Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Musim hujan tak kunjung reda, awan hitam semakin berkuasa, langkah kaki terasa berat, hati menopang pecahannya. Jantung memompa tak beraturan, malam jadi siang, siang jadi malam, sepertinya ini kelam-ku terbalik, kacau, kehilangan arah. Aku berjalan di jalan yang patah, menjaga nyala yang telah redup, mencari cahaya di lorong gelap, namun bayangnya semakin jauh. Ada yang pergi sebelum waktunya, atau mungkin sesuatu yang tertinggal? Sebab detik tak lagi sama, sejak rasa, mati lebih awal.
0
Feb 27, 2025
Feb 27, 2025 at 6:15 AM UTC
Mati Lebih Awal
Musim hujan tak kunjung reda, awan hitam semakin berkuasa, langkah kaki terasa berat, hati menopang pecahannya. Jantung memompa tak beraturan, malam jadi siang, siang jadi malam, sepertinya ini kelam-ku terbalik, kacau, kehilangan arah. Aku berjalan di jalan yang patah, menjaga nyala yang telah redup, mencari cahaya di lorong gelap, namun bayangnya semakin jauh. Ada yang pergi sebelum waktunya, atau mungkin sesuatu yang tertinggal? Sebab detik tak lagi sama, sejak rasa, mati lebih awal.
indonesia
rb_mld
Written by
27/M/ID
Feb 27, 2025
Feb 27, 2025 at 6:15 AM UTC
Request permission to use this poem