Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"terinjak" poems
Palembang, 22 Juni 2011 Api itu hampir merajai waktu Merenggut harta benda tanpa ampun Mangarang tubuh yang sesepuh Duduk pun terdiam di kursi besi butut Kekuatan api bagai Sang Supernova Membumbung tinggi tak ada yang terjaga Meletup-letup bagai haus dan lapar Tinggallah hamparan abu di senja tiba Sebelum fajar menyingsing indah Berisik di tengah jalan sirine mengulang Langkah kaki mondar-mandir yang tentu arah Bergotong royong pun dengan peluh dan baju basah Ku duduk terdiam terpaku Setengah melamun di sebelum senja muncul Ku tersadar pun di tengah padam lampu Dan ku lihat Monalisa tersenyum pada ku Ku duduk bersimpuh di kaki Menunduk dan berharap ini hanya mimpi Dan aku bangkit tuk lihat situasi Ku dengar mayat rapuh bagai tiada arti lagi Tak mampu tumpah air mata Hanya tubuh kaku mati rasa Pikiran yang ingin selalu waspada Mental ini rapuh butuh udara Abu terasa di mana-mana Terinjak, menyatu dengan tanah Menutup mata kini selaalu terjaga Menjaga hari tanpa Supernova 9 Juni penuh cerita Di bawah tangisan dan panikan Wanita memasak dan menjaga anak Pria bahu membahu membangun rumah
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:26 AM UTC
Cerita Semi (9 Juni 2011)
Membinasakan, demi bertahan Menindas, mencerca, demi jadi raja hutan (singa kali..) Ganas dan bengis, mengingkari kawan seperjuangan Memang, manusia sekarang banyak yang tak lebih dari binatang! Aku juga ingin jadi binatang Binatang semut.. Ulat dimakan ayam Ayam dimakan elang Elang dimakan harimau Semut? Semut tak pernah masuk rantai makanan Karena ia kedahuluan mati terinjak Walau begitu Semut menggemukkan tanah Tanah gembur tempat tumbuh rumput dan pohon subur Rumput dan pohon subur jadi pusat rantai makanan Kalian lihat kan peran semut? Cakap dan mulia urusannya Saking jadi pahlawan Semut tak layak dinamai binatang Mereka tak pas jadi tandingannya hehe Makanya aku ingin jadi semut
0
Aug 4, 2016
Aug 4, 2016 at 1:18 PM UTC
Ingin jadi semut
Tadi pagi kumakan anggur ungu Buah kesukaanku Asam manis rasanya Tapi kulahap langsung semuanya Taksadar ku gigit bijinya Kecil dan tak nampak Bergizi pun tidak Dan kecut ternyata Seperti rasa ini Yang tak dihirau orang banyak Juga kecut dihati kurasa Tak berigizi memang Tapi kalau tak dimakan mentah-mentah Rasa itu takkan ada matinya Malah hanya terbuang dan terinjak Dan berakhir dipembuangan
0
Jun 30, 2014
Jun 30, 2014 at 11:43 AM UTC
Biji Anggur