"tugasnya" poems
ia telah berusaha menjadi sesuatu yang berguna bagi orang-orang terdekatnya
ia membasuh kepalanya yang penuh dengan keringat dan menuangkannya di sebuah mangkuk, dan ia menyuruh orang yang ia sayangi untuk meminumnya
ia meminum air kebahagiaan, sebuah benda cair yang sangat ia tunggu.
ia kembali pergi untuk melakukan tugasnya menemukan logika dan akal pikiran.
ia akhirnya temukan di tengah lautan. ia lepaskan jangkarnya kedalam air. ia melompat dari perahu kecilnya, menyelam ke dalam lautan jiwa.
dari jauh ia temukan sebuah cahaya kecil. cahaya tersebut tersenyum. ia yang bersemangat berenang semakin cepat. hingga akhirnya ia temukan logika dan akal pikirannya hanya sebuah….
cinta.
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:41 AM UTC
Papa sekarang sudah di puncak
Turun kebawah bukan tugasnya.
Mama hanya bisa terseret
Laksanakan tugas seorang pasangan.
Apadayaku yang berada di sini..
dalam, dalam, di bawah tanah.
berteriak jua tak sampai
bisingku tak kuasa menyentuh
Semata-mata mengandalkan kacang;
puluhan bungkus tuk bahagia
Semata-mata mengandalkan air;
puluhan gelas tuk air mata
Mama mengingatkan tuk bersua
Nyatanya bersua itu lemah,
dan anak 16 tahun tidak kuat.
Gaduh, gaduh, gaduh saja bisanya.
Semak pun belukar menjadi-jadi
sebuah bentuk proteksi yang nyata.
Biarkan durinya berfungsi;
bak pedang tuk mereka.
Feb 13, 2015
Feb 13, 2015 at 8:53 AM UTC
Dia habiskan beberapa malam untuk menangis
Sendiri ditemani kesedihannya yang tak mau pergi
Mengutuk diri karena lemah hati
Hangatnya hilang lantaran yang dirasa hanya dingin
Jatuh seribu kali, bangun seribu satu kali
Dia bantu dirinya sendiri untuk berdiri
Sudah tugasnya menjadi selalu terlihat gigih
Kesepian sudah menjadi teman baik
Hampa seakan sudah memiliki tempat khusus dalam diri
Tidak apa-apa menjadi lemah malam hari
Asal kembali tertawa besok pagi
Dan seterusnya begitu lagi
Tidak sabar menanti rasa yang akan mati
Jun 24, 2020
Jun 24, 2020 at 12:09 PM UTC