Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"tertinggal" poems
dari awal memang aku hanya kertas kosong bagimu tak bisa digambar, tak bisa ditulis yang terlupakan, yang tertinggal yang terbuang, tak berharga meski ku coba tuk tulis sendiri kau hapus begitu saja, dan kau buang nama ku tak pernah kau sebut mungkin karena kau lupa mungkin karena kau tak suka aku Erikaa kau bisa panggil ku apa saja sesukamu tapi jangan, jangan kau tak menyapaku ku baca statusmu diam-diam, dari akun temanku, teman baikku kau benar suka dia? haha tentu saja! kau kembali ke kampung halaman, besoknya kau pergi lagi menjemputnya oh betapa beruntungnya dia dicintai malaikat sepertimu jika kau menikah, apa ada kau akan mengingatku? mengingat kekonyolanku? menertawai kebodohanku? kini semuanya ku buang, semua tentangmu senyummu, candamu, tapi ku mohon, izinkan aku menyimpan foto-foto mu bukan foto dirimu, tapi foto mu, pohon, jalanan, Samudera Atlantik, yang kau foto No! Akan ku hapus semua! Terima kasih tuk selama ini. Kau tlah berikan 0.5% cinta mu padaku Terima kasih telah 99.5% membenciku sehingga aku sadar akan kedudukanku Terima kasih sudah 100% mencintai dia aku yakin kau takkan menyakitinya ""Selamat G----- F--------- F-------- Semoga kamu BAHAGIA""
0
Sep 24, 2012
Sep 24, 2012 at 11:35 AM UTC
love 0.5%
Palembang, 7 Mei 2012 Gambaran indah wajahmu selalu terlukis di awan hidupku Angin pun selalu membawa suaramu di melodiku Lonceng bersuara merdu tak semerdu suaramu di benakku Musim selalu berganti namun kau tak terganti Akar ini bersarang di hatiku Namanya pasti kau tahu, akar cintaku Fatamorgana tak bisa ku temukan di sini Rupamu tertinggal untuk ku nanti Embun telah membangun sarangnya di hidup ini Di dalam palung jiwa ini Engkau fatamorgana ku Riwayat hidupku Indahmu, adalah Cintaku Kecintaanku akan kamu Fase cintaku Energi mutakhir yang diciptakan darimu Rasa sakit selalu Genangan air mata melulu Ucapanku dulu Setelah ku memberimu itu Otakku mati, lidahku kelu Nisanku, tak perlu kau tahu
0
May 19, 2012
May 19, 2012 at 8:56 AM UTC
GFF
Palembang, 11 Januari 2015 Aku jatuh cinta lagi Benarkah ini cinta? Mengapa rasanya begitu berbeda? Tak ada rasa takut saat aku menatap matanya Tak ada rasa sungkan untuk menyentuh kulitnya Dan aku sangat menyukai bau tubuhnya Aku suka bersandar di punggungnya Menyandarkan keningku di tengkuknya Memainkan jemariku menyentuh punggungnya Mencium aroma parfumnya Aku suka berjalan di belakangnya, menunduk Memandangi langkah kakinya ketika berjalan Sangat lebar dari langkah kakiku Aku tak mampu menyusulnya Di saat seperti itu aku membutuhkan tangannya Tuk menggenggam tanganku Menuntunku tuk berada di sampingnya Agar aku tidak tertinggal Apa benar aku mencintainya? Tapi tunggu dulu Apa itu cinta? Bagaimana rasanya mencintai seseorang? Apa yang akan aku lakukan ketika mencintai seseorang? Inikah cinta?
0
Jan 10, 2015
Jan 10, 2015 at 12:34 PM UTC
Inikah Cinta?
Malam, kenangan, katanya ingin berlalu, mengapa masih tertinggal? Malam, masa lalu, katanya ingin dikenang, mengapa masih tak beranjak? Malam, hati yang terluka, katanya ingin sembuh, mengapa masih sibuk mengorek luka? Malam, jiwa yang tersakiti, katanya tak peduli lagi, mengapa masih menawarkan diri? Malam, air mata yang mengering, katanya telah tiada, mengapa masih membekas? Malam, pencipta semesta alam, katanya aku mencintaimu, mengapa aku masih suka kepada ciptaanmu? apakah aku jahat?
0
Apr 4, 2017
Apr 4, 2017 at 12:05 PM UTC
Malam
Palembang, 6 Mei 2012 Aku ini terbuang Dari lahan gersang ke oasis kering Jauh dari keramaian, Jauh dari kehidupan Aku ini terbuang Melawan angin yang menerjang Memilin tambang, Dibunuh torpedo yang menyerang Aku ini terbuang Tak dikenal Terbelakang Angan tertinggal
0
May 25, 2012
May 25, 2012 at 2:40 AM UTC
Terbuang
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir. - terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega. - ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa. - setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain. - selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu. prdks.
