Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
bakar saja paru-parumu. hantam saja semua, biar jatuh berhamburan sampai koyak. tendang sekeliling deretan batu bata yang tersusun rapi sampai kakimu ngilu. aku telah kebal pada tatapan tajammu. telingaku tuli dari raungamu yang menderu. ketukan bunyi lidah tak bermakna kian lesap mengganggu. biar bergelut dengan bingungmu. aku benci caramu menyatakan perang.
0
Jul 11, 2019
Jul 11, 2019 at 11:56 AM UTC
marah.
bakar saja paru-parumu. hantam saja semua, biar jatuh berhamburan sampai koyak. tendang sekeliling deretan batu bata yang tersusun rapi sampai kakimu ngilu. aku telah kebal pada tatapan tajammu. telingaku tuli dari raungamu yang menderu. ketukan bunyi lidah tak bermakna kian lesap mengganggu. biar bergelut dengan bingungmu. aku benci caramu menyatakan perang.
110719 | 23:53PM depressive episode di indomaret, benci impulse buying, dengki dengan teh hijau.
megittaignacia
Written by
Jul 11, 2019
Jul 11, 2019 at 11:56 AM UTC
Request permission to use this poem