Aku pernah memperdebatkan
perihal pulih bersama waktu
dengan seseorang
yang mungkin lukanya belum selesai.
Kau berkata—
ketika nama yang dulu
selalu kau eja di bibirmu
perlahan terasa asing,
saat detail wajahnya
mulai memudar dari ingatan,
bahkan suaranya tenggelam
bagai gema yang hilang dalam waktu,
dunia tetap tak benar-benar
membiarkanmu lepas darinya.
Namun bagiku,
meski waktu terus bergulir
mengitari dunia
yang tak pernah sepenuhnya
membebaskanku darinya,
waktu tetap mengajarkan
cara melepaskan
dan menerima.
Bukan berarti ia hilang
dari benakmu sepenuhnya—
sebab ia pernah bersemayam
dalam relung hati yang setia,
menjadi alasan jiwa ini
bertahan di riuhnya dunia.
Namun waktu perlahan
merangkul luka yang tertinggal,
menuntun hati dan akal
untuk memahami:
yang kita cintai
pada akhirnya akan pergi.
Sebab sejatinya
kita tak pernah benar-benar
menggenggam siapa pun—
karena segala yang dicinta
hatinya pun milikNya.
Biarkan mereka pergi
ke tempat-tempat
yang telah Ia takdirkan.
Mar 11
Mar 11, 2026 at 12:07 PM UTC
Aku pernah memperdebatkan
perihal pulih bersama waktu
dengan seseorang
yang mungkin lukanya belum selesai.
Kau berkata—
ketika nama yang dulu
selalu kau eja di bibirmu
perlahan terasa asing,
saat detail wajahnya
mulai memudar dari ingatan,
bahkan suaranya tenggelam
bagai gema yang hilang dalam waktu,
dunia tetap tak benar-benar
membiarkanmu lepas darinya.
Namun bagiku,
meski waktu terus bergulir
mengitari dunia
yang tak pernah sepenuhnya
membebaskanku darinya,
waktu tetap mengajarkan
cara melepaskan
dan menerima.
Bukan berarti ia hilang
dari benakmu sepenuhnya—
sebab ia pernah bersemayam
dalam relung hati yang setia,
menjadi alasan jiwa ini
bertahan di riuhnya dunia.
Namun waktu perlahan
merangkul luka yang tertinggal,
menuntun hati dan akal
untuk memahami:
yang kita cintai
pada akhirnya akan pergi.
Sebab sejatinya
kita tak pernah benar-benar
menggenggam siapa pun—
karena segala yang dicinta
hatinya pun milikNya.
Biarkan mereka pergi
ke tempat-tempat
yang telah Ia takdirkan.