0
Sep 25, 2017
Sep 25, 2017 at 8:52 AM UTC
sajaksajakrasa
pasal IV: tentang hujan yang tak kunjung reda, dan tangis yang tak kunjung berakhir. - terkadang, ada beberapa hal yang datang, selain membawa berkah dan kebahagiaan, juga turut di dalamnya kesedihan yang berlarutlarut. seperti halnya hujan, yang datang membawa unsur kehidupan, tapi kemudian, dinginnya mengundang pilu, berusah mencari kehangatan. begitu pula dirimu, datang sekiranya membuatku bahagia walau di awal, namun akhirnya memilih pergi setelah membunuh setiap harapan baru yang tumbuh dengan tega. - ada beberapa hal yang terjadi, namun datangnya tak dapat dihentikan, dan kepergiannya tak dapat dipaksakan, layaknya hujan ketika mentari tengah bersinar, membuat sebagian orang mendengus kesal, banyak hal rencana yang gagal. seperti halnya dirimu, ketika dirimu datang ketika ku tengah sedemikian rupa menata hati. kau datang mengambil setitik kecil potonganmu yang tertinggal, kemudian justru potongan kecil itu yang menghancurkan hati yang telah tertata rapi. hancur. kembali. lalu kau beranjak pergi, layaknya hujan badai yang reda, seolah tak terjadi apaapa. - setelahnya, setelah sisasisa hujan pada dedaunan mengering, dan musim hujan telah berlalu, masih sesekali duakali ia datang, mebawa harapan sekilas, kemudian pergi seolah tak ingin kembali. sejenak menentramkan, meluruhkan kotoran di udara, namun tetesannyamengandung racun yang tak baik. seperti ketikamu datang tibatiba, seolaholah baikbaik saja, ternyata memang tidak ada apaapa, bukan benarbenar tidak ada, hanya saja, bukan untukku, tapi untuk dia yang lain. - selalu ada akhir dari jutaan tetesan air yang jatuh ke bumi, dan semoga, hal itu juga berlaku pada diriku. entah kapan tangis akan reda, namun kau tetap saja berlalu, semoga kau tak lagi datang membawa harapan. maafkan keegoisanku memilih menangisi kepergianmu. prdks.
Continue reading...
6
Aku bingung, Ketika kamu selesai meneguk minumanmu, aku kira aku sudah ada padamu Aku tidak sadar kalau saat itu kau belum mengizinkanku masuk Apa karena kamu masih ingin melihatku? Atau karena kamu tidak menginginkanku? Nyatanya, dugaan terakhirku yang benar. Aku, dalam sekejap telah pergi Bahkan kamu pun tidak peduli akan kepergianku Bagimu, mengamati kepergianku hanyalah hal yang sia-sia Suatu saat, mungkin kita akan bertemu lagi, di waktu yang belum aku ketahui Dan jika waktu itu sudah tiba, biar kan aku masuk kedalammu, Aku juga ingin terjun untuk menghilangkan kering tekakmu.
0
Aug 29, 2017
Aug 29, 2017 at 11:43 AM UTC
Satu Tetes yang Tertinggal
Kosong lagi hampa Apalah artinya rasa Penuh luka lagi derita Bahagiaku telah direnggut masa Sepiku yang tertinggal sisa Sedihku tidak tersirat Dukaku tidak tersurat Hatiku telah patah arang Apakah keajaiban akan datang? Apakah rasa akan kembali terulang? Apakah kau akan pulang? Berkhayal aku di antara temaram senja Menikmati luka yang tlah kau beri cuka Pernah aku sedikit bertanya, masih adakah rasa tercipta? Pernah aku sedikit bertanya, masih bisakah kau dan aku bersama?
0
May 6, 2018
May 6, 2018 at 3:09 AM UTC
Rasa
ada rasa haru, mungkin rindu saat ku pejam mata karena disitu, sentuhmu membelenggu dekapmu masih erat kecupmu masih di bibirku memori yang berputar berlari secepat angin yang merambah rambutku saat ku terduduk diboncengmu aku tidak memandang kebelakang aku tidak akan memandang kebelakang namun sejumput rasa tertinggal tak ingat untuk dibawa pergi bersama pisahmu dan kini yang tersisa, hanya belaka
0
May 28, 2018
May 28, 2018 at 2:02 PM UTC
Rambah Belaka
Aku rasa aku naif bila percaya memiliki sepanjang masa bersamamu, Suatu saat kau akan pergi, hal ini kusadari Bahkan sejak waktuku denganmu masih terlalu sedikit. Namun aku tidak mau mengirit, aku mau menghabiskan selamanya samamu. Hatiku, perih, sendiri Tertinggal - Maka aku memintamu, tolong bawalah aku selalu Kalau tidak, Aku takut rinduku semakin berat Sehingga tidak dapat diobati.
0
Feb 24, 2021
Feb 24, 2021 at 6:02 PM UTC
Tanpamu, Rinduku
Bukan sinonim matahari atau mentari, namun, sama-sama menyinari. Jika aku harus memilih untuk menghirup satu aroma, dengan lantang akan ku jawab "aroma tubuh mungilnya, wahai saudara." Seakan tersihir oleh cengkih khasnya, lekuk tubuhmu buatku merona. Sungguh, kau buatku sakit jiwa. Aku ingin terus menghisap tubuh indahnya. Menikmati setiap rasa manis yang ada disana. Karena manismu absolut, tertinggal dalam bibir penuh asap kabut. Kiranya bisa ku putar kembali waktu, nampaknya akan ku salami orangtuamu, meminta restu untuk hidup lebih lama bersamamu. Kiranya diberi nyawa, nampaknya ku terpesona jatuh cinta. Kiranya bisa kau tebak, sedang ku nikmati tubuh surya dalam malam nan panjang.
0
Feb 13, 2025
Feb 13, 2025 at 11:49 AM UTC
Surya
Akhir-akhir ini kemarau tak kunjung pulang aku ingin hujan aku ingin dia datang turun deras mengucuri segala resah, rindu dan perkara yang tak kunjung hilang aku ingin hujan datang membawaku pergi bersamanya mengalir melewati segala sudut dan celah dunia supaya ketika saatnya aku pulang, resah dan perkaraku telah tertinggal di tempat-tempat yang mungkin tak akan pernah kusinggahi lagi.
0
Aug 28, 2019
Aug 28, 2019 at 4:29 AM UTC
Aku ingin hujan