidur, Degup duka. Aku sebuah gelas Di ujung kamarmu Yang terlalu penuh Minumlah sebelum Terlelap Agar aku dapat juga Bersaksi perihal Kecup dan detak jantungmu
noand-hegask
Written by
Mar 19, 2016
Mar 19, 2016 at 3:41 AM UTC
Request permission to use this poem