Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Tempat yang sebelum Ramadan sepi kini ramai, malam yang tadinya tenang kini lebih bising. Aku tahu ini berbeda, tapi kali ini, aku menghadapinya dengan lebih santai. Aku hanya perlu mencari sudut lain, di mana aroma kopi tetap menghangatkan, angin masih berhembus pelan, dan suasana tetap memberi ruang untuk diam. Tak ada yang perlu tergesa, tak ada yang perlu dipertahankan. Ketenangan bukan soal tempat, tapi bagaimana aku menikmatinya. Jadi biarlah semuanya berjalan, biarlah kota berdenyut dengan ritmenya. Walaupun di tempat yang berbeda Aku juga bisa duduk, menyeruput kopi, dan menikmati sore ke malam seperti biasa.
0
Mar 23, 2025
Mar 23, 2025 at 3:58 PM UTC
Menyeruput Senja
Tempat yang sebelum Ramadan sepi kini ramai, malam yang tadinya tenang kini lebih bising. Aku tahu ini berbeda, tapi kali ini, aku menghadapinya dengan lebih santai. Aku hanya perlu mencari sudut lain, di mana aroma kopi tetap menghangatkan, angin masih berhembus pelan, dan suasana tetap memberi ruang untuk diam. Tak ada yang perlu tergesa, tak ada yang perlu dipertahankan. Ketenangan bukan soal tempat, tapi bagaimana aku menikmatinya. Jadi biarlah semuanya berjalan, biarlah kota berdenyut dengan ritmenya. Walaupun di tempat yang berbeda Aku juga bisa duduk, menyeruput kopi, dan menikmati sore ke malam seperti biasa.
ramadhan
rb_mld
Written by
27/M/ID
Mar 23, 2025
Mar 23, 2025 at 3:58 PM UTC
Request permission to use this poem