Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"terpapar" poems
Dalam retrospeksi minda naif kecilku pernah berimaginasi memikirkan dunia luar sana yang bagaikan fantasi hati merontakan suatu kebebasan yang diimpi namun kini ku sedari, itu semua hanyalah persepsi seorang gadis kecil yang dahulunya bercita-cita tinggi masa sudah tiba untuk kembali ke realiti. Selamat datang ke Kota Korupsi di mana manusia-manusia bertopengkan syaitan kehausan kuasa, kerakusan harta duniawi dipuja, dipuji dan disanjung tinggi pil penawar pula makanan ruji untuk depresi tiada lagi tempat mengadu, tempat meluahkan hati hanya tinggal kata-kata yang kehilangan erti terpapar di kotak skrin empat segi. Bangsaku semakin alpa, agamaku jauh sekali soal halal haram tidak dipertikaikan lagi hanya topik sembang santai di kedai kopi bicara hari nanti ditolak dahulu ke tepi. Dunia yang dahulu semakin pudar hanya serpihan di hujung sudut memori masa berlalu terlalu pantas, terlepas dari jari-jemari sekarang sudahpun tiba generasi baru menapakkan kaki namun, lihatlah sejarah mengulangi dirinya sekali lagi selagi nafas belum terhenti selagi kita belum pergi.
0
Dec 29, 2017
Dec 29, 2017 at 6:45 AM UTC
Kota Korupsi
Panas terpapar auramu Menggeliat menyapu menyeluruh Hingga gugur kalbu Terbakar oleh angan para penyelatu Hilang perlahan menggugur Berasap menghilang semu Layaknya debu-debu tertiup sang bayu Memudar seperti bayang nafsu Dari pemilik warna warna itu Menjajakan aksara palsu Mendulang manis ucap rindu Membiaskan maki dalam untaian lagu Menerkam mangsa yang diam terpaku Sampai penuh hasrat itu ”Oh, Jadi seperti ini rupa asli kawan kawanku? sugguh lucu”
0
Oct 1, 2016
Oct 1, 2016 at 10:13 AM UTC
API